TYWI ( TYO WIENDA)

TYWI ( TYO WIENDA)
Pagi panas


__ADS_3

"Pagi bik" sapa Wienda


"Pagi non" balas bibik


"Mau masak apa bik" tanya Wienda


"Non maunya dimasakin apa" tanya balik bibik


"Wienda maunya pecel sama ayam goreng aja gimana bik, ada gak bahannya" jawab Wienda


"Bentar non tak liat dulu" bibik berjalan kearah kulkas


"Semua ada non tinggal masak aja" kata bibik


"Ya udah bik masak itu aja kalo gitu" kata Wienda


"Tumben non pengen pecel" tanya bibik


"Mas Tyo yang pengen" jawab Wienda


"O " Jawaban bibik


"Sayurnya ini bik apa aja yang mau dipakai bik" tanya Wienda


"Itu non ada kangkung bayam kacang panjang ma cambah" kata bibik


"Semua dipotong bik" tanya Wienda


"Iya non trus direbus, nanti bumbu kacangnya biar bibik yang buat" kata bibik


"Aku bukan istri idaman banget ya bik, apa-apa gak bisa" kata Wienda


"Sabar non sambil jalan sambil belajar nanti lama-lama juga pinter masak" kata bibik


"Yang penting non mau belajar menjadi istri yang baik" tambah bibik


"Iya bik, padahal bunda itu kalo masak jagonya giliran anaknya gak bisa apa-apa" oceh Wienda


"Mbak Siti kemana bik kok gak kelihatan" tanya Wienda

__ADS_1


"Siti pergi kepasar" jawab bibik


"Pasar pagi-pagi begini bik" heran Wienda


"Iya kalo pagi sayurannya masih seger" kata bibik


"Tapi aku belum kasih uang belanja bik" kata Wienda


"Kemarin Nyonya kesini trus bibik dikasih uang belanja buat sebulan kedepan" kata bibik


"Mama kemarin kesini kok aku gak tau" tanya Wienda


"Non kemarin seharian kan gak dirumah" kata bibik


"O iya bik, kemarin pulang dari kampus nyusul mas Tyo dikantornya nungguin sampai pulang jadi gak tau Mama kesini" jawab Wienda sambil garuk-garuk kepalanya yang tidak gatal.


"Dah beres semua ni bik, aku tinggal ya bik" pamit Wienda


"Iya non tinggal aja" kata bibik


Wienda masuk kamar hendak membangunkan suaminya.


"Mas, bangun mas dah pagi ni" kata Wienda lembut dengan mengusap pipi Tyo


Wienda hendak berbalik badan menyiapkan air tuk suaminya mandi tapi tangannya dicekal dan ditarik hingga Wienda ambruk menindih tubuh Tyo


"Mas aku mau siapin air buat kamu mandi, nanti kamu telat lo" kata Wienda lembut


Tyo tidak menjawab malah mengecup bibir mungil Wienda.


"Mas udah emmmmmn" Wienda sudah dibungkam dengan bibir Tyo


"Mas....." rengek Wienda


"Mas pengen yang" kata Tyo


"Pengen apa masku sayang" tanya Wienda


"Pengen makan kamu"

__ADS_1


"Padahal aku dah masakin pesanan kamu mas" kata Wienda


"Setelah mas makan kamu, mas makan masakan kamu"


"Mas... aaahhhh ...." Wienda mendesah karena Tyo meremas lembut buah dadanya


"Apa yang eemmmm........"


"Mas...... udah gak tahan ni... aahhh........."


"Apanya yang gak tahan"


"Ih mas buruan mas......."


"Kamu yang diatas" Tyo berguling sekarang posisinya Wienda duduk diatas dan perlahan bless...


"Aaahhhhh..... .."


"Goyangin yang pinggulnya" pinta Tyo


"Gini mas aaahhhh........ enak mas"


"Iya yang terus aaahhhh......."


Mereka berdua melewati paginya dengan peluh membasahi tubuh keduanya. ******* panjang memenuhi kamar. Tyo ambruk disamping Wienda. Posisi mereka udah berubah. Wienda memejamkan matanya dengan nafasnya tersengal-sengal


"Semoga tywi junior segera tumbuh disini" Tyo mengusap lembut perut istrinya


"Tywi siapa" tanya Wienda yang sudah cemburu


"Tywi Tyo Wienda" jawab Tyo


"O ternyata, tapi kita nikah dah lebih 3 bulan tapi kok belum ada tanda-tanda aku hamil ya mas" kata Wienda


"Dah ayo mandi habis ini ikut mas kerumah sakit sekalian kita periksa" ajak Tyo


"Gendong" manja Wienda


"Pantas belum hamil, calon mamanya aja manja banget" kata Tyo

__ADS_1


"Biarin, tar kalo dah punya anak pasti kalah saing ma anak" jawab Wienda


Tyo menggendong Wienda kekamar mandi dan mendudukkan dicloset. Sementara dirinya menyiapkan air tuk berendam. Setengah jam mereka dikamar mandi. Wienda keluar terlebih dulu menyiapkan pakaian suaminya. Wienda memakai celana kulot dengan atasan kemeja. Penampilannya sangat biasa tapi tetap memancarkan kecantikan alaminya.


__ADS_2