TYWI ( TYO WIENDA)

TYWI ( TYO WIENDA)
Titik terang


__ADS_3

Dua minggu sudah berlalu dari kejadian dikampus itu. Kini Wienda mulai masuk kuliah lagi. Tyo menambah bodyguard nya. Meski kesel Wienda tidak bisa menolak.


"Sayang ini demi keselamatan kamu" kata Tyo yang tidak mau dibantah


"Terserah kamu aja mas, nolak pun percuma" Wienda menjawab dengan lesu


"Kalo gak ada bodyguard gak ada acara kekampus. Dirumah aja itu lebih baik" titah Tyo


"Ya ya ya" Wienda memutar bola matanya


"Heran deh punya suami gini banget, posesif gak ketulungan, udah seperti burung yang dikurung disangkar emas" Wienda ngedumel


"Aku dengar lo apa yang kamu katakan" kata Tyo


"Pakai bodyguard udah kaya istri presiden aja" keluh Wienda


"Lupa ya kalo aku ini presiden hatimu hahaha" canda Tyo


"Garing banget gak lucu" manyun Wienda


"Kok gak kerja mas ini udah jam setengah 9" tanya Wienda


"Mas sip malam, urusan kantor kan ada Sakti biar dia tidak Sesha gak gangguin mulu" kata Tyo


"Kayaknya Sesha suka ma Sakti mas" kata Wienda


"Iya dan udah sering Sesha nginep ditempat Sakti ijinnya ketempat Cikha" jelas Tyo


"Ha serius kok aku gak tau" ucap Wienda


"Sesha gak cerita apa-apa kalo pas ngumpul" omel Wienda


"Ngapain kamu sewot gitu. Biarin aja kali mungkin jodohnya Sakti si Sesha" kata Tyo

__ADS_1


"Papa sama Mama tau gak mas" tanya Wienda


"Belum kalo dah tau pasti mereka heboh" jawab Tyo


"Kok mas bisa tau Sesha sering tidur ditempat Sakti" tanya Wienda


"Sakti selalu cerita, dia takut juga kalo Papa tau trus disalahkan" jawab Tyo


"Semoga aja mereka berjodoh, kasihan Sesha tiap-tiap punya pacar selalu berakhir tragis" harap Wienda


Ditempat lain


"Cara apa yang bisa membuat Tyo balik lagi kepelukan aku"


"Nyesel aku ninggalin Tyo demi laki-laki lain yang ternyata sekarang malah bangkrut"


"Aku gak mau hidup miskin, masih banyak mimpiku yang belum tercapai" gumam seorang wanita dari masa lalu Tyo yang bernama Carla


"Iya bos ada yang bisa saya bantu" jawab diseberang telpon


"Cari tau wanita itu" perintah Carla


"Baik bos, hari ini dia sudah kembali ke kampus" jawab diseberang


"Pantau terus" titah Carla


"Tapi sepertinya makin sulit bos, dia sendiri jago beladiri ditambah bodyguard nya bertambah, sepertinya mereka sudah antisipasi" kata diseberang


"Gak mau tau caranya yang penting habisi perempuan itu" perintah Carla


"Baik bos tapi cuannya juga gede bos ini sangat beresiko" kata seberang


"Masalah bayaran gampang kalo lo berhasil gua akan bayar dua kali lipat dari perjanjian" kata Carla

__ADS_1


"Sip" mematikan sambungan


Liat aja Tyo kamu pasti akan jadi milikku kembali.


Sementara Wienda sangat risih diikuti para bodyguard terus terusan. Dirinya sudah menjadi pusat perhatian se antero kampus. Bahkan dosen yang masuk kelas geleng-geleng melihat Wienda dijaga ketat oleh para bodyguard nya.


"Bang bisa gak sih gak usah ngintilin Wienda terus terusan, malu dilihatin terus" protes Wienda


"Maaf nona kami hanya menjalankan tugas. Mohon kerjasama nya" jawab salah satu bodyguard nya


"Kalian kan bisa bilang kalo semua aman terkendali" sungut Wienda


"Maaf nona kami tidak mau ambil resiko" katanya


"Haish menyebalkan" gerutu Wienda


"Mohon nona mengerti, berkaca dari kejadian sebelumnya dan sampai sekarang dalangnya belum tertangkap jadi mohon nona jangan membantah" kata bodyguard


"Terus bang Panji kemana kok jadi kalian yang ditugaskan ngawal saya" tanya Wienda


"Bang Panji lagi ada tugas lain nona" jawab bodyguard


"Ternyata punya suami kaya juga gak enak apa-apa dibatasi diatur" gerutu Wienda


"Nona aneh, banyak orang yang ingin punya pasangan kaya tanpa kita capek-capek kerja semua kebutuhan terpenuhi" imbuh bodyguard


"OMG bang aku baru ingat, sebelum kejadian dikampus 2 minggu lalu aku bertemu seorang wanita. Dia nabrak aku trus bilang wanita malang. Apa mungkin itu orang dibalik semua ini" kata Wienda


"Bisa jadi, dimana nona bertemu dengan orang tersebut" tanya bodyguard


"Dikafe Venesia tepatnya diarea parkir" jawab Wienda


Bodyguard langsung melaporkan pada bosnya.

__ADS_1


__ADS_2