
Dua minggu sudah Wienda dirawat dirumah sakit. Sebenarnya luka jahitannya sudah mengering, tapi dasar dokter Tyo yang sangat overprotektif pada istri dan anaknya Tyo tidak mengijinkan Wienda pulang ke rumah sampai lukanya benar-benar sembuh.
"Mas aku dah sembuh bosen dikamar mulu" kesel Wienda
"Gak usah protes kalo mau keluar bisa kan kebalkon" kata Tyo tanpa mau dibantah
"Ini rumah sakit aku yang punya jadi aku bebas menentukan kapan kamu harus pulang ke rumah atau tetep tinggal disini" imbuhnya
"Mas please pulang ya aku dah sehat aku butuh suasana baru, aku tau ini rumah sakit punya mas, pulang ya ya please" rengek Wienda dengan mata berkaca-kaca
Tyo tidak bisa mengatakan tidak istrinya sudah mengeluarkan jurus andalan. MEMELAS.
"Mas ganteng deh apalagi kalo ngijinin istrinya yang cantik ini pulang. Aku dah kangen ma ranjang kita mas please pulang ya" mohon Wienda
"Gak mempan rayuanmu sekali tidak tetap tidak" tegas Tyo
"Ya udah kalo gitu aku gak mau liat mas lagi, keluar" Wienda merajut
"Ayolah sayang ini semua mas lakukan demi kebaikanmu juga" Tyo melemah
"Ini baik buat mas tapi tidak buatku. Kalo mas sayang dan peduli ma aku mas ngijinin aku pulang. Aku itu bosan mas disini BOSAN ngerti gak BOSAN. Wienda menegaskan kata bosan
"Tar mas pikirin, sekarang makan dulu ni bibik dah buatin kamu sarapan. Sini mas suapin" Tyo menyuapi sesendok nasi
"Mas beneran pulang ya" sambil mengunyah makanannya Wienda tetap merengek minta pulang
"Astaghfirullah Wienda habisin makanannya dulu" kata Tyo
"Kok mas gak makan" tanya Wienda
"Mas tadi dah sarapan dirumah" jawab Tyo
"Tu kan bahkan sekarang makan aja gak mau bareng, pantesan gak ngijinin aku pulang. Ya udah kalo gitu sekalian Wienda gak usah pulang, biar mas puas" Wienda merajut
"Astaghfirullah Wienda gak ada hubungannya sayang. Oke fine hari ini pulang" Tyo ingat ucapan Mamanya kalo habis melahirkan mungkin terkena sindrom babyblues
"Serius mas" Wienda langsung memeluk suaminya tidak lupa menciumi seluruh wajah suaminya
__ADS_1
Tyo tersenyum melihat istrinya senang banget mendengar kata pulang.
"Tapi nanti sekarang mas masih mau kerja" kata Tyo
"Siap masku sayang. I ♥️ U" ucap Wienda
"I ♥️ U too wife"
Tok....tok....tok....
"Masuk" kata Tyo
"Permisi dok, mau mengantar baby twins" kata perawat
"Terimakasih sus" kata Tyo
"Sama-sama dokter. Ini Nyonya baby-nya dah ganteng" kata perawat menyerahkan sikembar
"Sus punya keluarga atau kerabat yang bisa jadi pengasuh sikembar gak, kalo ada dan cocok dengan istri saya mungkin bisa bekerja dengan saya" tanya Tyo
"Kebetulan dok adik ipar saya butuh pekerjaan mungkin bisa jadi baby sitter nya sikembar, dia butuh banget dok kerjaan buat menyambung hidup kan suaminya lagi sakit jadi gak bisa kerja" kata suster
"Udah Nyonya anaknya udah SMP umurnya kira kira 30 an kalo Nyonya berminat biar saya hubungi Nyonya biar dia datang kesini" kata suster
"Kenapa gak ngambil dari yayasan aja Nya" tanya perawat satunya
"Belum ada, kemarin dah cari tapi gak nemu yang pas" kata Tyo
"Hubungi adiknya ya kalo bisa besuk dah mulai kerja soalnya hari ini saya pulang" kata Wienda
"Baik Nya, kalo gitu kami permisi" pamit si perawat
"Silahkan" kata Wienda
"Ya udah mas juga kerja dulu, biar bik Ulfa nanti yang beresin barang-barangnya kamu istirahat aja" pamit Tyo dan mencium kening pipi hidung tak lupa bibir sexinya
"Mas" panggil Wienda
__ADS_1
"Apa" Tyo berbalik badan yang udah diambang pintu
"Gak ada" jawab Wienda
Tyo gemas mendengar jawaban istrinya berjalan kembali kearah istrinya dan langsung menyambar bibir yang sudah menjadi candu baginya.
"Ehmmmm" guman Wienda
"Kalo bukan karena kamu habis melahirkan udah ku makan habis kamu" kata Tyo mengelap bibir basah istrinya
"Maaf" kata Wienda
"Ya udah mas berangkat ya, hari ini mas kekantor" kata Tyo
"Iya hati-hati ya gantengku" kata Wienda
"Jangan mancing kalo gak bisa tanggung jawab" kata Tyo segera pergi meninggalkan istrinya.
"Begini ni kalo suami dah kerja disini gak ada kegiatan sendiri sikembar juga bobok jenuh banget kan. Dia mah enak bisa pergi sana sini dengan mudah la aku jalan aja susah liat depan putih belakang putih kiri kanan putih. Lama-lama hidupku gak ada warnanya juga" Wienda bicara sendiri
Sementara Tyo dikantornya banyak kerjaan yang harus segera diselesaikan. Untung Sakti bisa diandalkan.
"Sakti kamu dah dapat baby sitter nya" tanya Tyo ditengah-tengah kerjanya
"Udah tuan tapi masih satu yang dapat" kata Sakti
"Suruh hari ini juga datang kerumah sakit karena Wienda bersikeras mau pulang hari ini juga" kata Tyo
"Baik tuan" patuh Sakti
"Sakti kok aku ngerasa kalo didepanya Wienda aku ibarat kucing dihadapan macan yang siap menerkam mangsanya" kekeh Tyo
"Bukan tuan saja aku juga gitu, kita laki-laki kalo udah didepanya istri udah gak mampu berkutik lagi" curhat Sakti
"Sikap mereka sok imut banget padahal garangnya melebihi macan kelaparan" keduanya tertawa lepas membicarakan istri mereka
"Kata orang hati wanita selembut sutra tapi mampu meruntuhkan batu karang" timpal Sakti
__ADS_1
"Aku juga heran Sakti gak ada menangnya kalo istri dah ngomong, ngadapin orang orang penting aja gak bikin kita grogi tapi ngadapin istri ngamuk bikin cenat cenut kepala" kembali keduanya tertawa
"Wanita bisa jadi singa galak kita laki- laki malah jadi kucing imut didepanya" tambah Tyo