TYWI ( TYO WIENDA)

TYWI ( TYO WIENDA)
Tyo pulang


__ADS_3

Hari berganti hari. Kini keadaan Tyo sudah membaik. Semua peralatan medis sudah dilepas dari tubuhnya.


"Selamat siang dokter Tyo siang Nyonya Tyo" sapa dokter yang menangani Tyo


"Siang dokter Bagas" jawab Tyo


"Diperiksa dulu ya dok" kata dokter Bagas yang akan melakukan pemeriksaan pada Tyo


"Silahkan" kata Tyo


"Sudah bagus, hari ini sudah bisa kembali kerumah" kata dokter Bagas


"Alhamdulillah Terimakasih Dok" ucap Wienda


"Alhamdulillah" ucap Tyo


"Sama-sama dokter Tyo, kalo begitu saya permisi dulu" pamit dokter Bagas


"Silahkan" Wienda mengantar sampai pintu


Wienda menelpon Mamanya, memberitahu jika mas Tyo sudah bisa kembali kerumah.


"Assalamualaikum ma" ucap Wienda


"Wa'alaikumsalam, ada apa Wien" tanya Mama Dewi


"Mas Tyo udah dibolehin pulang ma" kata Wienda semangat


"Alhamdulillah. Mama sama Papa yang jemput kesana" kata Mama Dewi


"Gak usah ma, kita pulang sama bang Panji aja, tolong Mama jaga kembar aja" kata Wienda


"Itu udah pasti, kembar aman sama Omanya" kata Mama Dewi


"Terimakasih ma, Wienda cuma mau ngasih kabar itu aja, assalamualaikum" Wienda menutup teleponnya


"Wa'alaikumsalam" jawab Mama


Wienda membereskan semua barang-barangnya. Memasukkan kedalam tas. Setelah selesai berkemas Wienda pergi keluar mencari Panji yang berjaga didepan kamar.


"Bang tolong bawa barang barang kemobil hari ini mas Tyo pulang" kata Wienda didepan pintu


"Baik Nyonya" jawab Panji patuh


"Alhamdulillah mas akhirnya keluar juga dari tempat ini. Tempat terburuk sepanjang sejarah" kata Wienda


"Tapi ini tempat kerja mas lo yang" kata Tyo


"Tau, mas kerja disini gak masalah asal jangan jadi pasien disini" kata Wienda


"Sebelum mas sadar kamu tau" tanya Tyo


"Ya enggak lah mas, emang ada apa cerita dong kepo aku" kepo Wienda


"Mas bertemu Papa sama kak Vio" kata Tyo


"Terus" kata Wienda


"Papa sama kakak nglarang aku ikut dengan mereka. mereka berdua jalan ketaman bunga yang indah banget. Awalnya aku mengikuti dari belakang mereka diam aja, pas sampai gerbang taman tersebut Papa sama kakak nglarang aku ikut masuk" Tyo menjeda ceritanya


"Terus terus" antusias Wienda

__ADS_1


"Papa berkata jangan ikut kita berdua, masih banyak yang harus kamu urus, anakmu butuh banget sosok dirimu. Kalo udah waktunya kita akan bertemu lagi. Jaga Mamamu juga istri dan anak-anakmu begitu kata Papa setelah itu Papa menghilang entah kemana dan kakak mendorong aku menjauh dari mereka" cerita Tyo


"Alhamdulillah Papa sama kakak nglarang kamu ikut" ucap Wienda


"Iya kalo mereka mengijinkan aku ikut mungkin aku tinggal nama" kekeh Tyo


"Dan aku jadi janda muda, nggak banget deh" kata Wienda


"Sekarang kita pulang, mau jalan aja apa pakai kursi roda" tanya Wienda


"Jalan aja sekalian latihan" kata Tyo


"Ayo aku tuntun" kata Wienda


Wienda mengapit tangan suaminya dan berjalan perlahan meninggalkan kamar yang sudah 42 hari mereka huni. Tyo tersenyum sepanjang jalan menuju parkiran. Setiap petugas rumah sakit yang bertemu selalu membungkukkan badan hormat pada mas Tyo selaku pemilik rumah sakit ini.


Panji sudah berdiri disamping mobil dan membukakan pintu untuk tuan dan Nyonya nya.


"Makasih bang" ucap Wienda


"Sama-sama Nyonya" Panji bergegas memutari mobil dan masuk duduk dibelakang kemudi. Panji menyalakan mesin mobil dan perlahan meninggalkan rumah sakit.


