TYWI ( TYO WIENDA)

TYWI ( TYO WIENDA)
Merajuk


__ADS_3

Seminggu sudah Tyo dan keluarganya liburan di Bali. Setelah menjelajahi kota Bali Kini saatnya pulang kerumah. Menyambut kenyataan. Melakukan rutinitas yang membosankan.


Tyo jadi lebih over protective terhadap istrinya. Selama liburan Tyo memenuhi semua apa yang diinginkan istrinya. tapi setelah pulang kerumah Tyo tidak akan membiarkan istrinya bebas karena kehamilannya yang sudah besar serta dirinya yang sibuk dirumah sakit dan aktifnya sikembar membuat Tyo jadi manusia posesif.


"Mas Tyo, boleh gak hari ini aku mau ngumpul dirumah Cikha" tanya Wienda


"Ngapain dirumah Cikha, suruh mereka yang kesini, jangan kamu yang ngamperin mereka" kata Tyo


"Tapi mas udah janji " rengek Wienda


"Gak. Mas gak ngijinin kamu keluar"


"Sayang ingat kamu sedang hamil, perutmu besar. Diam dirumah jangan kemana-mana " kata Tyo tegas


"Mas kenapa kamu jadi nyebelin gini sih mas. Aku kerumah Cikha bukan mau jalan-jalan dirumah Cikha juga gak ngapa-ngapain " kata Wienda


"Udah tau disana gak ngapa-ngapain, ngapain ngotot banget pengen kesana. Ingat sayang Zaki masih disini. Gimana kalo tiba-tiba muncul dihadapanmu. Apa memang itu yang kamu mau?" kata Tyo


"Iya Wienda gak akan kemana mana. Puas kamu" ketus Wienda


"Hidup kok seperti burung dalam sangkar, mau ngapain aja baby aturannya" dengus Wienda


"Sayang mas nglakuin ini juga karena mas gak mau terjadi sesuatu pada kalian. Selama ini mas gak pernah kan minta kamu untuk ini itu. Ini pertama kalinya mas minta kamu untuk diam dirumah, tapi kalo menurut kamu mas udah keterlaluan ya maaf. Mas akan membiarkanmu bebas kemana pun bebas mau ngapain aja terserah mas gak peduli" kata Tyo


"Maaf" Wienda yang merasa bersalah langsung memeluk suaminya dan meminta maaf


"Gak perlu minta maaf. Mas yang salah terlalu menuntut kamu untuk mengikuti apa kata mas" jawab Tyo cuek


"Hiks.... maaf" kata Wienda dalam tagisannya


"Mas mau kerja dulu" pamit Tyo


"Ikut" rengek Wienda yang tidak mau melepaskan pelukannya


"Mas ada kunjungan dirumah sakit cabang" Tyo memberitahu

__ADS_1


"Ikut kemana pun. Dulu masih jadi CEO kemana pun pergi Wienda selalu dibawa" kata Wienda masih dengan memeluknya


Hah. Terdengar suara helaan nafas panjang menandakan kalo sang suami pasrah dengan maunya sang istri.


"Keadaannya beda sayang, sekarang kamu hamil, perjalanan dari rumah sakit pusat kerumah sakit cabang membutuhkan waktu berjam-jam, apalagi jalannya tidak semulus jalan disini. Kalo kamu ikut mas takut terjadi sesuatu sama kehamilanmu sayang" tolak Tyo lembut


"Bilang aja malu punya istri hamil gendut jelek" cemberut Wienda


"Astaghfirullah sayang" Tyo menghela nafas gak tau lagi gimana ngadepin istrinya yang manjanya sampai ubun-ubun.


"Mas batalin aja biar dokter lain yang kesana" katanya lagi.


Tyo tidak mau istrinya ikut karena perjalanan yang jauh serta jalan yang rusak. Apalagi keadaan istrinya dengan perut besar sangat beresiko melakukan perjalanan jauh.


