
Tyo keluar dari kamar Mama. Tyo mencari Sakti sang asisten, yang ketemu malah bik Ulfa
"Bik Sakti dimana" tanya Tyo
"Ada didepan sama Panji den" jawab bibik
"Makasih" kata Tyo
"Iya den sama-sama" sambung bibik
Tyo berjalan keluar kearah Sakti berada. Tyo duduk dikursi kosong sebelahnya Panji.
"Kalian berdua cari tau semua tentang Andrew Radika" titah Tyo
"Baik tuan" jawab Sakti dan Panji hampir bersamaan
"Mas Rega kemana Ji" tanya Tyo pada Panji
"Gak tau tuan dari tadi pagi pergi sampai sekarang belum balik balik" jawab Panji
"Tu tuan yang diomongin panjang umur" ucap Sakti menunjuk mobil Rega yang memasuki halaman rumah
Rega keluar dari mobilnya dan bergabung dengan mereka bertiga
"Eh pengantin baru dah ada dirumah" ledek Rega
"Iri bilang bos" jawab Tyo
"Siapa yang iri, bentar lagi gue pasti juga nikah" jawab Rega dengan senyum manisnya
"Emang dah ada yang mau sama mas" tanya Tyo sangsi
"Ya ada lah dasar adik kurang ajar mentang-mentang dah laku, blagu banget" kesel Rega
"Kalian berdua yakin kalo ni bujang lapuk ada yang mau gitu" tanya Tyo pada Panji dan Sakti
__ADS_1
Sakti dan Panji hanya menggeleng. Melihat ketiga orang tidak mempercayai omongannya Rega mencebikkan bibir dan berucap
"Terserah percaya pa kagak bodo amat, kita liat aja tanggal mainnya" kata Rega
"Sakti cari tau semua tentang cewek ni" kata Rega menyerahkan foto Cikha yang ada di HP nya
"Ini kan temennya Wienda mas" tanya Tyo
"Yab bener banget" jawab Rega
"Jadi ni cewek yang mau lo nikahin" kata Tyo
"Bener banget" kata Rega
"Emang ni cewek mau sama lo" tanya Tyo
"Belum tau juga gue belum ngomong, makanya gue nyuruh Sakti buat cari tau dulu kalo dah tau caranya gimana pikiran sambil jalan" kata Rega sambil berlalu meninggalkan mereka bertiga
Drrrt..... drrrt...... drrrt....
"Tuan yang diomongin panjang umur" kata Sakti menunjukkan nama pemanggil dihpnya
"Halo tuan Andrew selamat malam" sapa Sakti sopan
"Selamat malam mas Sakti, apakah mas Sakti sibuk?" tanya penelpon (Andrew)
"Tidak tuan, ada apa ya tuan, apa ada pekerjaan yang kurang berkenan tuan" tanya Sakti
" Tidak ini masalah pribadi tentang kejadian tadi siang dengan bu Dewi" kata Andrew
"Ada apa ya tuan" tanya Sakti
"Bisakah saya bertemu dengan anaknya Bu Dewi" tanya Andrew
"Bisa tuan tapi kalo boleh tau ada keperluan apa ya tuan" tanya Sakti
__ADS_1
"Ada hal penting yang ingin aku bahas dengannya, kalau bisa besuk kita bisa bertemu direstoran........." kata Andrew
Sakti melihat Tyo meminta jawaban dan Tyo menganggukkan kepalanya
"Akan saya usahakan tuan muda menemui anda tuan Andrew" jawab Sakti
"Baik terimakasih mas Sakti kalo gitu saya tutup telponnya" pamit Andrew
"Ya tuan sama-sama selamat malam" balas Sakti.
"Berarti tuan Andrew beneran mau menikahi Nyonya besar tuan" kata Panji
"Tapi tetep kalian cari tau semuanya" titah Tyo
"Jangan bilang Mama" kata Tyo
"Siap tuan" jawab mereka berdua serentak
Dimeja makan malam ini terasa berbeda. Ya kali ini bertambah anggota baru. biasanya cuma Mama sama Tyo dan sekali-kali Sakti ikut gabung kali ini lebih rame karena ada Rega juga.
"Senengnya kalo makan malam rame kayak gini" kata Mama
"Iya ma, mulai sekarang akan sering seperti ini ma" jawab Tyo
"Amiin, Rega Sakti Tyo dah nikah kapan kalian berdua menyusul" tanya Mama
"Santai ma jodohku masih dalam perjalanan" jawab Rega santai
"Emangnya dari mana" tanya Mama polos
"Dari tuhan" jawab Rega
"Pokoknya Mama gak mau tahu bagaimana caranya kalian berdua harus nikah ditahun ini juga titik gak pake koma." tegas Mama
"Ma ini nikah buat seumur hidup bukan beli gorengan dipinggir jalan" sanggah Rega sementara Sakti hanya diam aja
__ADS_1
"Bodo amat mama gak peduli" tegas Mama
Hahaha Tyo tertawa melihatnya sementara Rega santai aja toh udah ada incarannya dan Sakti tersenyum kecut mendengar ucapan Mama