
Wienda langsung masuk kamar mandi begitu sampai rumah. Wienda mengunci diri dalam kamar mandi. Sebenarnya tidak marah pada suaminya. Hanya mengerjai sedikit tidak dosa kan. Masa istri cantiknya dibilang singa. Menyebalkan.
Tyo segera menyusul istrinya. Anak-anak diserahkan pada pengasuhnya.
"Sayang buka pintunya" ketuk Tyo dari luar
Wienda masih asik dengan kegiatan mandinya. Dia tidak peduli dengan suara diluar. Bodo amat dengan suaminya salahnya sendiri ngatain istrinya singa galak. Tyo terus menggedor-gedor pintu.
"Sayang please buka pintunya" teriak Tyo. Wienda beranjak menuju pintu dengan santai tanpa penutup apapun. Tyo langsung mendekap tubuh basah istrinya.
"Lepas aku dah selesai mandi" kata Wienda dengan mendorong dada bidang suaminya.
Bukannya melepaskan pelukannya malah mempererat.
"Mas" Wienda menggigit bahu suaminya
"Sakit yang kok digigit" protes Tyo
"Katamu aku singa galak"
"Siapa yang mbolehin masuk"
"Tidur diluar" kata Wienda
"Ya elah sayangku masa mas harus tidur diluar. diluar dingin gak ada yang dipeluk" kata Tyo modus
"Bawa bantal sama guling, peluk tu guling sepuasnya" Wienda
"Kalo gulingnya kamu mau aku tidur diteras pun jadi deh asal berdua dengan cintaku" Tyo
"Gombal gak mempan"
"Minggir aku mau pakai baju" Wienda
Tyo malah melahap bibir tipis istrinya. ciumannya semakin dalam. Tyo mengabsen seluruh mulut Wienda. Awalnya Wienda menolak tapi lama-lama terbuai juga.
"Ehm" Wienda melenguh
Tyo semakin semangat mendengar lenguhan istrinya. Tyo tidak menyia-nyiakan kesempatan. Segera melancarkan aksinya membawa istrinya keranjang dan terjadilah penyatuan keduanya.
Wienda terkapar tak berdaya setelah sejam keduanya berperang badan. Tyo menarik selimut menutupi tubuh polos istrinya dan dirinya masuk kamar mandi membersihkan diri.
__ADS_1
Tyo terkejut keluar dari kamar mandi sudah dihadang istrinya.
"Hay yang kok dah bangun gak capek, apa mau lagi" goda Tyo
"Siapa yang nyuruh kamu masuk kamar" sungut Wienda
"Ini kan kamar kita jadi ya gak ada yang nyuruh buat masuk kamarnya sendiri" jawab Tyo santai.
"Malam ini tidur diluar. Ini" Wienda menyerahkan guling serta selimut pada suaminya
"Ya ampun sayang tega banget sih dingin lo diluar" melas Tyo
"Bodo amat" Wienda mendorong tubuh suaminya.
"Yang yang sayang pleasee buka pintunya, mas mau tidur meluk sayangku" kata Tyo diluar kamar.
Wienda masuk kembali kedalam selimut tebalnya. Berusaha memejamkan mata. Tapi nyatanya hatinya tidak bisa dipungkiri kalo dirinya tidak akan bisa tidur tanpa pelukan suaminya.
Jam 11 Wienda keluar kamar mencari keberadaan suaminya yang bikin gemas. Melihat sosok yang dicari tengah meringkuk disofa depan TV Wienda segera menyusul dan masuk kedalam selimut suaminya.
"Kok nyusul keluar" tanya Tyo
"Gak bisa bobok, pengen bobok sambil dipeluk" manja istrinya
"Habisnya mas nyebelin masa ngata ngatai Wienda. Wienda kan istri mas" manyun Wienda
"Maaf" Tyo menarik tubuh istrinya
"Pindah disini gak bisa tidur"
"Mas gendong" manja Wienda
Tyo geleng-geleng kepala tapi tetap melakukan apa yang diminta istri manjanya. Begitu sampai kamar keduanya langsung tertidur karena capek kegiatan mereka sebelum pisah kamar. Wienda sosok manja tapi sangat dicintai Tyo. Baginya Wienda sudah menjadi candu dalam hidupnya. Begitu juga sebaliknya. Wienda pun juga sangat membutuhkan suaminya.
"Dad udah dua minggu lebih Daddy gak ketempat Nyonya Rina" tanya Cikha hati hati
"Kamu gak suka Cik kalo Daddy lebih banyak waktu disini" tanya Daddy Johan
"Kalo bisa Daddy hanya jadi milik Cikha seorang, tapi nyatanya Cikha harus berbagi kan. Dalam poligami harus bersikap adil dad, jangan berat sebelah. Kalo seperti ini bukan ketenangan yang kudapat tapi malapetaka. Dijamin besuk dia datang kemari dan ngamuk-ngamuk ngata ngatai aku segala macam trus Daddy hanya diam menyaksikan pertengkaran kami" Cikha
"Meskipun Daddy gak nginep disana Daddy menyempatkan waktu ngunjungi dia siang hari Cik, jadi jangan dikira Daddy tidak datang padanya" jawab Johan
__ADS_1
"Tetep aja Daddy, dia mana mau ngerti keadaan orang lain" Cikha
"Terus maumu Daddy sekarang ketempat Rina gitu" kesel Johan
"Iya" jawab Cikha singkat
"Astaga Cikha" Johan
"Johan Johan" teriak seseorang memanggil tuan rumah
"Seperti suara Rina" kata Johan didalam kamar
"Baru juga diomongin udah nongol" Cikha
"Johan" panggil Rina kembali
"Ada apa sih teriak malam-malam, ganggu anakku tidur" kata Johan
"Disini kamu enak-enakan, putrimu Stevani dalam masalah apa kamu tau" tanya Rina
"Masalah. Stevani kena masalah apa" tanya Johan
"Itu Stevani tertangkap satpol PP" jawab Rina gugup
"Tertangkap satpol PP apalagi ini" Johan murka
"Daddy putri kesayanganmu tertangkap razia satpol PP sedang mesum dikamar hotel dengan seorang pria" jawab Cikha santai
"Apa. Darimana kamu tahu Cik" tanya Johan
"Ni" Cikha menyodorkan hpnya
Johan terbelalak kaget melihat berita tentang putrinya.
"Kemarin ngata ngatai Cikha perempuan murahan pelacur ****** dan masih banyak lagi sumpah serapah yang keluar dari bibir manis putrimu. Lihat sekarang siapa yang pantas disebut semua itu?" tanya Cikha
Rina tertunduk diam mendengar ucapan Cikha
"Bukan itu aja dad bahkan istri tercintamu ini juga terlibat dengan skandal memalukan itu" kata Cikha santai
"Apa darimana kamu tahu semua Cik, aku aja gak tau" tanya Johan
__ADS_1
"Daddy gak tau karena Daddy menutup mata saking cintanya Daddy. Daddy itu laki-laki terhormat tapi dengan mudah dijadikan alas kaki sama istri dan anak sendiri. Dan bodohnya dia sama sekali gak nyadar" geram Cikha
Rina sudah tidak punya pembelaan apapun untuk menutupi aibnya. Cikha puas melihat Johan syok dan Rina mati kutu.