TYWI ( TYO WIENDA)

TYWI ( TYO WIENDA)
Berakhir


__ADS_3

Tok.... tok.....tok.....


"Masuk" kata Tyo dari dalam


"Assalamualaikum my hubby" sapa Wienda


"Walaikum salam my wife, katanya jalan ma Sesha, kok dah disini" tanya Tyo heran


"Salah ya aku kesini" tanya Wienda balik


"Ya gak ada salahnya, trus mana sepatunya katanya tadi mau beli sepatu" tanya Tyo


"Gak jadi jalan, Sesha mergokin Dafa jalan ma cewek lain trus Sesha putusin sekarang Sesha nya lagi ma Cikha menenangkan diri" jawab Wienda


"Oo.... kok kamu gak ikut mereka" tanya Tyo lagi


"Males mending disini" Wienda berjalan kearah Tyo dan duduk dipangkuan suaminya


"Istri pinter" Tyo dah menyambar bibir **** istrinya


"Eemmmmm....... maaasss.... " suara Wienda dah serak karena nafsu dah diubun-ubun


Tyo membawa istrinya keruang pribadinya merebahkan tubuhnya dengan pelan tanpa melepas ciuman mereka. Tyo sangat semangat melihat istrinya yang agresif tidak seperti biasanya.


Tyo membuka kancing kemeja yang Wienda kenakan. Terpampang 2 aset kembar yang sudah menjadi candu bagi Tyo. Melepas satu-satunya kain penghalang dan segera memasukkan kemulutnya. Satunya diremas remas menggunakan tangannya. Wienda mendesah keenakan


"Hhmmmmmm........ aaHhhhhh maaasssss "

__ADS_1


Desahannya Wienda mampu meningkatkan nafsu Tyo. Semakin semangat. Wienda juga tak kalah diam tangannya juga bergerilya kemana membuat Tyo kelimpungan dibuatnya.


Kegiatan mereka berakhir setelah keduanya puas dan lelah. Wienda tertidur setelahnya tanpa membersihkan diri dulu. Tyo menyelimuti tubuh polos istrinya. Kemudian dirinya masuk kekamar mandi membersihkan diri dan kembali melanjutkan pekerjaannya yang tertunda.


Tok..... tok..... tok....


"Masuk" jawab Tyo dari dalam


"Maaf tuan 15 menit lagi ada meeting dengan investor dari Singapura" kata Sakti mengingatkan


"Baiklah siapkan semuanya" titah Tyo sambil melirik jam ditangannya. Tyo kembali berjalan ketempat dimana sang istri berada. Dia mengecup bibir sekilas. Aku ada meeting bentar, tungguin disini aja. Cup....cup kembali mengecup bibir dan kening.


Wienda mulai mengerjapkan matanya. Melihat sekeliling tidak ada orang, Disamping ranjang ada nakas sudah berisi camilan dan memo. Wienda membacanya


"Tungguin disini aja, aku lagi ada meeting love u my wife" Wienda tersenyum senang membaca tulisan tersebut.


"Sha" panggil Cikha


"Hem" jawab Sesha


"Ngapain sih lo tangisin tu kunyuk" tanya Cikha


"Gak nyangka gue diginiin ma tu cowok laknut semua keinginannya gue penuhi tapi ini balasannya" jawab Sesha


"Kita- kita kan dah pernah ngingetin lo tapi lo nya aja yang gak percaya" tambah Cikha


"Lo tau semua ini sejak kapan" tanya Sesha

__ADS_1


"Lumayan lama, Wienda sih yang pertama cerita sama aku kalo dia liat Dafa masuk hotel ma cewek, bahkan jauh sebelum Wienda nikah" jawab Cikha


" Liat aja gue akan balas lebih menyakitkan dibanding ini" kata Sesha


"Lo mau nglakuin apa" tanya Cikha


"Gak tau kalo sekarang otakku masih buntu. Pikirin sambil jalan" jawab Sesha


"Kalo mau nglakuin sesuatu bilang ma gue, tar gue bantuin" kata Cikha


"Sip" jawab Sesha


"Ni si Wienda pasti lagi enak-enakan ma tu dokter" tambah Sesha


"Katanya mereka nikah gak saling cinta sekarang malah bucin parah keduanya gak ketemu satu menit aja dah kelimpungan" kata Cikha


"Beruntung banget hidup Wienda sekali ketemu cowok langsung nikah dapat yang tepat lagi. Dah ganteng baik pinter tajir perfect suami idaman banget. Semoga kita berdua juga dapat yang seperti itu baiknya" terang Sesha


"Amiinnn" Cikha mengamini doa sahabatnya


Dikantor Tyo


"Selalu berakhir seperti ini" guman Wienda


"Mas Tyo lama banget mau cariin takut ganggu, gak dicariin kangen hehehe" kekeh Wienda


"Kenapa aku jadi bucin gini ya sama suamiku"

__ADS_1


"Ya Allah semoga kami selalu seperti ini selamanya aminn" kata Wienda


__ADS_2