"Bang pelan-pelan aja" perintah Wienda


"Baik Nya" jawab Panji


"Seperti biasa aja bang jangan terlalu pekan, kasihan yang dibelakang. Banyak pengguna jalan, jangan memikirkan diri sendiri" kata Tyo


"Mas, kok gitu sih kamu gak trauma dengan kejadian yang kamu alami mas" tanya Wienda


"Semua terjadi atas kehendak yang maha kuasa, mau jalan cepat atau lambat kalo udah musibah tidak akan mengenal yang namanya kecepatan" tambah Tyo


"Oh ya aku belum ngabari Bunda" imbuh Wienda


"Segera hubungi bunda biar tenang" kata Tyo


" Iya mas" jawab Wienda


Tut......tut........tut........


"Hallo assalamu'alaikum" jawab Bunda


"Wa'alaikumsalam Bunda" jawab Wienda


"Ada apa nak menghubungi Bunda" tanya Bunda cemas


"Gak ada apa apa bun, Wienda cuma mau memberi kabar kalo mas Tyo udah pulang kerumah" kata Wienda


"Alhamdulillah,,,,, syukurlah" kata bunda


"Bunda nanti insya Allah akan menjenguknya jangan banyak pikiran dengan semua ini jalani dengan santai" pesen bunda


"Iya Bunda " Wienda


"Udah dulu ya bunda Wienda cuma ngabari itu tadi" kata Wienda


"Iya, salam buat mantu bunda juga mertuamu " kata bunda


"Iya bunda nanti Wienda sampaikan. Assalamualaikum bunda" pamit Wienda


"Wa'alaikumsalam" balas bunda

__ADS_1


Wienda mengakhiri panggilannya dengan bunda.


"Dapat salam dari bunda mas" kata Wienda


"Wa'alaikumsalam" jawab Tyo


Wienda duduk memeluk suaminya yang sangat dirindukan selama ini. Seakan dunia milik berdua Wienda tidak menghiraukan keberadaan Panji. Wienda tak henti-hentinya menciumi punggung tangan suaminya.


Sampai dirumah semua keluarganya sudah menunggu kedatangan keduanya. Ada Mama dan Papa mertua ada bik Ulfa ada Sesha serta Sakti juga sikembar yang digendong pengasuhnya masing-masing.


"Selamat datang kembali sayang, rumah ini sepi tanpa kalian berdua" kata Mama yang merentangkan tangannya dan memeluk anak semata wayangnya dengan tangis bahagia.


"Kok nangis ma" tanya Tyo


"Mama seneng ini tangis bahagia Mama bisa melihat anak Mama kembali seperti semula" kata Mama


"Mama lebay" jawab Tyo


"Ayo masuk Mama udah siapkan makanan kesukaanmu" kata Mama


"Makasih ma" kata Tyo


"Wien sini" Mama juga memeluk menantunya yang selama ini setia berada disamping putranya


"Tyo" panggil Papa


"Pa" balas Tyo dengan memeluk Papa sambungnya


"Mas aku gak dipeluk ni" kata Sesha yang mendapat tatapan tajam dari Sakti suaminya


"Ada pawangmu mas takut" canda Tyo


"Emang aku apaan pakai pawang segala" Sesha langsung menubruk tubuh Tyo tanpa peduli tanpa peduli mata tajam suaminya


"Den" kata bibik


"Bik" Tyo melerai pelukannya dengan Sesha dan beralih memeluk bik Ulfa


Marvel Marvin menarik narik celana Papanya.


"Ini jagoan Papa" kata Tyo yang jongkok mensejajarkan dengan kedua putranya den memeluk keduanya,


"Pa pa pa pa pa" celoteh keduanya


"Sini sama Mama jangan gendong Papa dulu" kata Wienda dan menggendong keduanya.


"Ma ma ma ma ma" protes kembar


"Papa baru sembuh sayang untuk sementara kalian tidak boleh minta gendong Papa, Kalo kalian kangen Papa yuk masuk dan biarkan Papa istirahat nanti kalian bisa peluk Papa sepuasnya " kata Wienda


Bocah kembar yang usianya baru 13 bulan itu melepaskan diri dari mamanya dan menggandeng tangan Papanya masuk rumah.


"Pinternya jagoan Papa " kata Tyo sambil berjalan


Tyo duduk diruang tengah sebelum kekamar. Tyo butuh istirahat sejenak.


"Mas ini minum dulu" Wienda menyodorkan segelas air putih


"Makasih sayang " Tyo menerima dan meminumnya


Semua bahagia menyambut kepulangannya. Tyo terharu melihat keluarganya berkumpul seperti ini.

__ADS_1


__ADS_2