
Hari ini Tyo menggelar resepsi pernikahan dengan Wienda. Sejak pagi semua orang sudah disibukkan dengan kegiatan masing-masing. Keluarga Wienda yang dari kota P juga sudah datang. Dari pagi Wienda ditemani kedua sahabatnya melakukan perawatan. Mulai dari masker, lulur, meni pedi dan masih banyak lagi.
"Wien, kira-kira tamu yang kalian undang berapa Wien" tanya Cikha
"Seribuan kurang lebih, gue gak tau pasti, semua yang atur Mama, gue disini kan gak da hak soal tamu undangan" jawab Wienda
"Kira-kira kalo gue nikah ma Rega tar apa ya seheboh ini ya" lirih Cikha tapi masih bisa didengar Wienda
"What...... lo ma mas Rega mau nikah, sejak kapan kalian kenalnya kok langsung nikah aja" kata Wienda kaget
"Kenal dari ijab qobul lo,dari tempat lo kita berdua pulang dah bareng ma Rega" jawab Sesha
"Kok gak ada yang cerita" sungut Wienda
"Gimana mau cerita lo aja sibuk ma laki lo" jawab Cikha
"Hehehe sorry" Wienda mengacungkan 2 jarinya membentuk V
"Bentar lagi kalian jadi ipar dong" sahut Sesha
"Bener banget Sha, kita pasti jadi ipar yang kompak" kata Cikha
"Tapi kita tinggal berjauhan, pasti mas Rega ngajak lo tinggal di luar negeri, secara dia kesini cuma liburan" kata Wienda
"Ogah gue gak mau kalo diajak tinggal di luar negeri" jawab Cikha
"Kenapa"tanya Sesha
"Jauh dari kalian" jawab Cikha
Mereka bertiga tertawa bahagia bersama
Jam 7 malam. Acara dihallroom hotel telah dimulai. Tamu mulai berdatangan. Sang pemilik hajad memasuki ruangan didampingi kedua orang tua mempelai. Mereka berlima naik kepanggung yang berisi kursi pengantin. Wajah mereka memancarkan binar kebahagiaan. Senyum merekah dari bibir Tyo dan Wienda. Tamu tamu mulai memberikan ucapan selamat pada mempelai.
Orang pertama yang memberikan ucapan selamat Raisa mantan pacarnya Tyo. Dia datang menggandeng seorang pria.
"Tyo selamat akhirnya nikah juga" kata Raisa memberi ucapan selamat sambil cipika cipiki
__ADS_1
"Kenalin ni laki gue, dan ni undangan tuk kalian minggu depan" Raisa menyerahkan undangan pada Tyo
"Kenapa nikahnya barengan ma gue" tanya Tyo
"Sorry gue dah nikah 4 bulan lalu tapi baru kesampaian sekarang ngadain resepsi jadi jangan gr, sekalian 3 bulanan buat baby kita" kata Raisa
"Cepet juga lo" Kata Tyo
"Lo jangan mau kalah" tambah suami Raisa
"Lagi usaha bro" kata Tyo
"Wienda selamat ya semoga samawa" kata Raisa
"Terimakasih kak dah datang, selamat juga ya kak tik kehamilannya" kata Wienda
"Sama-sama, jangan panggil kak, panggil nama aja" kata Raisa
Wienda hanya mengangguk.
Sesha datang dengan pacarnya Dafa,
"Makasih Sha dan lo segera nyusul" kata Wienda "Tapi jangan sama Dafa" bisik Wienda
Sesha hanya senyum dan menyalami kedua orang tua Wienda
"Wienda..... selamat ya sayang moga cepet ada Wienda junior" kata Cikha yang didampingi Rega
"Buruan nyusul kayaknya yang disebelah dah gak bisa nahan lebih lama lagi" kata Wienda melirik mas Rega
"Doain. Semoga" kata Cikha
"Aminnn"jawab Wienda
Tamu silih berganti memberikan ucapan selamat. Wienda sudah merasa kelelahan.
"Mas" kata Wienda
__ADS_1
"Kenapa sayang capek ya" tanya Tyo
"Heeh masih lama gak ni" tanya balik Wienda
"Dah gak tahan ya" tanya Tyo dengan tanda kutip
"Iya udah capek banget, ngantuk pula" jaeab Wienda polos
" Malam ini gak akan kubiarkan kamu tidur' kata Tyo
"Tega banget sih mas buat istrinya menderita" kata Wienda
"Tega bukannya kamu juga menikmatinya" kata Tyo dengan menjawil dagu Wienda
"Ish malu dilihat orang" kata Wienda
"Mas lapar kamu lapar gak" tanya Wienda
"Mas lapar pengen makan kamu" jawab Tyo
"Mas.... suka banget ya bikin aku kesel" rajuk Wienda
"Aku ambilin tunggu sini" kata Tyo
Wienda makan beberapa suap
"Nanti kita honeymoonnya dimana" kata Tyo
"Terserah tapi gak sekarang" jawab Wienda
"Kenapa" heran Tyo
"Tunggu aku libur semester" jawab Wienda
"Kelamaan" tambah Tyo
"Apanya yang lama wong tiap malam aja kita honeymoon" jawab Wienda jujur
__ADS_1
"Hehehe beda cerita" jawab Tyo
"Beda cerita satu tujuan" kekeh Wienda