
Ceklek
Tyo membuka pintu ruangannya. Diedarkan pandangan matanya, Wienda tidak nampak. Tyo menuju kamarnya ternyata istrinya sedang tiduran di kasur.
"Sayang" panggil Tyo
"Udah selesai mas" Wienda menatap suaminya
"Udah, mau langsung balik apa istirahat disini dulu" tanya Tyo
"Disini dulu" jawab Wienda dan menaruh hpnya dinakas
"Sini" Tyo menggeser duduknya mendekati istrinya dan memeluknya.
"Mas gimana kalo Zaki bikin ulah disini" tanya Wienda
"Dia tidak akan berani, tadi mas udah nemuin dia dan dia mau ketemu ma kamu sayang" kata Tyo
"Wienda gak mau ketemu, Wienda takut" kata Wienda
"Ngapain takut kan ada mas" kata Tyo
"Lihat mukanya aja udah serem gitu apalagi ketemu ihhh enggak deh" Wienda begidik ngeri
"Jangan gitulah sayang, dia janji setelah ketemu kamu dia mau pergi jauh dari kita. Ini pertemuan terakhirnya" kata Tyo
"Kenapa jadi mas yang maksa buat aku ketemu dia sih" kata Wienda kesel pada suaminya
"Maaf sayang bukan gitu maksudnya mas" kata Tyo
"Wienda gak mau dengar apapun tentang dia, titik" jawab Wienda
Wienda berdiri dari rebahannya dan berjalan keluar. Tyo segera menyusul dan mencekal tangan istrinya sebelum berhasil keluar dari ruangannya.
"Sayang maaf" kata Tyo dan memeluk istrinya dari belakang
"Wienda mau pergi capek ngomong sama manusia pemaksa" kata Wienda
"Maaf maaf mas gak maksud, mas minta maaf ya sayang please maafin mas" kata Tyo
"Wienda mau pergi jangan halangi" kata Wienda lirih
"Mau kemana biar mas anterin " kata Wienda
"Mau pulang nyesel ikut kesini. Berharap bisa seneng malah senep dapatnya" kata Wienda
"Ya, kita pulang " kata Tyo
Wienda mengambil barang-barangnya dan pulang dengan hati kacau entah kenapa dia sendiri gak tau. Sesampainya di parkiran Wienda berubah pikiran.
"Mas kita gak jadi pulang, kita kemall aku mau cari sesuatu dulu" kata Wienda
"Siap ratuku" kata Tyo
__ADS_1
"Raja tampanku malam ini ratumu ingin nginep diapartemen. Boleh gak " tanya Wienda
"Boleh aja, tapi kenapa " tanya Tyo
"Pengen aja kita ngabisin waktu berdua " jawab Wienda
"Apapun untukmu sayang " kata Tyo
Tyo memerintahkan sopirnya pergi ke mall dulu setelahnya ke apartemen Tyo dulu. Tyo menghubungi bodyguardnya yang menjaga Zaki. Wienda belum mau bertemu dengan Zaki.
Sampai di mall tujuannya Wienda hanya keliling keliling saja. Sudah dua jam mengelilingi mall tapi tak ada satu barang pun yang dibeli oleh istrinya.
"Yang katanya mau beli sesuatu, kok dari tadi cuma muter-muter aja. Emang apa yang mau dibeli" tanya Tyo
"Gak ada gak jadi ayo balik" kata Wienda santai
Tyo menahan kekesalannya sama istrinya.
"Untung istri kalo bukan udah aku tinggalin" batin Tyo
Mood Wienda benar benar buruk hari ini, Semua karena kemunculan Zaki yang entah kenapa membuat mood Wienda benar benar kacau. Wienda sendiri gak ngerti mengapa itu terjadi.
"Mas, Wienda boleh gak liburan biar otak Wienda gak kusut" tanya Wienda
"Boleh kita liburan besuk, sayangku mau liburan kemana" tanya Tyo
"Kemana aja yang penting bisa mengembalikan mood Wienda " jawab Wienda
" Kita ke Bali " kata Tyo
"Gampang bisa dititipkan sama Mama, atau mau kita bawa?" tanya balik Tyo
"Dititipkan Mama, tapi apa gak ngrepotin " tanya Wienda
"Pasti gak" jawab Tyo
"Terus kerjaan mas gimana "
"Gampang itu"
"Kalo gitu hari ini juga kita berangkat " kata Wienda
"Ini udah sore sayang, besuk pagi-pagi aja gimana, kita juga belum packing" kata Tyo
"Oke. Gak jadi ke apartemen kita pulang aja kangen ma kembar" Wienda berubah pikiran
Tyo hanya mengikuti semua keinginan istrinya. Tyo harap setelah liburan kondisi sikis istrinya lebih baik. Tidak mudah tersulut kemarahan dan yang terpenting tidak maunya sendiri.
