TYWI ( TYO WIENDA)

TYWI ( TYO WIENDA)
Keinginan Tyo


__ADS_3

Hari ini rumah sedikit ramai, karena Mama nginep disana. Setelah makan malam Tyo bicara serius dengan Mama Dewi diruang kerjanya.


"Ada apa Yo minta Mama kesini" tanya Mama


"Ma duduk dulu" kata Tyo


"Sepertinya serius" Mama Dewi


"Ma, Tyo ingin memberikan saham kita 25 persen buat Sakti dan Sakti yang akan jadi CEOnya, apa Mama setuju" tanya Tyo


"Memangnya kenapa" tanya balik Mama


"Tyo butuh metime dengan istriku juga anak anak" jawab Tyo


"Tapi kenapa harus memberikan saham dan CEO" Mama Dewi


"Mama gak setuju ya" Tyo


"Berikan Mama waktu untuk memikirkan ini" Mama berdiri meninggalkan Tyo


"Tyo harap Mama gak kecewa ma Tyo"


"Dari awal Tyo tidak menginginkan terjun ke dunia bisnis"


"Jadi Tyo..... maaf ma Tyo jujur gak sanggup" kata Tyo


"Mama ngerti" Mama Dewi


" Terimakasih ma" Tyo


Mama keluar dari ruang kerja anaknya. Mama masuk kekamarnya. Suaminya tengah duduk disofa.


"Mas" Mama Dewi memeluk Papa Andrew


"Ada apa" tanya Papa Andrew lembut


"Tyo ingin mundur dari perusahaan dan menyerahkan pada Sakti" kata Mama Dewi

__ADS_1


"Kenapa" Papa Andrew


"Dari awal Tyo tidak ingin diperusahaan, dia memilih jadi dokter dan mendirikan rumah sakit sesuai dengan cita-cita dulu, tapi karena Vio meninggal jadi terpaksa Tyo yang harus mengambil alih perusahaan" jelas Mama Dewi


"Biarkan Tyo bahagia dengan pilihannya" Papa Andrew


"Maksud mas" Mama Dewi


"Tyo bukan anak kecil, semua yang dilakukan pasti sudah diperhitungkan dengan matang baik buruknya, jika Tyo mempercayakan pimpinan itu pada Sakti pasti Tyo punya pandangan sendiri yang menurut dia baik untuk masa depan perusahaan" Papa Andrew


"Jadi aku harus setuju" Mama Dewi


"Katakan sesuai dengan hati nuranimu" Papa Andrew


"Makasih mas" Mama Dewi


"Makasih doang" Papa Andrew


"Ish gak usah modus, udah tua juga" Mama Dewi


"Mas nanti didengar cucu kita" Mama Dewi


"Gak mungkin dengar, paling yang dengar Tyo" Papa Andrew sudah menggrayangi tubuh istrinya


"Mas.....ehm" Mama Dewi


"Nikmati masa tua kita dengan bercinta sepuasnya" Papa Andrew


"Udah tua tapi mesumnya kebangetan" Mama Dewi


"Hehehe kita kan sama, aku gak mungkin mesum sendiri, pasti berakhirnya berdua dengan ******* erotismu itu" Papa Andrew


"Mas..... gak tahan" Mama Dewi


"Hahahaha" Papa Andrew


Berakhirlah kedua pasangan senior itu merengkuh kenikmatan dengan berbagai gaya. Tenaganya tidak kalah dengan yang muda. Mama Dewi bahagia mempunyai suami yang mampu memenuhi nafkah batinnya yang sudah lama kering.

__ADS_1


Sementara dikamar berbeda Tyo duduk dibalkon kamarnya. Memejamkan mata menikmati semilir angin malam. Tyo tidak menyadari kalo istrinya sudah duduk disampingnya. Karena tidak ada respon dari suaminya Wienda malah beralih duduk dipangkuan suaminya. Tyo membuka mata dan tersenyum melihat istrinya duduk ngangkang dipangkuannya.


"Gak dingin mas disini" tanya Wienda


"Tadinya dingin tapi sekarang udah gak lagi" jawab Tyo


"Kok bisa" tanya Wienda


"Ni penghangatnya" Tyo meremas payudara Wienda


"Mas" protes Wienda


"Apa sayang" Tyo


"Geli" Wienda


"Mas udah ngomong sama Mama" kata Tyo


"Trus apa kata Mama" tanya Wienda


"Mama belum ngasih Jawaban, katanya butuh waktu tuk berpikir" jawab Tyo


"Sabar aja, semua akan baik-baik saja" Wienda


"Kamu gak papa kan punya suami cuma dokter" tanya Tyo


"Mas Wienda cinta sama mas bukan karena mas dokter atau mas CEO, Wienda cinta mas apa adanya. Mau mas Tyo dokter CEO sopir bodyguard atau apapun yang penting tidak jadi pengangguran Wienda akan tetap ada buat mas Tyo" kata Wienda


"Makasih ya sayang" kata Tyo


"Sama-sama mas, apapun keadaannya nanti yang penting kita selalu bersama" kata Wienda


"Iya mas janji kita akan selalu bersama sama sampai maut memisahkan kita" Tyo


"Udah ah mas capek Wienda ngangkang terus" Wienda


Tyo berdiri dan membopong istrinya keranjang. Tyo ******* bibir Wienda yang sudah menjadi candu baginya. ******* demi ******* mengabsen setiap inci tubuh Wienda. Desahannya mulai bersahutan menjadi musik pengiring pergulatan panas mereka

__ADS_1


__ADS_2