
"Sepertinya orang bayaran" celetuh Panji dari pintu
""Kamu tau sesuatu Panji" tanya Tyo
"Maaf tuan belum, tapi dari keterangan pihak kampus ketiga orang tersebut bukan warga kampus sini, jadi dari mana dia tau tentang non Wienda" jelas Panji
"Bener juga sih, buat tu orang ngaku siapa dalang dibalik semua ini" titah Tyo
"Naik tuan muda" jawab Panji
"Bang Panji" panggil Sesha
"Iya non Sesha" jawab Panji
"Biasanya kan bang Panji nungguin Wienda diparkiran, kok ini bang Panji cepet tau Wienda diserang" tanya Sesha
"Tadi pagi tuan muda sudah memperingatkan saya untuk selalu berada didekat non Wienda" jawab jujur Panji
"Kok gitu mas" tanya Wienda
"Maaf sayang dari tadi pagi dirumah perasaanku sudah tidak tenang, dan mungkin ini yang membuat tidak tenang" kata Tyo
"Ehhh so sweet my hubby. Peluk" Wienda merentangkan kedua tangannya
"Woy masih ada orang disini, tar aja puas puasin kalo dah dirumah" teriak Cikha
"Bodo amat, iri bilang bos" kata Wienda
__ADS_1
"Makanya buruan nikah biar ada yang melukin tiap saat" tambah Tyo
"Dasar suami istri gak ada empatinya sama sekali" umpat Sesha
"Bodo" ucap Wienda
"Panji urus orang tersebut, Wienda biar pulang sama aku" kata Tyo
"Ya tuan muda" jawab Panji tunduk
"Lo berdua mau bareng apa pulang sendiri" tanya Tyo pada sahabat istrinya
"Pulang sendiri aja dok, nanti ganggu dokter lagi. Kita belum ada lawan mainnya kalo liat dokter ma Wienda ehm ehm" kata Cikha
"Suruh mas Rega menghalalkan kamu" kata Tyo
"Terserah" kata Tyo dan mengangkat Wienda tuk digendong
"Mas turunin malu aku bisa jalan sendiri" kata Wienda
"Gak usah protes dan jangan banyak gerak nanti kita jatuh" kata Tyo
Wienda pasrah dan mengalungkan tangannya keleher suaminya. Semua penghuni kampus menyaksikan mereka berdua merasa iri melihatnya.
Polisi sudah membawa ketiga orang tersebut. Sudah diintrogasi sedemikian tapi rupanya tetap tidak mau buka mulut siapa yang membayarnya. Lebih rela mati ketimbang buka suara. Sejak dari kampus mulutnya selalu bungkam. Bahkan pihak polisi merasa dipermainkan.
Sementara itu Panji memerintahkan pada anak buahnya tuk mencari tau tentang penjahat tersebut. Tidak butuh waktu lama apa yang diinginkan Panji terpenuhi. Orang suruhannya melapor jika orang tersebut dibayar oleh seseorang. Dari ciri-cirinya orang tersebut seorang wanita.
__ADS_1
Sayangnya belum jelas siapa wanita tersebut karena pas mereka ketemuan sang wanita menggunakan masker. Sepertinya mereka merencanakan dengan matang.
Tyo langsung membawa istrinya kerumah sakit. Tyo melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap istrinya. Tidak ingin hal yang tidak diinginkan terjadi maka untuk jaga-jaga. Tyo juga melakukan visum, sebagai bukti jika nanti lawannya balik menyerang.
Drrrt..... drrrt..... drrrt.
Tyo merogoh henponnya disaku jasnya, melihat yang menelpon Sesha adik tirinya.
"Ya ada apa Sha" tanya Tyo
"(Mas perintahkan Sakti mengambil CCTV dikafe x kejadian dua hari lalu" kata Sesha dari seberang)
"Memangnya ada apa dikafe itu" tanya Tyo yang belum faham
"(Kemarin pas aku nongkrong ma Cikha dikafe tersebut aku melihat seorang wanita bertemu dengan salah satu orang yang mencelakai Wienda tadi" jelas Sesha)
"Ok makasih ya Sha infonya" Tyo langsung mematikan sambungannya secara sepihak. Tyo mencari kontak Sakti.
Drrrt....drrrt....... drrrt.... panggilan pertama tidak dijawab kedua masih sama sampai panggilan yang kesepuluh pun masih sama, Tyo geram hampir membanting henponnya. Dia baru ingat kalo dikantor lagi ada meeting jadi Sakti mengsilent HP-nya. Tyo mengetik pesan WA (ambil CCTV kafe x dua hari lalu) send, pesan terkirim. Tyo menggeser HP-nya kembali mencari kontak Panji kemudian menekan tombol panggil.
Drrrt..... drrrt..... drrrt
"Hallo tuan muda" jawab Panji dari seberang
"Masalah ini jangan sampai Mama tau" kata Tyo dingin
"Baik tuan" jawab Sakti
__ADS_1