TYWI ( TYO WIENDA)

TYWI ( TYO WIENDA)
Manja


__ADS_3

Hari ini Tyo membawa istrinya kerumah sakit. Dilorong lorong menuju ruangannya setiap bertemu dengan suster atau dokter Tyo tersenyum lebar tidak seperti biasanya.


"Mas dari tadi senyum-senyum mulu" Wienda heran


"Lagi seneng sayang bentar lagi jadi Papa" jawab Tyo


"Seneng banget ya aku mengandung" tanya Wienda


"Ya iya lah, emang kamu gak seneng" tanya Tyo balik


"Seneng pakai banget" jawab Wienda


"Kita langsung kedokter Farida apa keruanganku dulu" tanya Tyo


"Langsung kedokter Farida aja" sahut Wienda


Tok.....tok....tok....


"Selamat siang Dok" sapa Tyo begitu masuk ruangan dokter obigyn


"Siang dokter Tyo, silahkan duduk, ada yang bisa saya bantu" tanya dokter Farida


"Mau periksa istri saya yang lagi mengandung untuk mengetahui lebih jelasnya" jelas Tyo


"O baiklah nona Wienda silahkan berbaring disini" dokter mempersilahkan Wienda


"Maaf ya nona saya angkat bajunya" suster mengangkat baju Wienda sampai dada


Suster memberikan gel diperut Wienda. Dokter menggerakkan alat (maaf gaes gak tau namanya).


"Ini nona janinnya masih sebesar kacang, usianya masuk 5 minggu semua sehat" kata dokter


"Apa nona ada keluhan" tanyanya


"Sejauh ini gak ada dok cuma kadang-kadang suka pusing" jujur Wienda


"Itu biasa terjadi pada perempuan hamil di trimester pertama nanti saya kasih resep tuk meredakan pusingnya" kata dokter


"Terimakasih dok" kata Wienda


"Untuk makanan gitu ada gak dok yang harus dihindari" tanya Tyo


"Untuk makanan selama bisa masuk semua jenis makanan aman untuk dikonsumsi, mungkin yang perlu dihindari terlalu pedas terlalu asam itu aja menurut saya" jelas dokter Farida


"Ini vitamin yang harus diminum setiap hari, kalo ada keluhan segera hubungin saya" imbuhnya

__ADS_1


"Baik dok terimakasih"Tyo menjabat tangan dokter Farida


"Sama-sama dokter Tyo" jawabnya


"Kalo gitu kami permisi" pamit Tyo Wienda hanya mengangguk dan tersenyum.


"Mas" panggil Wienda


"Hem" jawab Tyo


"Masss" ulang Wienda


"Iya istriku sayang ada apa" jawab Tyo


"Hehe jalan-jalan yuk" ajak Wienda


"Mas selesaikan kerjaan dulu, nanti sore kita jalan" kata Tyo


"Janji"


"Iya cantik"


"Mas"


"Apalagi"


"Istirahat didalam kasihan dedek klo Mamanya kecapekan"


"Anterin"


"Astaghfirullah manjanya ni calon mamud"


"Gendong" rengek Wienda seperti anak kecil.


Tyo ketawa melihat kelakuan istrinya.


"Kenapa ketawa" ketus Wienda


"Kamu lucu deh yang makin kesini manjanya makin gak ketulungan" kata Tyo


"Ini bukan mau aku"


"Trus mau siapa"


"Maunya anak kamu ni"

__ADS_1


"Halah alasan kamu doang"


"Ish mas kok gitu sih, gak percaya banget ma istrinya"


"Jadi gendong apa mau debat aja"


"Gendong"


"Jangan menggodaku klo junior bangun kamu harus tanggung jawab"


"Memang itu tujuan aku, kangen" suara Wienda udah serak berkabut gairah


"Ternyata haha, katanya yang mesum aku ternyata otakmu lebih omes" Tyo mulai terpancing menciumi tengkuk Wienda


"Kunci dulu pintunya"


"Mas weekend kita ke apartemen ya" pinta Wienda


"Sip"


"Ma aaasss" bibir Wienda sudah dilahab Tyo


"Cerewet"


"Emmmm"


"Mas, aku pengen liburan semester ini ke kapadogia"


"Boleh gak"


"Boleh tapi tanya dulu sama dokter, sekarang disini ada malaikat kecil kita jadi keputusan apa pun harus dipertimbangkan dulu dengan yang disini" Tyo mengelus serta menciumi perut Wienda


"Kenapa kok tiba-tiba pengen kesana"


"Sepertinya seru mas naik balon udara liat pemandangan dari atas, gak tau kenapa pengen aja kesana"


"Liat nanti aja, sekarang kita lanjut"


"Mas"


"Ehm"


"Kalo aku hamil trus gendut jelek mas gak cari yang lain kan"


"Ngomong apa sih, apapun keadaanmu mau gendut mau jelek tetep kamu istriku gak akan ada yang lain. Dan kalo pun kamu gendut dan jelek itu semua karena aku. Karena kamu mau dan rela mengandung dan melahirkan buah cinta kita. Jangan pernah ngomong seperti itu lagi. Aku cinta kamu apa adanya"

__ADS_1


"Mas" Wienda mengeratkan pelukannya


Bibir keduanya telah menyatu. Bayangin sendiri adegan selanjutnya. Sejam lebih pertempuran mereka terjadi. Wienda terlelap dengan senyum mengembang. Tyo segera bergegas membersihkan diri dan menyelesaikan kerjaanya. Tyo sendiri heran dengan kelakuan istrinya. Sedikit manja cengeng ngambekan apa hormon kehamilan bisa mengubah sifat seseorang apa emang aslinya sifat Wienda seperti ini. What ever.


__ADS_2