TYWI ( TYO WIENDA)

TYWI ( TYO WIENDA)
Rumah 2


__ADS_3

Wienda tertidur selama 2 jam. Ketika bangun tidak mendapati suaminya. Wienda turun dari ranjang dan mencari ransel yang dibawa dari rumah tadi, tapi tidak menemukan apa yang dicari. Wienda masuk walk in closet, membuka lemari. Matanya melotot sempurna melihat semua baju baju yang tergantung rapi. Bukan hanya baju tapi juga tas dan sepatu dari berbagai brand ternama. Wienda memilih baju yang paling sederhana dan memakainya. Dia berfikir kalo emang baju ini punya orang pinjam bentar boleh dong sampai aku ngambil bajuku dari kost-an.


Setelah mematut diri dicermin Wienda memutuskan untuk turun mencari suaminya. Wienda celingak-celinguk mencari seseorang tapi nihil tidak menemukan siapapun.


"Masa rumah sebesar ini gak ada penghuninya" guman Wienda


Wienda terus turun dan keluar menuju kolam renang. Disamping kolam renang ada rumah kaca. Semua isinya tanaman anggrek. Bik Ulfa sedang disana menyirami tanaman anggrek kesukaan Mama Dewi.


"Bik" sapa Wienda


"Eh si non" kata bibik


"Mas Tyo kemana bik" tanya Wienda


" Tadi katanya keluar bentar non, non ada perlu sesuatu, biar bibik ambilkan" tanya bibik


"Gak usah bik, Mama belum pulang bik" tanya Wienda balik


"Belum non" jawab bibik


"Wow...... bunganya bagus bagus banget" Wienda terpesona melihat banyaknya bunga anggrek dari berbagai jenis


" Ini bunga kesukaan Nyonya non, klo Nyonya punya waktu luang, Nyonya lebih suka menghabiskan waktu disini non" jelas bibik


"Ini semua Mama yang nanam bik" tanya Wienda


"Iya non dari dulu Nyonya suka banget sama bunga anggrek" kata bibik


"Rumah kaca dan separo isinya hadiah dari tuan sebelum beliau meninggal" tambah bibik


"Kalo boleh tau papa meninggal karena apa bik" tanya Wienda hati hati


"Tuan meninggal karena sakit non" jawab bibik


"Sakit apa bik" tanya Wienda


"Kanker darah non" jawab bibik


"Kalo kakaknya mas Tyo meninggal karena apa bik" kepo Wienda

__ADS_1


"Kalo den Vio meninggal karena kecelakaan, dan belakang diketahui kalo kecelakaan yang menimpa den Vio disabotase seseorang tapi orangnya sudah terkena azab lebih dulu sebelum keluarga ini tau" jelas bibik


"O.... kasihan mas Vio" iba Wienda


Dari dalam muncul sosok yang dicari-cari


"Sayang ternyata kamu disini, aku cariin dikamar tadi" kata Tyo


"Kamu dari mana mas" tanya Wienda


"Didepan ngobrol sama Panji" kata Tyo


"Ayo masuk" ajak Tyo


Wienda mengangguk mengikuti langkah suaminya. Tyo menggandeng tangan Wienda memasuki rumah.


Braakk.....


"Suara apaan tu mas"Wienda mengeratkan pegangannya pada lengan suaminya


"Gak tau ayo kita liat" ajak Tyo


"Mama" sapa Tyo


"Jam satu ma" jawab Wienda dan mengambil tangan mertuanya tuk disalim dan dicium


"Mama kenapa kok mukanya ditekuk gitu, gak seneng ya liat Tyo pulang bawa istri Tyo" kata Tyo menduga


"Ngomong apa sih. bukan itu Mama lagi kesel sama Sakti" kata Mama


"Memangnya Sakti bikin ulah apa ma, bukanya selama ini dia sangat penurut" kata Tyo


"Eh.... kok jadi saya yang salah sih Nya" bela Sakti


"Terus Mama harus salahin siapa, ini semua gara-gara kamu" marah Mama


"Sakti lo apain sih Mama, jangan macem-macem lo" ancam Tyo


"Maaf tuan muda tapi saya tidak melakukan apapun" kata Sakti

__ADS_1


"Awas kamu Sakti Mama cincang kamu jadi perkedel" Mama menatap Sakti dengan api kemarahan


"Kalo sampai terjadi apa-apa sama Mama habis lo Sakti"ancam Tyo pada Sakti


"Kasihan kamu Sakti maju mundur kena" kata Wienda


"Nasib ....nasib" keluh Sakti. Sakti asisten Tyo diperusahaan dan merupakan anak bik Ulfa yang dibiayai sekolah sama orang tuanya Tyo.


Mama memasuki kamar diikuti Tyo.


"Ma...." panggil Tyo


"Ngapain ngikutin Mama" kata Mama


" Mama kenapa sih, gak mungkin kalo gak ada apa-apa Mama pulang dengan muka berlipat gitu" tanya Tyo


"Mama emang paling gak bisa nyembunyiin sesuatu dari kamu Yo"


"Kamu masih ingat pada Andrew Radika" tanya Mama


"Andrew Radika" ulang Tyo


"Kenapa"


"Dia tadi ngajakin Mama nikah dan ngomongnya didepan rekan bisnis mama, stress gak tu orang, bikin malu aja" cerita Mama


"Ha...... ngajak nikah. terus mama gimana" kepo Tyo


"Gimana apanya" heran Mama


"Ya mama terima apa enggak" jelas Tyo


"Mama gak jawab, mama dah terlanjur malu mama pergi gitu aja, sialan emang tu tua bangka" kesel mama


"Terus klo mama sendiri gimana. Mama suka gak sama situa bangka itu" tanya Tyo


"Mama gak tau" jawab Mama


"Mama berhak lo bahagia dengan orang yang mama cinta, toh papa dah lama pergi. Pasti papajuga bahagia liat mama bahagia ada seseorang disamping mama menemani masa tua mama menemani mama jalan jalan menemani mama tidur menemani mama melakukan banyak hal yang gak bisa aku lakukan sama mama" kata Tyo

__ADS_1


"Mama udah tua Yo, Mama mau menghabiskan waktu bersama cucu-cucu mama dan anak-anak Mama" kata mama


"Mama pikirkan dulu, Tyo keluar ya ma" kata Tyo


__ADS_2