TYWI ( TYO WIENDA)

TYWI ( TYO WIENDA)
Sesha


__ADS_3

Hoek..... hoek..... hoek..... pagi-pagi Wienda sudah menguras habis isi perutnya. Kegiatan ini rutin terjadi setiap pagi sejak kehamilannya. Tyo selalu setia berada disisinya. Tyo mengusap usap punggung istrinya. Setelah semua keluar Tyo mengangkat tubuh istrinya dan dibaringkan diranjang. Itu rutinitas setiap pagi.


"Mas sampai kapan aku seperti ini malam makan gak terukur tapi pagi dikeluarkan semua tak bersisa" ucap Wienda lemah


"Sabar ya sayang, kalo aja mas bisa gantikan mas mau gantikan" kata Tyo


"Anak kamu ngehukum mamanya segininya ya mas" keluh Wienda


"Dendam kali soalnya Mamanya manja banget sama papanya, gak rela mungkin sibaby" canda Tyo


"Apa iya ya mas"


"Tapi mas sendiri yang manjain aku" Wienda membela diri


"Sabar aja ya" Tyo mengecup kening istrinya


"Mas mau mandi dulu kamu istirahat aja" Tyo berlalu kekamar mandi


Wienda duduk bersandar pada disandaran ranjangnya. Wienda memang muntah hanya sekali tiap pagi, tapi begitu muntah semua terkuras habis. Dan anehnya setelah mendapat ciuman lembut dari Tyo suaminya seketika tubuhnya segar kembali. Wienda sendiri juga bingung dengan dirinya sendiri.


Wienda turun dari ranjang dan menyiapkan pakaian suaminya. Meskipun Tyo melarang itu Wienda tetap melakukannya karena tidak mau jadi istri durhaka.


Setelah Tyo keluar dari kamar mandi, Wienda segera masuk dan mandi. Wienda tidak ingin terlihat kacau. Wienda selalu tampil cantik didepan suaminya. Meskipun tubuhnya tambah gemuk Wienda tidak mau Tyo berpaling, jadi dia tetap menjaga penampilannya. Dan kehamilan meski merepotkan ada untungnya juga. Aura kecantikan Wienda makin terpancar meski Wienda hanya berpenampilan biasa saja.


"Mas hari ini aku mau ketempat Mama boleh ya" ijin Wienda


"Ya biar mas antar sekalian berangkat kerja" kata Tyo


"Heeh makasih ya mas" kata Wienda


"Sama-sama sayang" jawab Tyo


Sudah didepan gerbang rumah mewah Papa Andrew. Melihat kedatangan tuan mudanya, penjaga segera membuka pintu gerbang.


"Selamat pagi tuan muda" sapa ramah satpam


"Pagi pak" jawab Tyo

__ADS_1


Tyo masuk dan memarkir mobilnya didepan pintu. Kebiasaannya kalo berkunjung. Didepan pintu sudah disambut ART.


"Selamat pagi tuan muda nona muda" sapa ART ramah


"Pagi"Jawab Tyo


"Pagi bik" jawab Wienda


"Mama ada" tanya Tyo


"Ada tuan beliau ada di meja makan" jawab bibik sopan


Tyo dan Wienda langsung masuk melewati bibik.


"Mama i am coming" teriak Tyo seperti anak kecil


"E dah mau jadi bapak masih aja teriak-teriak seperti anak kecil" sambut Sesha


"Mumpung anak belum lahir jadi gak tau kalo Papanya teriak-teriak" kata Wienda


"Bener banget itu Wienda" ucap Sesha


"Semalam jam 11 sampai" jawab Steven


"Halo mas Steven apa kabar" tanya Wienda sopan


"Bukan mas dia yang harus panggil kamu kakak. Karena disini aku yang paling tua" kata Tyo


"Sadar diri ya mas kalo udah tua" sahut Sesha


"Iya emang faktanya gitu kan. mulai sekarang kalian berdua harus panggil Wienda istri mas yang cantik ini kakak titik gak pakai koma gak bisa dibantah harus kudu wajib" kata Tyo


"Dah gak usah pada ribut ayo sarapan" kata Mama menengahi perdebatan yang tidak berfaedah


"Ma Wienda mau disini, Mama keberatan gak" tanya Tyo


"Pertanyaan macam apa itu" tanya Mama

__ADS_1


"Ya siapa tau karena anak Papa satu dah balik nanti kalo ketambahan Wienda disini gak dikasih jatah makan sama Mama" canda Tyo


"Emang ni anak kurang ajar benget ya" marah Papa Andrew


"Peace pa bercanda" Tyo mengangkat 2 jarinya.


"Kebetulan Wien Mama mau bikin kue jadi bisa bantuin Mama" kata Mama


"Siap Mama" jawab Wienda yang mengacungkan 2 jempolnya


"Sesha gak diajak ni ma" cemberut Sesha


"Gak biasanya kalo kamu masuk dapur bukan cepet beres malah tambah ancur" kata Mama


"Hahahaha pantas Sakti gak mau sama lo" Tyo keceplosan


"Sakti" kata Mama dan papa berbarengan


"Ups sorry keceplosan Sha" kata Tyo


"Kamu dekat sama Sakti Sha" tanya Papa Andrew


Sesha hanya diam dan menunduk.


"Sesha Papa tanya kamu deket sama Sakti" ulangi Papa Andrew


Sesha hanya mengangguk, tangannya sudah gemetaran.


"Mama setuju aja kalo kalian dekat. Sakti kita kenal seluk beluk anak itu jadi gak mungkin salah" kata Mama


"Kita nikahkan aja secepatnya" kata Papa


"Ha nikah Sesha setuju paksa tu Sakti biar dia mau menikahi Sesha, Sesha dah capek ngomong sama dia tapi dia seperti patung es" oceh Sesha


"Itu lebih baik dari pada keluyuran gak jelas" kata Steven


"Setuju"seru Tyo

__ADS_1


"Suruh Sakti kesini" titah Papa


"Siap pa" kata Tyo


__ADS_2