
Jam 10 pagi Tyo dan Wienda mendarat dibandara Ngurah Rai Bali. Wienda jadi membawa putra kembarnya. Mereka menginap diresort miliknya. Sebelum kedatangannya resort tersebut telah dikosongkan karena Tyo tidak mau ada yang mengganggu acara my time dengan keluarganya.
"Mas kok tempatnya sepi" tanya Wienda
"Udah mas kosongkan dari kemarin, mas gak mau ada yang mengganggu liburan kita" jawab Tyo
"Mas berlebihan banget sih" kata Wienda
"Buat istri dan anak-anak mas harus memberikan pelayanan extra. Mas tidak mau mengambil resiko jadi lebih baik tempatnya dikosongkan " jawab Tyo
"I love you my hubby" kata Wienda
" Love you too wife" jawab Tyo
"Mas kita panggil aja Mama sama Papa biar ikut liburan disini" kata Wienda
"Katanya gak mau ada yang gangguan " tanya Tyo
"Mereka orang tua kita ya gak mungkinlah mengganggu malah mereka bisa membantu mengawasi putra kita disini" kata Wienda
"Coba hubungi Mama, siapa tau Mama mau" kata Tyo
"Ok cinta " kata Wienda dengan senyum manisnya
"Jangan senyum seperti itu " kata Tyo
"Kenapa" tanya Wienda menggoda
Tidak menjawab Tyo langsung menyambar bibir seksi istrinya. Wienda tertawa senang mendapat serangan mendadak dari suaminya. Karena emang itu tujuannya.
Seharian Tyo dan Wienda tidak beranjak dari kamarnya. Mereka bergelung dalam selimut tanpa penghalang. Bahkan makanan mereka dibawa kekamar. Tyo sangat memanjakan istrinya. Apapun dilakukan asal istrinya senang.
"Sayang, mas mau nengokin kembar dulu ya" ijin Tyo pada istrinya
"Heeh, jangan lama-lama" pesan istrinya
"Siap sayangku" Tyo mengangkat tangannya hormat
Wienda senang suaminya begitu perhatian padanya juga putranya. Wienda beruntung mendapatkan suami yang super sempurna tentunya versinya Wienda. Udah ganteng baik tajir dan yang paling penting sayang dan cinta ma keluarganya.
"Andai kaleng bekas tidak mendarat dikepalaku mungkin tidak akan ada kebahagiaanku yang seperti ini" kata Wienda dengan senyum merekah.
Awal pertemuan yang tidak disengaja justru membawa pada kehidupan yang lebih baik. Wienda bersyukur atas apa yang didapat dalam hidupnya.
Bentuk syukurnya kali ini dengan memberangkatkan ayah bundanya pergi umroh sambil menanti antrian panggilan untuk menunaikan ibadah haji.
Air matanya menetes membasahi pipi mulusnya. Wienda menangis bahagia. Wienda segera menghapus jejak air matanya dan menyusul suaminya. Wienda juga ingin bersama dengan kedua jagoannya.
__ADS_1
"Kok nyusul yang" tanya Tyo yang heran melihat istrinya sudah berdiri didepannya.
"Kelamaan nunggu mas ya" kata Tyo lagi
Wienda menggeleng. "Wienda kan kesini mau liburan bukan mau semedi dikamar. Jadi malam ini kita makan diluar sepertinya menarik" kata Wienda yang udah duduk didepan suami serta putranya.
"Yakin ini udah malam mau makan diluar" tanya Tyo ragu
"Yakin bawa kembar juga" kata Wienda
"Ini malam sayangku gak baik buat anak-anak, biar anak-anak makan disini saja. Kalo kamu mau makan diluar kita berdua aja" kata Tyo memberi pengertian.
"Kalo gitu kita makan disini saja, pesankan makanannya" kata Wienda
"Siap sayangku " jawab Tyo dan segera menghubungi pihak resort untuk mengantarkan makan malamnya kekamar dengan menu terbaik.
