
Hari ini ketiga wanita cantik yang bersahabat itu berkumpul dirumah Wienda.
Hal biasa jika ketiganya sedang berkumpul kehebohan akan terjadi. Seperti siang ini.
"Hay ganteng" sapa Cikha pada Marvel dan Marvin
"Hay tante" balas keduanya
"Salim dulu sama tante Cikha dan tante Sesha" kata Wienda
"Mbak bawa anak-anak main diruang main" perintah Wienda pada baby sitternya
"Baik Nya, ayo aden kita main ditempat main" kata baby sitter menggendong anak asuhannya. Begitu juga dengan baby sitter bayi Cikha dan Sesha
"Bumil makin cantik aja"
"Makin terpancar auranya" kata Sesha
"Bisa aja kalian " jawab Wienda dengan wajah merona
"Doain aku juga segera nyusul" kata Cikha
"Pasti, Sesha gimana" tanya Wienda
"Aku tar dulu, nunggu Sakha umur 4 tahun gitu baru proses pembuatan adik baru" jawab Sesha
"Kelamaan" kata Wienda
"Gak papa yang penting happy" balas Sesha
"Cik kemarin lihat Daddy dilampu merah. Mukanya udah mirip lampu merah serem banget lo gak takut Cik " cerita Sesha
"Gara gara itu jalanku aneh gini" jawab Cikha
"Maksudnya lo kena KDRT" kepo Wienda
"Bukan, kemarin pulang dengan emosi memuncak. Dan ketika marah untuk meredamnya tau lah gak usah dijabarin" kata Cikha menggantung
Wienda dan Sesha menggeleng"Gak tau" jawab keduanya kompak
"Haish kirain dah pinter" Cikha
"To the point gak usah muter-muter" Sesha
"Maksudnya kalo Daddy lagi marah untuk meredam kemarahannya dengan menyatukan milik kita. Bercinta you now" Cikha
"Ooo..... jadi kelamaan digempur jadi jalannya aneh gini" Wienda
"Yap bener banget" Cikha
"Emang berada lama" Sesha
"Dari pulang jam 3 sore sampai pagi tadi aku gak dikasih kesempatan keluar kamar bahkan turun dari ranjang aja gak bisa" Cikha
"Ha gila" Wienda Sesha kompak
"Jam 3 sampai pagi, gila lebih 15 jam dong" Sesha
__ADS_1
"Tapi ya gak terus menerus ada jeda karena ketiduran"Cikha
"Kirain tanpa jeda, berapa ronde" Wienda
"Ada kali ya lima, staminanya gak ada matinya" Cikha
"Wih 4 jempol untukmu Cik" Wienda yang diangguki Sesha
"Aku aja sebelum tidur ma bangun tidur pagi aja dah kewalahan" Sesha
"Kalo hari normal gak lagi emosi tingkat dewa juga cuma 2X. Salah aku sendiri sih pernah ngomong kalo marah lampiasin aja ke Cikha" Cikha
"Senjata makan Nyonya..... hahaha" tawa Sesha
"Tapi lo nikmati juga lihat matalo berbinar-binar dari tadi" Wienda
"Jelaslah dibuat melayang siapa yang gak seneng" Cikha
"Kalo kerja kejar waktu gitu pasti cepat jadi" Sesha
Hahahaha ketiganya tertawa terbahak bahak. Berkumpul membahas hal yang tidak berfaedah menjadi kebiasaan ketiganya. Ketiganya tidak ragu membahas masalah ranjang.
Meski diawal pernikahannya Cikha sempat menghindar karena malu harus jadi yang kedua.
"Dan gara gara kakak sepupu lo yang maksimal nyebelinnya aku jadi pelakor" Cikha
"Dasar jiwa pelakor lo kalo dah keluar ngeri juga" Sesha
"BTW gimana kabar kakak sepupu lo itu Wienda, masih hidup apa udah didasar laut" Cikha
"Punya malu juga rupanya" Cikha
"Gimana kalo kalian ketemu" Sesha
"Ya gak gimana gimana. Daddy nyentuh gue 2X aja aku dah lupa pernah disakiti ma tu manusia" Cikha
"Dia nyesel banget Cik katanya" Wienda
"Bukan urusan gue lagi" Cikha
"Sebenarnya istrinya itu adik teman kuliahnya. Karena mabuk dan secara kebetulan gadis itu lewat didepannya tanpa basa-basi langsung disantap" Wienda
"Makanan kali disantap" Sesha
"Banget apalagi masih segelan, makanya mas Rega mau menikahinya" Wienda
"Kejadian sebelum apa sesudah dari sini" Sesha
"Satu bulan sebelum kesini" Wienda
"Tenang Cik dapat gantinya hot Daddy" Sesha
"Kalian mikir gak kalo aku wanita jahat" Cikha
"Jahat kenapa " Wienda
"Jadi pelakor " Cikha
__ADS_1
"Gak emang jodohmu begitu cara datangnya" Wienda
"Untung ada anak tiri lo Cik waktu itu, kalo gak ada Stevani gak tau deh nasibku gimana" Sesha
"Dan karena itu pula Stevani sama si sapi itu dendam banget ma gue" Cikha
"Maaf ya cik" kata Sesha
"Santai. Lo nganggap gue temen kan" Cikha
"Kita BFF" Sesha dan ketiganya berpelukan
Tak terasa obrolan mereka yang tak guna sudah 3 jam lebih. Suami Wienda sudah pulang dari rumah sakit.
"Assalamualaikum" ucap Tyo
"Wa'alaikumsalam"jawab ketiganya
"Udah pulang mas"Wienda menghampiri suaminya dan mengambil tangannya untuk dicium dan Tyo memberikan kecupan hangat dikeningnya tak pernah absen bibir seksi istrinya
"Gue tinggal bentar ya" pamit Wienda pada dua temannya.
"Ya" jawab keduanya
Wienda mengikuti langkah suaminya masuk kamarnya.
"Nau mandi sekarang pa nanti" tanya Wienda
"Sekarang"jawab Tyo
"Aku siapin dulu airnya" Wienda
"Makasih cinta" Tyo
"Its oke" Wienda
Setelah menyiapkan air dan pakaian suaminya serta membuatkan teh hangat Wienda kembali pada teman-temannya
"Wien kayaknya gue udah dijemput, gue balik dulu ya" pamit Cikha yang sudah menggendong putranya
"Hati hati" Wienda
"Lo gak usah pulang biar Sakti yang jemput" Wienda bicara dengan Sesha
"Nungguin dijemput istirahat sana biar nanti kuat seperti Cikha hahahaha" tawa Wienda
"Kamu juga balik kekamar kasihan mas Tyo" Sesha
Wienda dan Sesha menuju kamar masing-masing. Sesha disini juga punya kamar sendiri begitu juga dengan Tyo Wienda dirumah Sesha juga punya kamar sendiri.
"Mereka udah pulang" tanya Tyo
"Cikha pulang Sesha istirahat dikamarnya" Wienda
"Sini"Tyo menepuk sofa kosong diampingnya.
Wienda melangkah menuju arah suaminya. Begitu Wienda duduk Tyo merebahkan kepalanya dipangkuan istrinya. Wienda mengelus elus rambut suaminya. Dan Tyo menciumi serta mengelus elus perut istrinya. Hal itu dilakukan diwaktu santainya.
__ADS_1