Tyo berusaha memahami kalo ini semua karena hormon kehamilannya. Tapi ini udah keterlaluan. Dikehamilannya yang pertama tidak seperti ini. Masih terkontrol dengan baik.
Tyo membawa pulang kerumahnya dan meminta sopirnya membawa pulang putra kembarnya yang sekarang berada dirumah mamanya.
Begitu masuk kamar Wienda langsung merebahkan tubuhnya dengan perut yang mulai membuncit. Tidak berselang lama sudah terdengar hembusan nafas teratur dari Wienda. Sepertinya Wienda sudah tertidur tanpa mengganti bajunya terlebih dahulu.
__ADS_1
Semua kebiasaan Wienda selama ini hilang entah kemana sejak kehamilannya yang kedua ini. Tyo seperti melihat dua kepribadian dalam diri istrinya.
Tyo bergegas mandi melihat istrinya yang sudah terlelap. Hari ini benar-benar hari yang sangat melelahkan.
Sementara dikediaman Papa Andrew terjadi kekacauan yang disebabkan oleh cucu kembarnya yang membuat semua perabotan berantakan karena mereka berdua berlari dan menyenggol barang barang dan banyak yang pecah.
Melihat itu semua Mama Dewi maupun Papa Andrew cuma bisa ngelus dada. Mau dimarahi juga masih anak kecil. Tidak marah semua barang barangnya dari luar negeri.
"Sabar Opa ikhlasin nanti pasti ada gantinya" kata Mama Dewi menghibur suaminya yang udah cemberut.
"Iya Omaku sayang Opa ikhlas tapi sayang semua harus dibuang sia-sia" kata Papa Andrew
"Kalo ikhlas gak pakai tapi, itu cucuku lo yang ngrusakin. Kalo gak ikhlas bilang aja gak usah muter-muter " kata Mama Dewi
"Ikhlas sayang ikhlas beneran" kata Papa Andrew mencoba merayu istrinya
"Sayang kita mandi yuk udah sore ini " ajak Oma Dewi pada kedua cucunya
"Tiap Oma tantik" jawab Marvel
Oma Dewi mengandeng kedua cucunya kekamar dan diikuti para pengasuhnya.
"Urus mereka pusing kepalaku mbak" kata Mama Dewi
"Baik Nyonya" jawab susternya
Mama Dewi masuk kekamarnya sendiri dan segera merebahkan dirinya. Badannya lelah serta pikirannya melihat ulah kedua cucunya.
"Sepertinya dirumah mereka tidak berlaku sebrutal ini kalo lagi main" batin Mama Dewi
Suaminya yang keluar dari kamar mandi langsung memeluk istrinya begitu melihat istrinya ada diranjang tanpa mengenakan pakaiannya dulu.
"Mas udah mandi wangi" kata Mama Dewi
"Udah, mau mandi sini aku mandiin" tanya Papa Andrew
"Boleh dengan senang hati" kata Mama Dewi
Pasangan paruh baya itu masuk kekamar mandi dan kedua beraktivitas didalam bathtub.
Satu jam keluar dari kamar sudah mendapati cucunya rapi dan mau pulang kerumahnya karena sopir sudah menjemputnya.
"Oma Mavel puyang duyu ya" pamit Marvel
"Siapa yang jemput sayang" tanya Oma Dewi
"Sopil" jawab Marvel dengan suara cadelnya
"Iya hati-hati besuk main lagi sama Oma ya " kata Oma Dewi dan mengantar cucunya kemobil.
"Hati-hati dijalan jaga cucuku baik-baik " kata Mama Dewi pada sopir serta baby sitternya
"Iya Nyonya " jawab ketiganya serempak
__ADS_1
"Dada Oma " kata kembar bersamaan
"Bye sayang" kata Mama Dewi dan melambaikan tangannya