
Wienda menjalani kehamilannya ini beda dengan kehamilan pertamanya. Kehamilan sekarang tidak mengalami yang namanya morning sicnes, tidak menginginkan makanan apapun, semua normal seperti biasa.
"Kok makannya dikit banget yang, kasihan lo baby-nya yang disini kalo Mamanya makannya dikit" kata Tyo yang mengelus perut rata istrinya
"Gak selera mas" jawab Wienda
"Yang bikin selera apa, mau mas bikinkan atau beli ngomong aja mas pasti lakuin" tanya Tyo penuh harap
Wienda menggeleng "Gak ada makanan yang aku inginkan" jawab Wienda
"Sini aku suapin sedikit lagi" bujuk Tyo
"Gak mas, urus aja tu sikembar aku mau kebelakang" Wienda beranjak dari duduknya
Belum ada lima langkah dari suaminya tubuhnya ambruk karena lemas.
"Sayang" teriak Tyo panik melihat istrinya pingsan
"Ya ampun Nyonya" pekik bibik yang melihat Nyonya nya ambruk
Tyo langsung menggendong istrinya menuju sofa terdekat.
"Bik ambilkan minyak telon" titah Tyo
Bibik berlari menuju laci tempat biasa menyimpan p3k.
"Bik bikinin teh manis anget" titahnya lagi
"Sayang bangun sayang kamu kenapa kok tiba-tiba pingsan" cemas Tyo
"Tuan apa tidak sebaiknya dibawa kerumah sakit aja tuan" kata bibik yang datang dengan teh angetnya.
"Tunggu dia sadar bik" jawab Tyo
"Kemarin kemarin bibik nangkap sesuatu yang aneh gak bik sama istriku" tanya Tyo
"Sudah lebih dari 3 hari Nyonya tidak mau makan tuan" jawab bibik
"Maaf tuan kata Nyonya gak selera kalo tuan gak ada" jawab bibik tertunduk.
Memang sekarang Tyo sudah kembali bekerja dirumah sakit. Dia sedikit sibuk jadi sering melewatkan waktu makan dengan keluarganya.
"Astaga sayang kenapa gak ngomong terus terang aja" Tyo mengacak acak rambutnya sendiri
"Satu lagi tuan. Nyonya sering nangis tapi kalo bibik tanya Nyonya jawabnya pengen nangis aja gitu tuan" tambah bibik
"Astaga sayang sebenarnya kamu kenapa sih kok gak cerita sama mas" kata Tyo
Wienda mulai sadar
__ADS_1
"Sayang" kata Tyo yang langsung membawa istrinya masuk kepelukannya.
"Mas hiks,,,,," Wienda
"Kok nangis mana yang sakit" tanya Tyo cemas
"Hiks,,,,,, jangan tinggalin Wienda mas" kata Wienda dengan terisak.
"Sayang ngomong apa sih. Mas akan selalu ada buat Wiendaku tersayang" kata Tyo dengan menangkup kedua pipi istrinya.
"Mas Wienda takut" kata Wienda dengan tertunduk
"Takut apa" tanya Tyo lembut
"Kemarin ada orang datang kalo aku deket dekat mas terus mas akan dicelakai, Wienda gak mau mas kenapa kenapa" cerita Wienda dengan air mata membanjir.
"Siapa yang mengatakan itu" kata Tyo geram. Tyo merasa kecolongan tidak bisa membuat istrinya aman dan nyaman apalagi sekarang lagi hamil.
"Gak tau orangnya tinggi pakai masker juga kacamata jadi Wienda gak bisa liat wajahnya" jawab Wienda yang masih terisak.