"Mas" panggil istrinya
"Hm" jawab Tyo
"Disini selain resort ini punya apalagi mas" tanya Wienda
"Punya kamu sayang " jawab Tyo asal
"Mas serius " kata Wienda
"Pengen tau aja " jawab Wienda
"Cuma resort ini sama hotel di Kuta" jawab Tyo
"Kenapa kita tidak nginap di Kuta" tanya Wienda
"Disana terlalu ramai pengunjung, kalo mau booking seperti ini kasihan pengunjung lain" kata Tyo
"Besuk kita kebedugul bisa" tanya Wienda
"Insya Allah kita besuk kesana, tapi jauh lo dari sini" kata Tyo
"Butuh sekitar satu setengah jam perjalanan, gak capek nanti sampai sana" tanya Tyo
"Jauhan sini Bedugul apa sini Malang " tanya Wienda
"Is bisa aja jawabnya" kata Tyo
"Makan dulu besuk kita kesana" kata Tyo mengakhiri pembicaraannya.
Sesuai yang telah disepakati hari ini Tyo membawa keluarga kecilnya ke Bedugul Bali. Mereka mengunjungi danau Beratan serta mampir dikebun Raya Bedugul yang jaraknya hanya sekitar 3 km dari danau.
__ADS_1
Wienda seneng bisa memanjakan matanya. Memandangi pura ditengah danau. Pengen mendatangi pura tersebut tapi sang suami tidak mengijinkan akhirnya Wienda hanya paus memandang dari jauh.
Seperti kebanyakan perempuan jika sudah berada diluar jiwa berburu barang barang tidak bisa dihindarkan. Wienda belanja oleh-oleh khas daerah tersebut.
Ada tas rotan serta asesories khas Bali, ada pia susu, ada juga kacang disko dan masih banyak lagi. Setelah puas berbelanja Wienda mengajak suaminya mampir ditempat makan yang lumayan terkenal ditempat itu. Warung Heaven. Tempat makan kecil tapi pemandangannya yang memanjakan Mata.
Hari ini Tyo dan keluarganya hanya menghabiskan waktunya di Bedugul saja. Setelah puas dari Bedugul Tyo membawa keluarganya kembali keresort.
Sebenarnya Wienda ingin mampir ketempat lain tapi sang suami melarang keras karena kondisi Wienda yang tengah mengandung. Demi keselamatan bayi dalam kandungannya Wienda menuruti semua apa kata suami sang dokter.
Mereka tiba diresort jam 4 sore. Wienda menuju kamarnya membersihkan diri. Sedang Tyo mengurus kedua buah hatinya yang sekarang merengek minta ditemani bobok. Bocah menggemaskan yang baru berumur 1 tahun 8 bulan ini sangat senang hingga melupakan tidur siangnya.
Sekarang baru merasakan kantuk yang luar biasa tapi tidak mau tidur dengan para pengasuhnya.
Tyo mengalah mengurus semua kebutuhan putranya terlebih dahulu sebelum meninggalkan bersama pengasuhnya.
Tyo kembali kekamar dan segera masuk kamar mandi karena sudah gerah. Wienda juga sudah selesai mandi dan sekarang sudah cantik. Dimanapun keberadaannya Wienda selalu menyiapkan semua keperluan suaminya.
Sepasang pakaian santi sudah Wienda siapkan untuk sang suami. Menunggu suaminya selesai Wienda menuju balkon kamarnya dan menyaksikan pemandangan laut lepas dibelakang resort.
Karena terpaaan angin sepoi-sepoi membawa Wienda pada alam mimpi. Wienda tertidur disofa malas dibalkon kamarnya. Tyo yang sudah rapi ingin menemani istrinya ternyata istrinya sudah terbang ke alam mimpi.
Tyo mengankat tubuh istrinya dan membaringkan diranjang dan Tyo pun ikut berbaring dan juga tidur.
Wienda terbangun jam 9 malam karena perut mereka yang minta jatah.
"Mas, mas bangun mas" Wienda menggoyang goyangkan tangan suaminya
"Hm" jawab Tyo yang masih terpejam
"Lapar mas, kita cari makan yuk" ajak Wienda
"Jam berapa sekarang" tanya Tyo yang mulai membuka mata
"Jam 9" jawab Wienda
Tyo bangun dan berdiri.
as cuci muka dulu" kata Tyo dan pergi kekamar mandi.
Wienda menunggu suaminya dengan duduk disofa sambil memainkan henponnya.
"Mau makan apa" tanya Tyo
"Apa aja yang penting kenyang" jawab Wienda
"Ayo" Tyo menggandeng tangan istrinya dan keluar dari kamarnya.
__ADS_1