"Tu kan, pasti ada sesuatu ni kenapa tiba-tiba dibatalin begitu Wienda pengen ikut. Oke fine. Wienda gak akan ikut kemanapun mas pergi Wienda juga akan dirumah aja. Biar kamu puas " kata Wienda dan berdiri dengan menghentakkan kakinya.


"Sayang sayang bukan gitu maksud mas, tolong ngerti sayang mas larang kamu ikut karena mas kawatir dengan kondisi kamu " Tyo berusaha menjelaskan tapi Wienda gak peduli.


"Bodo amat. Pergi dan gak usah balik lagi. Cari yang masih langsing gak gendut cantik" Wienda menutup pintu kamarnya dengan kencang sampai terdengar bunyi benda jatuh dan itu pas foto dibufet dekat pintu.


Berkali-kali Tyo mengetuk pintu kamarnya berharap sang istri mau membuka pintu. Udah 2 jam Tyo setia menunggu istrinya membuka pintu tapi tak kunjung terbuka juga. Tyo memutuskan mencari kunci cadangan.


"Bik kunci cadangan rumah ini dimana bik" tanya Tyo pada bibik.


"Setau bibik dulu disimpan dikamar Nyonya tuan" jawab bibik


"Bantu cari" kata Tyo beranjak menuju kamar Mamanya


"Buat apa tuan kunci cadangan" tanya bibik


"Wienda mengurung diri dikamar. Dari tadi aku gedor gedor pintunya gak dibuka buka, aku takut terjadi sesuatu bik didalam" kata Tyo sendu


"Kalo boleh tau kenapa tuan sampai Nyonya mengurung diri dikamar" tanya bibik


"Mau ikut kerumah sakit cabang dan aku gak ngijinin. Tadinya mau pergi kerumah temannya, aku gak kasih trus mau ikut kerumah kerja aku juga gak kasih karena aku mau ada acara dirumah sakit cabang tempatnya jauh jalannya juga rusak. Tyo cuma gak ingin terjadi sesuatu dengan kandungannya bik. Apa salah bik" jelas Tyo

__ADS_1


"Salahnya sih enggak tuan, tapi bumil itu klo moodnya udah buruk lama balik lagi goodmood. Tuan yang sabar ya. Nyonya seperti ini karena kehamilannya, kemarin kemarin Nyonya sangat mandiri dan gak seperti ini " kata bibik


"Tyo tau bik" jawab Tyo


"Ini tuan udah ketemu kuncinya, cepat buka kamarnya" kata bibik


Tyo segera berlari menuju kamarnya dan membuka pintu menggunakan kunci cadangannya. Tyo masuk mendapati istrinya yang meringkuk dikasur. Meski matanya terpejam tapi air matanya menetes. Tyo tau Wienda hanya pura pura tidur. Tanpa kata Tyo mendekap istrinya.


"Maaf sayang maaf buat kamu menangis"


"Mas minta maaf"


"Jangan seperti ini kasihan baby kita yang disini" Tyo mengusap lembut perut buncit istrinya.


"Sikembar juga nyariin mamahnya tu" kata Tyo dan menghapus air mata istrinya


"Mas aku juga minta maaf, aku juga gak tau kenapa aku jadi seperti ini" Wienda membalas pelukan suaminya


"Udah gak usah dibahas, yuk keluar jita tengokin jagoan kita" kata Tyo


"Ayo, aku cuci muka dulu" kata Wienda berlalu menuju kamar mandi.


Tyo menggandeng istrinya keluar kamar menuju ruangan yang sudah dipenuhi segala jenis mainan untuk putra kembarnya. Satu ruangan penuh isinya semua mainan Marvel dan Marvin.


"Hay para jagoan Papa" sapa Tyo


"Papa" teriak keduanya dan menghambur memeluk Papanya


"Papa gak kelja" tanya Marvel


"Enggak sayang, Papa mau menemani kalian main" jawab Papa Tyo


"Hole, Papa temeni main" sorak keduanya


Wienda hanya berdiri mematung menyaksikan tiga pria beda generasi sedang asik dengan mainannya.

__ADS_1


__ADS_2