
Johan sangat murka pada istri pertamanya Rina dan putrinya Stevani. Keduanya telah mencoreng nama baik Johan. Kebebasan yang Johan berikan disalah artikan oleh putrinya justru dibuat masuk dalam malapetaka.
"Daddy gak habis pikir. Selama ini kalian bohong sama Daddy dan bodohnya Daddy percaya saja dengan kebohongan kalian. Benar-benar memalukan" geram Daddy Johan
"Maaf dad, awalnya Vani cuma coba-coba ternyata enak dan jadi ketagihan" jawab Stevani
"Berikan kartu debit kamu, kunci mobil, ini Daddy sita sampai batas waktu yang tidak ditentukan. Sekarang kalo butuh sesuatu usaha sendiri" geram Johan
"Daddy jangan dad, Vani mohon Vani gak bisa hidup tanpa debitcart sama mobil, kalo Vani mau kemana-mana gimana dad" rengek Stevani
"Bukan urusan Daddy. Lagipula kamu dah lulus kuliah seharusnya cari kerja bukan malah bikin malu" Johan berjalan kearah Rina
"Sini berikan semua kartu kartu kamu tak terkecuali" kata Johan
"Jangan dad, Mommy minta maaf dad. Mommy janji Mommy tidak akan foya-foya lagi dad Mommy mohon dad" melas Rina
Gak masalah kamu tidak memberikan kartu itu Daddy kan bisa memblokirnya. Karena aku masih berbaik hati denganmu Rina maka tiap bulan aku akan kasih jatah 5 juta" ucap Johan
"Johan 5 juta sebulan buat apaan, buat nyalon aja gak cukup" gerutu Rina
"Aku tidak peduli cukup atau enggak, selama ini aku kasih segalanya tapi apa balasannya kalian membuat malu" geram Johan
"Daddy sendiri ngapain nikah lagi. Daddy bisa selingkuh seenaknya sedangkan kita tidak boleh gitu dad" geram Stevani
"Daddy kepala rumah tangga disini, jadi apapun yang Daddy lakukan itu terserah Daddy" sanggah Johan
"Mentang-mentang kepala rumah tangga seenaknya aja bertindak tanpa memikirkan perasaan istrinya" omel Rina
"Kamu saja yang terlalu kolot jadi orang, laki-laki punya istri lebih dari satu itu hal biasa selagi dia mampu dan aku mampu melakukan itu, adil membagi waktu membagi uang pada kalian tapi apa yang kudapat sungguh mengecewakan" kata Johan
"Daddy egois" teriak Stevani
"Aku berpoligami sekitar setahun dan kamu menyelingkuhi aku udah dari lama udah bertahun-tahun siapa yang pantas disebut egois, semua kata yang kamu lontarkan pada Cikha ternyata semua itu kenyataan dirimu sendiri" marah Johan
__ADS_1
"Maling berteriak maling"
"Aku akan selidiki ini lebih lanjut dan jika terbukti kamu telah lama berselingkuh dariku bukan tidak mungkin aku akan menceraikanmu" kata Johan dan pergi meninggalkan rumah istri pertamanya
Johan pulang kerumah yang ditinggali Cikha.
Johan masuk kamar dan memeluk erat Cikha Johan merasa bersalah sama istri kecilnya selama ini. Membiarkan semua perbuatan istri pertamanya untuk menindas Cikha. Johan bisa dibilang laki-laki setia. Kejadian dengan Cikha merupakan sebuah kecelakaan dan Johan harus tanggung jawab dengan apa yang sudah terjadi.
"Dad kamu baik-baik aja" tanya Cikha
"Enggak, Daddy sangat buruk Daddy butuh kamu Cikha" Johan belum mau melepaskan pelukannya
"Dad Cikha selalu ada buat Daddy, Cikha cinta sama Daddy, Cikha harap Daddy juga cinta sama Cikha" kata Cikha lembut
"Maafkan Daddy ya sayang Daddy selama ini kurang perhatian sama Cikha" kata Johan sendu
"Gak papa dad semua yang sudah terjadi kita jadikan pelajaran untuk memperbaiki semuanya yang penting kita jangan menyerah begitu saja kita harus berubah pada keadaan yang lebih baik" kata Cikha bijak
"Dad apa acara syukuran putra kita, Cikha batalin aja ya" kata Cikha
"Cikha gak kecewa kok sama Daddy, Cikha bangga bisa ada dalam hidup Daddy, jadi mulai sekarang masalah Daddy masalah Cikha juga jadi apapun masalahnya kita hadapi bareng-bareng. Daddy mau kan melakukan itu buat Cikha" kata Cikha sendu
"Iya sayang Daddy mau" balas Johan
"Jadi Cikha mau acara syukuran kita undur sampai semua tenang" kata Cikha
"Makasih ya Cikha mau ngertiin Daddy" kata Johan
"Sama-sama dad. I love you Daddy" kata Cikha
"I love you too little wife" balas Johan
Sementara ditempat Wienda sedang terjadi kehebohan pasalnya sikembar yang kini sudah bisa bergerak maju mundur menjadi hiburan tersendiri buat Tyo dan Wienda.
__ADS_1
"Hay cucu-cucu gantengnya Oma" sapa Dewi yang datang dengan Andrew
"Hay Oma" balas Wienda yang menirukan suara anak kecil
"Lagi main ya sayang, ini Oma bawa hadiah buat cucu-cucu Oma" kata Dewi dan menyerahkan mainan baru buat cucu kesayangannya
"Terimakasih Oma" Jawab Wienda
"Udah makin endut aja ni cucu Oma, kangen gak sama Oma. Malam ini tidur sama Oma ya biar Mama sama Papa bikin adik buat kalian" kata Mama Dewi
"Buatnya setuju ma, tapi adiknya nanti dulu aku belum siap lihat Wienda kesakitan pas lahiran" kata Tyo
"Denger tu ma" kata Papa Andrew
"Mama nginep sini ya Yo malam ini" tanya Mama
"Ma ini rumah Mama, Mama mau nginep sini mau tinggal disini itu gak ada yang nglarang justru kita malah seneng ada yang bantu ngawasi sikembar gantengnya Papa" Tyo mengangkat Marvin
"Huwa......" Marvel nangis melihat kembarannya diangkat Papa
"Sini sama Opa" Papa Andrew mengambil Marvel dari tempat mainnya
"Astaga cemburu ya Vel Papa gendong Marvin" kata Tyo
"Marvel kan juga pengen digendong Papa" jawab Papa Andrew
Semua tertawa.
"Bentar lagi tambah cucu nanti kalo ngumpul tambah rame" kata Mama Dewi
"Gimana kalo tiap bulan kita ngumpul wajib. Ngumpulnya gantian disini ditempat Sesha ganti dirumah Papa nanti kalo Steven dah nikah dirumah Steven setuju gak" usul Tyo
"Papa setuju" kata Papa Andrew
__ADS_1
"Ngikut"Mama Dewi
"Tiap-tiap akhir bulan tanggal 25 kita wajib kumpul tar aku bilangin Sakti" kata Tyo