
Sesha telah menceritakan semua rencana Carla pada Sakti dan juga Tyo. Mendengar cerita rencana Carla Tyo benar-benar murka.
"Panji siapkan semuanya kita akan pesta malam ini" titah Tyo
"Baik tuan muda" Panji dengan senyum menyeringai
"Liat aja Carla berani kamu menyentuh wanitaku sedikit aja maka aku tidak akan segan-segan membunuhmu dengan tanganku sendiri" kata Tyo
Dari dulu jika Tyo sudah berkehendak maka itulah yang terjadi. Laki-laki yang dikenal baik hati ini jika sudah menyangkut keluarganya akan berubah menjadi raja iblis yang paling kejam. Didepan istrinya dia berubah menjadi seekor kucing yang sangat manis tapi dibelakangnya akan berubah menjadi singa kelaparan.
Drrrt..... drrrt.....drrrtt....
"Hallo sayang ada apa" tanya Tyo lembut
"Kamu dimana mas ini aku kerumah sskit kok kamu gak ada, trus dikantor juga gak ada kata Serly kamu gak kekantor hari ini Sakti juga gak ada dikantor" cecar Wienda daro seberang hingga Tyo menjauhkan ponselnya dari telinganya.
"Bentar lagi mas pulang ini masih ada urusan diluar kantor, ada apa kangen ya" goda Tyo
"Gak kalo pulang bawain martabak coklat keju" pinta Wienda
"Gak pake lama" tambahnya
Belum sempat Tyo menjawab telpon dah mati.
"Haish dasar wanita" gerutu Tyo
__ADS_1
"Panji cari martabak coklat keju, gak pake lama" titahnya
"Baik tuan muda" Panji keluar dari ruangan itu.
"Sakti menurutmu hukuman apa yang pantas tuk ****** itu" tanya Tyo pada Sakti
"Emm aku juga bingung tuan, jawab Sakti
"Aku yakin orang seperti Carla pasti sudak punya catatan buruk, jadi menurutku selidiki dulu dan cari bukti kejahatannya habis itu kita serahin kepolisi, paling gak buat jera" usul Sesha
"Tapi manusia seperti Carla itu tidak akan jera sebelum ambisinya tercapai" imbuh Sakti
Tok....tok....tok.
Ceklek
"Makasih Panji aku balik dulu macan betina nanti ngamuk" kata Tyo menerima bungkusan dari Panji
"Buruan pulang daripada tar malam tidur diluar" sahut Sakti
"Sekarang lo boleh tertawa tapi liat aja nanti Sesha lebih kejam daripada Wienda" ucap Tyo
"Kok bawa-bawa nama gue" protes Sesha
Tyo mencebikkan bibirnya dan segera menuju pintu dan pulang menemui istri tercinta.
__ADS_1
Sesampainya di rumah.
"Dari mana aja sih mas lama banget, tadi kemana kok dirumah sakit gak ada dikantor juga gak ada" cecar Wienda
"Kan tadi dah bilang kalo mas ada urusan diluar" jelas Tyo
"Urusan apa kok aku gak kasih tau aku, mas udah gak sayang lagi ya ma aku" mata Wienda udah berkaca-kaca hampir menangis.
"Mas tu cinta banget sayang banget ma istri mas yang cantik ini" Tyo mengecup kening istrinya
"Oh ya ni martabak pesenanmu yang" Tyo menyerahkan kotak makanan
"Makasih" Wienda masih manyun
"Kok rasanya aneh, ini belinya bukan ditempat biasa ya" tanya Wienda
"Maaf habis mas deketnya ditempat martabak ini kalo ketempat biasa bakal lama" kilah Tyo
"Yang beli bukan mas sendiri ya nyuruh siapa Sakti" tanya Wienda
"Hehehe maaf sayang yang beli Panji" Tyo garuk kepalanya yang tidak gatal
"Sebenarnya suami aku itu Panji atau kamu sih mas"ketus Wienda
"Ya mas lah"
__ADS_1
"Trus kenapa nyuruh Panji yang beli kan yang aku suruh tadi kamu mas, bilang aja mas kalo gak mau beliin. Mulai hari ini Wienda gak akan nyuruh mas lagi, ni makan sendiri" Wienda pergi meninggalkan Tyo dan masuk kamar dengan membanting pintu.
"Astaghfirullah.... Wienda kamu kenapa akhir-akhir ini tingkahmu aneh banget" kata Tyo