TYWI ( TYO WIENDA)

TYWI ( TYO WIENDA)
Hari bahagia dan sedih


__ADS_3

"Saya terima nikah dan kawinnya Sesha Radika dengan mas kawin tersebut dibayar tunai"


"Sah"


"Sah"


"Al Fatihah"


"Alhamdulillah acara berjalan lancar"


Sesha mengambil tangan Sakti dan menciumnya Sakti mencium kening Sesha. Semua berjalan lancar.


"Sesha selamat ya sekarang dah jadi seorang istri. Nyonya Sakti Wiguna" ucap Wienda


"Terimakasih kakak ipar" jawab Sesha


"Sesha selamat ya akhirnya kesampaian" kekeh Cikha


"Makasih buruan nyusul" kata Sesha


"Gak ada pasangannya" ucap Cikha


"Ni lagi jomblo baru putus kemarin" kata Sesha yang menunjuk pada kakaknya Steven


"Ish kamu ni"


"Mantan lo gak lo undang Sha" kepo Cikha


"Undang tar malam biar nyesel ninggalin cewek cantik yang baik ini" congkak Sesha


"Sayang kok bengong aja" sapa Tyo


"Mas kasihan deh liat Cikha, sebenarnya mas Rega itu serius gak sih ma Cikha. Bahkan hari ini aja dia gak datang" kata Wienda


"Mas juga gak tau yang, seperti ada sesuatu yang disembunyikan sama mas Rega" kata Tyo


"Disembunyikan maksudnya" kepo Wienda


"Ya mas juga gak tau, tapi sekembalinya dari sini waktu itu kalo mas hubungi kayak ada yang aneh gitu"


"Aneh gimana sih makin bingung aku"

__ADS_1


"Ngomongnya seperti bisik-bisik gitu trus aku pernah dengar ada yang manggil beb gitu terakhir aku hubungi"


"Jangan-jangan mas Rega selingkuh dari. Cikha"


"Bisa jadi melihat gelagatnya, oh iya kenapa gak kepikiran kan disana ada Sena asisten mas Rega" Tyo menepuk jidatnya


"Coba hubungi mas"


"Kata Sena Rega dah nikah sekarang istrinya lagi hamil tua"


"What nikah hamil tua" sahut Cikha yang kebetulan ada didekatnya


"E Cikha" kaget Wienda


"Kenapa kalian gak kasih tau aku, kenapa kalian sembunyikan" teriak Cikha yang mengundang perhatian banyak orang


"Maaf Cik aku juga baru tau ini pas telpon Sena asisten mas Rega, sebelumnya aku juga gak tau"


"Alasan"


"Ada apa ini ribut-ribut" Mama menghampiri kita


"Ma, Mama tau gak kalo mas Rega dah nikah dan sekarang istrinya hamil" tanya Tyo hati-hati


"Dari Sena"


"Bukannya waktu mau balik dulu dia mau menikahi Cikha temannya Wienda" tanya Mama


"Ya memang katanya gitu, tapi aneh deh ma" kata Wienda


"Aneh kenapa" kata Tyo


"Masa nikah gak kasih tau keluarganya, trus ini disuruh pulang ke sini ada acara aja gak datang padahal terakhir kesini semua baik-baik saja kan" kata Wienda


"Bener juga sih, ok Sena mesti tau semuanya" kata Tyo


Sementara Cikha menangis meratapi nasibnya yang dihianati sang kekasih. Sesha yang melihat segera menghampiri.


"Ada apa kok nangis"


"Akhirnya gue ngerasain apa yang pernah kamu rasakan"

__ADS_1


"Maksudnya"


"Dihianati"


"Dihianati, siapa"


"Ternyata mas Rega dah nikah dan istrinya sekarang lagi hamil, pantas aja tiap gue hubungi selalu menghindar"


"Ha serius, lo dah tanya mas Tyo"


"Udah dan dia juga baru tau hari ini setelah menghubungi asisten mas Rega"


"Astaghfirullah ternyata laki-laki yang tampilannya dingin gitu bisa juga mendua" Sesha geleng-geleng kepala


"Tenang aku pasti bantu gak usah sedih" Sesha menenangkan Cikha


DS


"Kayaknya gak perlu Sha, ini lebih bagus ketahuan didepan daripada tar kalo dah nikah, itu lebih sakit" ucap Cikha


"Cikha are you oke" tanya Wienda


"I am oke"


"Wien itu beneran mas Rega dah nikah" tanya Sesha


"Kayaknya bener, itu mas Tyo lagi croscek sama asisten mas Rega, sabar ya Cik, mungkin belum jodoh" Wienda mengelus pundak Cikha


"Paling yang bisa aku lakukan ya cuma itu sabar terima nasib" jawab Cikha sedih


"Pasti ada pelangi habis hujan" Sesha


"Semoga" Cikha


"Pasti" Wienda


Mereka bertiga berpelukan seperti Teletubbies.


"Ini hari bahagiaku jadi jangan sedih-sedih, dah buang kelaut laki-laki penghianat cari yang baru" Sesha


"Bener banget dunia gak akan hancur cuma karena laki-laki pecundang kayak dia. SEMANGAT" Cikha

__ADS_1


"Semangat" Wienda


__ADS_2