TYWI ( TYO WIENDA)

TYWI ( TYO WIENDA)
52


__ADS_3

Tyo segera meninggalkan ruak kerjanya dan bergegas meninggalkan rumah sakit. Dia harus kekantor karena ada masalah dikantornya. Diparkiran rumah sakit Tyo bertemu dengan seseorang yang dikenal.


"Tuan Johan"Sapa Tyo


"Tuan Tyo" sapa balik Johan


"Siapa yang sakit tuan" tanya Tyo


"Istri saya melahirkan" jawab Johan


"Selamat tuan dan maaf saya tidak tau" ucap Tyo


"Cikha"Sapa Tyo


"Dokter" sapa balik Cikha


"Kalian saling kenal" tanya Johan


"Cikha ini sahabat istri saya tuan" jawab Tyo


"Istrinya mana tuan" tanya Tyo


"Ini istri saya istri kedua saya" jawab Johan bangga


"Kapan kalian menikah kok gak ada undangannya" canda Tyo


" Kita nikahnya cuma sederhana Dok" jawab Cikha


"Nanti syukuran putra kita tuan kami akan mengundang tuan sekeluarga" kata Johan


"Ditunggu undangannya. Sekali lagi selamat ya atas kelahiran putranya tuan Johan Cikha. Saya permisi" pamit Tyo


"Iya tuan silahkan" jawab Johan


Tyo melajukan mobilnya menuju kantor. Tyo segera memasuki ruangannya ternyata istri tercintanya sudah duduk manis disofa dengan kedua putra kembarnya.


"Selamat siang para jagoan Papa" Tyo menghampiri putranya yang tengah asik memainkan mainnya.


"Hallo Papa gantengku mamahnya gak disapa ni" cemberut Wienda


"Astaga sayang sama anak sendiri cemburu" Tyo segera mencium kening istrinya dan Wienda membalas dengan mencium punggung tangan suaminya


"Aku selalu cemburu sama siapa pun. Kalo bisa suamiku gak usah keluar keluar dirumah aja" kekeh Wienda


"Terus yang kerja cari duit buat kalian siapa" tanya Tyo

__ADS_1


"Kan aku bilang kalo bisa, kalo gak bisa ya terpaksa" jawab Wienda yang udah duduk dipangkuan suaminya


"Mas aku mau kita selamanya seperti ini" Wienda


"Mas maunya juga seperti ini sayang hingga tua kita selalu seperti ini. Saling melengkapi saling mencintai saling menyayangi" kata Tyo


"Yang tadi ketemu Cikha dirumah sakit" kata Tyo


"Cikha sakit mas" tanya Wienda


"Bukan Cikha habis melahirkan" kata Tyo


"Melahirkan" ulang Wienda


"Iya, sepertinya menghilangnya itu karena kehamilannya"


"Dan kamu tau siapa suami Cikha" tanya Tyo


"Emangnya siapa mas" kepo Wienda


"Tuan Johan rekan bisnis aku juga Papa dan yang lebih mencengangkan Cikha jadi istri kedua" kata Tyo


"Astaga mas serius kamu mas" tanya Wienda


"Apa mungkin Cikha menghilang karena malu dengan statusnya ya mas" Wienda


"Mungkin sih" Tyo


"Sekarang Cikha melahirkan kalo dihitung mundur kira-kira nikahnya setelah Sesha menikah tidak lama kemudian Cikha nikah, karena Cikha menghilang setelah acara nikahannya Sesha. Hari terakhir kita ketemu pas Cikha nanya soal mas Rega"


"Apa mungkin Cikha sakit hati trus memilih nikah sama Om Om gitu mas" kata Wienda


"Jangan berasumsi yang aneh aneh. Nanti kalau ketemu jangan bertanya apapun, biar dia yang cerita sendiri" kata Tyo


"Siap suamiku"


"Sudah mas kerja biar aku lihatin dari sini, nanti kalo udah kelar kerjanya panggil Wienda" kata Wienda


"Siap istriku sayang, kasih vitaminnya dulu" kata Tyo


"Kamu bawa vitaminnya kamu taruh dimana biar aku ambilkan" tanya Wienda polos


"Tu dibibir kamu" tunjuk Tyo pada bibir istrinya


"Ish modus" manyun Wienda

__ADS_1


"Hahaha" Tyo tertawa melihat wajah istrinya memerah


"Buruan yang biar cepat beres kerja trus ngerjain sayangku" imbuh Tyo


Meskipun bibirnya manyun Wienda tetap memberikan apa yang diminta suaminya. Keduanya berciuman cukup lama sampai kehabisan nafas baru menyudahinya.


Tyo berkutak dengan laptopnya. Sangat serius dalam bekerja. Wienda yang udah capek liatin suaminya sambil menjaga putra kembarnya memilih membawa putranya keruang pribadi suaminya dan beristirahat. Apalagi kedua putra tengah terlelap. Wienda ikut terlelap disamping putranya.


Tyo menyelesaikan tugas dengan cepat. Dia segera menyusul istri dan kedua jagoannya. Hatinya menghangat melihat ketiganya terlelap. Wajah wajah damai dan tenang terpancar dari ketiganya.


"Sayang bangun yuk dah sore ni," Tyo menciumi wajah istrinya


"Ehm jam berapa mas, mas udah selesai" tanya Wienda


"Udah yok kita pulang" Tyo mengambil baby Marvel dan menaruhnya kestroler begitu juga dengan baby Marvin. Tyo mendorong stroller putranya keluar dari ruangannya. Semua karyawan memandang takjub pada hot Daddy satu ini. Dari sikapnya yang dingin terhadap karyawannya ternyata sangat hangat terhadap keluarganya.


"Hai tuan muda two M" sapa Sakti


"Hai Om" Jawab Wienda menirukan suara anak kecil


"Sakti, besuk bawa Sesha kerumah, kasihan dia dirumah mulu apalagi kamu kerja terus pasti bosen, ngomel ngomel gak jelas dan kamu jadi sasaran empuk buat Sesha" kata Wienda


"Nyonya tau aja" jawab Sakti


"Pengalaman Sakti. Sabar aja ngadapin bumil tingkahnya tak terduga" kata Tyo


"Iya tuan" jawab Sakti


Drrrt..... drrrt..... drrrt....


"Panjang umur yang diomongin" Sakti menunjukkan panggilan dari istrinya


"Angkat keburu ngamuk singanya" kata Tyo


"Ooo jadi kalian kalo dibelakang kita ngatain kita para istri singa 🦁. Ok malam ini tidur diluar" kata Wienda pada Tyo suaminya


"Yang kok gitu sih" Tyo memelas.


Wienda mengacuhkan suaminya dan berjalan pergi meninggalkannya.


Tyo mendorong stroller putranya dan mengejar istrinya sayangnya istrinya sudah jauh didepan. Bodyguard yang melihat menahan senyum melihat big bosnya tidak berkutik didepan istrinya.


"Singa yang ganas aja bisa berubah jadi 🐈 kucing imut jika menyangkut istrinya" batin para bodyguard


Wienda pulang kerumah menaiki mobilnya sendiri, suami dan kedua putra ditinggal begitu saja

__ADS_1


__ADS_2