"Kamu ketemunya dimana, apa orangnya datang kemari" tanya Tyo
"Aku ketemu didepan warung bubur ayam depan pas aku mau beli bubur ayam" jelas Wienda
"Kamu tenang aja mas tidak akan kemana mana " kata Tyo menenangkan
"Sekarang kamu istirahat dikamar mas mau bicara dulu sama Panji " titah Tyo
"Panji cek CCTV depan. Apa selama ini ada orang yang mencurigakan" kata Tyo
"Benar tuan, saya telah menangkap wajah orang asing yang akhir akhir ini berkeliaran didepan rumah. Tapi sampai sekarang saya belum bisa menemukan orang tersebut" jawab Panji
"Seperti apa orangnya" tanya Tyo
"Ini tuan" Panji menunjukkan rekaman CCTV beberapa hari yang lalu
"Sepertinya ini orang suruhan " kata Tyo
"Saya juga berpikir seperti itu tuan " kata Panji
"3 hari yang lalu Wienda mendapatkan ancaman dari orang ini didepan warung bubur ayam, dia mau nyelakai aku kalo Wienda tidak menjauh dariku" kata Tyo
"Maaf tuan, apa mungkin mantan pacar tuan lagi yang melakukan ini" tanya Panji
"Bisa jadi. Tapi selidiki dulu dan perketat penjagaan hal mencurigakan sekecil apapun laporkan padaku. Tapi jangan memberitahu Wienda ini semua " kata Tyo
"Baik tuan" jawab Panji
Tyo masuk kembali setelah selesai bicara dengan Panji. Awalnya Tyo ingin kerja tapi melihat kondisi istrinya yang kurang baik membuat Tyo mengurungkan niatnya dan memilih menemani istrinya dirumah.
__ADS_1
"Mas gak kerja " tanya Wienda begitu Tyo masuk kamar mereka.
"Gak mas mau dirumah aja nemani kamu" jawab Tyo
"Kerja itu tanggung jawab lo mas jangan seenaknya aja gak masuk" kata Wienda
"Jangan dilupakan kalo mas pemilik rumah sakit jadi mas bebas masuk apa tidak " jawab Tyo pongah
"Tau tapi kalo mas gak masuk gimana dengan pasien mas yang butuh penanganan " kata Wienda memberi pengertian
"Dirumah sakit itu banyak dokter handal sayang jadi jangan kwatir mereka tetap dapat pelayanan terbaik " jawab Tyo
"Terserah ngomong sama mas tentang pekerjaan gak akan ada habisnya " kata Wienda manyun
"Mas hari ini mau memanjakan istri mas yang super duper cantik ini" kata Tyo
"Kalo gitu sekarang pijitin pinggang aku" kata Wienda
"Siap ratuku " jawab Tyo
Hari ini Tyo benar benar memanjakan istrinya yang memang sudah kelewat manja sejak kehamilan keduanya.
"Sayang kamu hamil tapi tubuhmu kok malah kurus. Makan yang banyak sayang yang disini butuh asupan gizi untuk tumbuh kembangnya. Jangan nurutin lidah yang gak mau makan baby-nya tidak dapat asupan kalo tidak dari mamanya" kata Tyo lembut
"Ya udah aku mau makan tapi suapin" kata Wienda
"Kalo mau sesuatu bilang jangan dipendam sendiri, sayang sendiri kan yang susah kalo memendam keinginan sendirian" kata Tyo lagi
"Bik bawakan makan kekamar ya" kata Tyo lewat telepon
Tak lama terdengar pintu diketuk.
"Masuk" jawab Tyo dari dalam
"Ini tuan sarapannya" kata bibik yang menaruh nampan berisi makanan dinakas.
"Makasih bik udah ngrepotin " kata Wienda merasa tidak enak.
"Gak Nyonya ini udah jadi tugas bibik" kata bibik
"Permisi tuan Nyonya " pamit bibik
"Silahkan " jawab Tyo
"Ahk" kata Tyo menyodorkan sendok yang sudah terisi nasi
Wienda menerima suapan demi suapan tanpa protes. Wienda menghabiskan sarapannya.
"Sekarang minum susunya" titah Tyo
__ADS_1
"Nanti aja ini kenyang banget" jawab Wienda