
Jam 10 Tyo membuka mata. Tyo perlahan turun dari ranjang dan menuju kamar mandi guna membersihkan diri. Tidak berselang lama Tyo sudah keluar dengan penampilan yang rapi dan yang pasti gagah. Tyo naik keranjang tuk membangunkan Wienda istrinya.
"Sayang bangun udah siang ni" Tyo mengelus elus pipi Wienda
"Hmm" guman Wienda
"Dah siang sayang ayo bangun" Tyo mengecup kening dan beralih kebibir Wienda
"Mas" Wienda membuka mata melihat suaminya dah rapi Wienda menarik selimut lagi hingga kepalanya
"Kok malah ditutup, udah siang ni ayo bangun, kita harus segera pulang" kata Tyo
"Malu" ucap Wienda
"Malu, kenapa" tanya Tyo
"Suamiku dah ganteng gini, sedang aku masih muka bantal" kata Wienda
Tyo menarik selimut yang menutupi istrinya.
"Ngapain malu, udah ayo mandi" tanpa aba-aba Tyo langsung menggendong Wienda masuk kamar mandi dan mendudukkan di closet.
"Mau mandi sendiri apa dimandikan" tanya Tyo
"Mandi sendiri" jawab Wienda cepat
"Mas Tyo keluar aja"
"Kalo butuh bantuan panggil aku, mandinya gak pakai lama" Tyo pergi meninggalkan Wienda sendiri
Wienda segera mandi. Tidak sampai 15 menit udah selesai. Wienda celingak-celinguk mencari handuknya tapi tidak ditemukan terpaksa Wienda memanggil suaminya
"Mas....mas Tyo bisa minta tolong" teriak Wienda
"Apa" Tyo
__ADS_1
"Hehehe..... gak ada handuk, gak bawa baju ganti juga, bisa tolong ambilkan" tanya Wienda
Tyo berjalan mengambil handuk dan menyerahkan pada Wienda.
"Ni" Tyo menyodorkan handuk
"Makasih mas suami" balas Wienda
"Hmmm gak usah ngrayu tar ku makan kamu" jawab Tyo
Wienda mengangkat dua jari membentuk V. Wienda segera membungkus tubuhnya dengan handuk. Wienda keluar kamar mandi menuju lemari cari baju ganti. Begitu berputar badan Wienda menabrak dada bidang. Wienda kaget.
"Mas..... ngagetin aja" protes Wienda
"Mau kemana" tanya Tyo
"Pakai baju kekamar mandi" kata Wienda
"Pakai baju disini aja" perintah Tyo
"Mau pakai disini apa gak pakai baju sama sekali" sarkas Tyo
"Itu bukan pilihan" kata Wienda
"Bukan pilihan tapi perintah dan harus" kata Tyo tegas
"Ih.... mas" Kesel Wienda
"Cepet" interupsi Tyo
Terpaksa Wienda memakai baju didepa Tyo suaminya. Wienda melepas handuk begitu saja. Memakai pakaian dalamnya. Tyo yang memperhatikan istrinya telanjang, membuat juniornya protes dibawah sana. Tyo segera keluar takut tidak bisa mengendalikan dirinya melihat pemandangan indah didepan mata.
Wienda sudah turun dengan penampilan yang sederhana tapi mampu membius Tyo. Memakai jeans hitam sweter pink serta sneaker warna senada. Tyo yang duduk di sofa ternganga melihat penampilan istrinya.
"Kenapa hanya pakai pakaian seperti ini membuat kamu secantik ini" puji Tyo dan langsung menyambar bibir istrinya karena gak tahan
__ADS_1
"Udah cantik dari lahir bang" jawab Wienda pd
"Kalian dah mau berangkat sekarang" tiba-tiba ayah udah duduk disofa depan Tyo
"Ayah... iya yah kita mau pulang sekarang" jawab Tyo
"Kalian hati-hati dijalan, gak makan siang dulu kalian kan belum sarapan" tambah Bunda
"Iya bun emang kita lapar ni, maaf ya Bun Wienda gak bantuin Bunda tadi" kata Wienda gak enak
"Gak papa Bunda ngerti kok" jawab bunda
"Ayah bunda terimakasih ya udah jaga Wienda udah ngrawat Wienda udah sayang ma Wienda pokoknya semua yang udah ayah ma Bunda lakuin buat Wienda, dan Wienda belum bisa buat ayah sama Bunda bangga" kata Wienda yang meneteskan air mata
"Ngomong apa sih, semua yang ayah dan bunda lakuin itu udah jadi tanggungjawanya ayah sama Bunda sebagai orang tua kamu, jadi itu tidak seberapa, setiap orang tua pasti akan nglakuin hal yang sama jadi jangan berkata seperti itu" kata bunda
"Sekarang semua tanggung jawab ayah terhadapmu udah diambil alih sama suamimu, jadilah istri yang berbakti pada suami, surganya istri ada pada suami" tambah ayah
"Makasih ayah. Tyo tidak akan janji tapi Tyo akan membuktikan semua seiring berjalannya waktu Tyo mampu membahagiakan istri Tyo" jawab Tyo
"Ayah pegang kata-katamu" kata ayah
Wienda memeluk ayah dan bundanya bergantian. Selesai acara pelukan Wienda mengajak Tyo mengisi perut yang belum terisi dari pagi. Acara makan udah selesai. Tyo dan Wienda berpamitan pada ayah dan bunda
"Ayah Wienda pamit ya" kata Wienda mencium punggung tangan ayah
"Jadi istri yang baik jangan lupa sholat" pesan ayah
Wienda mengangguk
"Bunda Wienda pamit ya" Wienda melakukan hal yang sama
"Hati-hati ya. Sekarang dah jadi istri jaga kelakuan ajaibmu" kata bunda
"Bunda apaan sih" kata Wienda
__ADS_1
Tyo melakukan hal yang sama seperti yang Wienda lakukan. Mereka berdua keluar dari rumah ayah Budi dan Bunda Sandra.