TYWI ( TYO WIENDA)

TYWI ( TYO WIENDA)
Lahirnya sikembar


__ADS_3

Detik berganti menit. Menit berganti jam. Jam berganti hari. Hari berlalu berganti bulan. Tak terasa sudah sembilan bulan usia kandungan Wienda. Tyo sudah cuti dari kerjanya. Bundanya yang dari kampung juga sudah datang. Menjelang hari kelahiran Wienda semakin stress karena dokter menyarankan untuk lahiran secara sesar dikarenakan bayi kembarnya yang satu dalam keadaan sungsang, kakinya yang berada dijalan lahir.


Hari ini semua sudah dipersiapkan. Ya Wienda hari ini akan menjalani operasi sesar. Tyo berangkat kerumah sakit ditemani Mama serta ibu mertuanya.


"Bunda Mama doakan operasi Wienda lancar ya Bun ma" pinta Wienda


"Pasti sayang, kami semua mendoakan kalian semoga semua berjalan lancar, cucu-cucu Mama lahir dengan selamat begitu juga dengan kamu sayang" kata Mama


"Ingat ada banyak yang mendoakan kamu sayang ada banyak yang mencintaimu jadi kuatkan dirimu siapkan mentalmu semua akan baik-baik saja" imbuh Bunda


"Mas nanti diruang operasi temani Wienda ya mas" pinta Wienda


"Pasti mas akan selalu ada disamping kamu sayang" Tyo mengecup tangan Wienda


Sesampainya di rumah sakit, Wienda langsung dibawa keruang operasi. Semua tim medis sudah siap karena sebelumnya Tyo telah membuat janji. Tyo ikut mendampingi istrinya. Dokter tidak memberikan bius total pada Wienda, jadi Wienda akan mengingat semua proses kelahiran sikembar.


Setengah jam sudah bayi pertama telah lahir lima menit kemudian bayi kedua. Semua lahir sehat tanpa kurang satu apapun. Tyo mengecupi kening istrinya berkali-kali.


"Terimakasih sayang kau telah memberiku dua malaikat kecil" tak henti Tyo menciumi bagian wajah istrinya meski dokter dan perawat masih disitu.

__ADS_1


"Dokter Tyo silahkan diadzani putranya" panggil perawat.


"Sayang aku pergi dulu ya" Tyo meninggalkan istrinya yang masih dibersihkan oleh perawat.


Diluar ruangan sudah heboh semua sudah berkumpul menunggu sang pangeran cilik. Begitu Tyo keluar ruangan semua membrondong berbagai pertanyaan.


"Semua tenang, operasi Wienda berjalan lancar, bayinya sehat tanpa kurang apapun. Sebentar lagi Wienda dipindahkan ke ruang rawat" Tyo menjelaskan keadaan


Mendengar penuturan Tyo semua bernafas lega. Kini rasanya udah plong. Tak selang berapa lama, beberapa suster keluar mendorong brankar dengan Wienda diatasnya. Wienda keluar dengan wajah sumringah meski memejamkan mata. Semua anggota keluarga mengikuti suster menuju ruang rawat Wienda. Karena Tyo pemilik rumah sakit jadi mereka membawa Wienda kelantai teratas yang dikhususkan untuk keluarga pemilik rumah sakit.


"Mas Wienda dah punya anak, kapan ya mas kita bisa nyusul" kata Sesha


"Sabar, yang penting kita terus berusaha" kata Sakti


"Maksudnya" Sakti


"Ya kita nikah kan dah lebih lima bulan tapi kok belum ada tanda-tanda mau hamil, gimana kalo kita konsultasi ma dokter mas"


"Ide bagus sekarang aja mumpung dirumah sakit" Sakti setuju.

__ADS_1


Kedua pasangan itu tidak ikut masuk keruangan Wienda. Mereka memutuskan bertemu dokter. Sementara kehebohan terjadi diruangan Wienda.


"Aduh gantengnya cucu oma" kata Mama Dewi


"Iya jeng cucu kita ganteng-ganteng" imbuh Bunda


"Siapa dulu Papanya" congkak Tyo


"Satu mirip Wienda satu mirip Tyo, memang perpaduan yang pas" tambah Papa Andrew


"Jelas dong pa, Papanya ganteng Mamanya juga cantik jadi hasilnya sudah pasti perfeck" kata Tyo yang disambut gelak tawa semua.


"Sayang sekarang dah jadi Mama kurangin manja kamu sama suamimu" pesan Bunda


"Jangan dong Bun" sela Tyo


"Kenapa"


"Yang Tyo suka dari Wienda salah satunya karena manjanya itu yang bikin greget" kata Tyo

__ADS_1


"Terserah lah kalo gitu" pasrah Bunda


Semua menyambut gembira kehadiran dua anggota baru.


__ADS_2