
"Assalamualaikum" ucap Wienda ketika memasuki tempat tinggalnya
"Wa'alaikum salam" jawab bibik yang membukakan pintu
"Ada Nyonya tuan" kata bibik
"Mama datang bik" jawab Tyo
"Iya tuan baru aja masuk" kata bibik
"Papa ikut gak bik" tanya Tyo
"Tidak tuan, tuan Andrew tidak ikut" jawab bibik
Tyo dan Wienda segera menemui Mamanya
"Baru inget ma kalo punya anak" celetuk Tyo
"Seharusnya kamu yang datangin Mama bukan malah sebaliknya" kata Mama dengan memeluk anak dan menantunya bergantian
"Maaf ma mas Tyo sibuk terus" jawab Wienda merasa tidak enak
"Sebenarnya seneng kan Mama gak ada, gak ada yang ganggu waktu hem....hem....." kata Mama
"Gak usah ngode Mama juga pasti gitu sama Papa" goda Tyo
"Dah tua lehernya pake merah merah" goda Tyo
Seketika Mama menunduk malu ketahuan sama anaknya.
"Malu ya Ma, ngapain malu kan dah sah, justru kalo gak gitu patut dipertanyakan" goda Tyo
"Kurang ajar ya sama orang tua malah godain" kesel mama
__ADS_1
"Papa gak ikut ma" tanya Wienda
"Tar nyusul" jawab Mama
"Kita pamit keatas dulu ya Ma" pamit Wienda
"Jangan lama-lama, Mama dah lapar, gak usah itu Mama tunggu dimeja makan" kata Mama
"Emang Mama gak kepengen cepet punya cucu" tanya Tyo
"Ya kalo cucu dah impian Mama dari dulu, tapi gak usah sekarang bikinnya tar malam aja kalo Mama dah tidur" kata Mama
"Haish Mama kalo Papa ada pasti nglakuin hal sama" jawab Tyo
"Dari tadi godain Mamanya mulu" ucap Mama
,"Hehehe......peace ma" Tyo mengangkat dua jari membentuk V
"Dah buruan mandi Mama tunggu dimeja makan" kata Mama
Ceklek
Pintu terbuka. Wienda yang tengah mengguyur tubuhnya dishower kaget tiba-tiba suaminya udah didepannya.
"Mas.... ngagetin aja" omel Wienda
"Kok gak nunggu mas" kata Tyo
"Mas lama ngobrol ma Mama" jawab Wienda
Tyo memeluk tubuh polos istrinya.
" Mas aku dah selesai, lepasin buruan mas mandi gak enak ditunggu Mama" kata Wienda
__ADS_1
"Bantuin mandi" manja Tyo
Wienda tidak bisa menolak, Wienda melakukan tugasnya membantu mandi suaminya. Itulah yang disukai Tyo dari Wienda selalu nurut apa kata suaminya.
Mereka berdua keluar kamar udah rapi. Wienda menuruni tangga terlebih dulu. Suaminya masih dikamar. Wienda berjalan memasuki ruang makan. Makanan sudah tertata rapi. Tapi tidak ada orang. Wienda kedapur mencari bibik.
"Bik Mama mana bik katanya nungguin makan" tanya Wienda
"Dikamar non barusan tuan datang" jawab bibik
"O Papa dah datang" kata Wienda
Bibik mengangguk. Wienda pergi meninggalkan bibik hendak balik kekamarnya. Melewati kamar Mamanya yang tidak tertutup rapat, Wienda jadi kepo pengen ngintip. Baru mau melangkah dikagetkan dengan suara yang sudah sangat dikenali.
"Ngapain kamu disitu yang" tanya Tyo
"Mau panggil Mama" jawab Wienda spontan karena kaget
"Ya udah" kata Tyo
Wienda baru 2 langkah didepan pintu terdengar suara-suara aneh dari dalam. Seketika tubuh Wienda meremang. Tyo yang menyadari expresi mimik wajah istrinya mendekat dan bertanya.
"Kenapa...... " pertanyaan Tyo belum selesai Wienda udah menyeret suaminya kemeja makan.
"Makan dulu mas, nanti biar Mama maka sendiri sama Papa" kata Wienda
"Papa udah datang" tanya Tyo
"Kata bibik udah datang barusan" jawab Wienda
"Pantas" kata Tyo
"Apanya yang pantas mas" tanya Wienda
__ADS_1
"Gak ada ayo lanjut makan" kata Tyo
Mereka berdua makan dengan lahapnya hingga tandas. Setelah itu mereka nonton TV drama serial kesukaan Wienda.