TYWI ( TYO WIENDA)

TYWI ( TYO WIENDA)
Diperjalanan


__ADS_3

Didalam mobil


"Wien, kita pulang kerumah Mama apa keapartemen" tanya Tyo


"Kerumah Mama aja dulu, kalo mau ke apartemen bisa besuk-besuk" jawab Wienda


"Dirumah mama gak takut keganggu" Tyo lagi


"Keganggu, emangnya kita mau ngapain takut banget digangguin" tanya Wienda polos


"Ya bercintalah" jawab Tyo santai


"Otak kamu selain bercinta isinya apalagi mas" tanya Wienda


"Gak ada. Setelah semalam pengennya makan kamu terus" jawab jujur Tyo


"Tapi aku capek mas, ini aja masih perih banget, hati ini libur ya" tawar Wienda


"Emang sekolah libur, gak ada. Kamu tau aku pengen cepat-cepat pulang karena aku pengen nglakuin itu biar bebas dan kamu bisa teriak sepuasnya gak harus ditahan-tahan takut kedengeran orang. kata Tyo


"Ya ampun mas Tyo. Kenapa otak kamu omes banget" kata Wienda


"Semua karena kamu" jawab Tyo


"Nanti diapartemen kita bebas nglakuin dimana aja"


" Kalo dirumah kan cuma dikamar doang" tambah Tyo


Wienda tepuk jidat mendengar keomesan suaminya. "Gak nyangka cowok dingin sedingin kutub ternyata sangat panas.


Siap-siap aja gak bisa jalan" batin Wienda


"Mas nanti mampir dulu kekost an ya mau ambil baju ma barang-barang aku" kata Wienda


"Gak usah nanti mas suruh orang tuk ngambil barang barang kamu" kata Tyo


"Tapi mas" kata Wienda

__ADS_1


"Gak ada tapi tapi" tegas Tyo


"Malu mas kalo daleman aku dipegang pegang orang" kata Wienda


"Ngapain malu, yang penting isinya gak ada yang boleh pegang selain aku" kata Tyo


"Ish mas Tyo" kesel Wienda


Tiba-tiba terdengar suara doorr dan mobil oleng, Tyo segera menepikan mobilnya dan ternyata bannya pecah.


"Ada apa mas" tanya Wienda panik


"Pecah ban" jawab Tyo


"Trus bawa serep gak" tanya Wienda


"Ada dibagasi belakang" jawab Tyo


"Ya udah ayo diganti biar aku bantuin" kata Wienda


"Gak ada penolakan" kata Wienda tegas


"Tapi nanti tangan kamu kotor" Tyo lagi


"Kan bisa dicuci" eyel Wienda


"Ya udah deh terserah kamu kalo gitu" kata Tyo pasrah


"Bannya bocor ya bang" kata 2 orang yang datang nyamperin kita


"Iya bang kayaknya pecah bannya" kata Tyo


"Mau dibantuin gak" tawar orang itu


"Boleh bang makasih sebelumnya" kata Tyo


"Santai" jawab orang itu

__ADS_1


"Ini tempat sepi kenapa tiba-tiba datang 2 orang dan nawarin bantuan, kayaknya ada yang gak beres ni" batin Wienda


"Mas hati-hati sama orang asing" bisik Wienda


Tyo mengangguk.


"Udah beres ni" kata orang itu


Tyo membereskan peralatannya dan memasukkan kembali kebagasi. Setelah itu mengeluarkan 2 lembar uang ratusan dan memberikan pada orang yang membantunya.


"Ini bang terimakasih udah dibantuin" kata Tyo


"Apaan ini, kurang kasih dompet lo" kata orang itu dan menodongkan pisau


"Jangan harap" kata Wienda


"Lo punya nyali juga rupanya" kata penjahat itu dengan senyum smirk


Wienda menginjak kaki penjahat itu dan melayangkan tinjunya tepat dimata penjahat. Penjahat itu kaget tidak menyangka kalo mangsanya bisa bela diri. Serangan bertubi-tubi datang. Wienda dengan gesit menghindar dan mencari celah membalas serangannya. 2 tendangan dilayangkan Wienda tepat diselangkangan penjahat itu. Seketika sang penjahat ambruk sambil memegangi bijinya. Wienda memanfaatkan kesempatan itu untuk menaklukkan lawan. Wienda memelintir tangannya kebelakang hingga terdengar suara kretek dan menginjak punggung penjahat itu. Skak mat penjahat itu tidak bisa melawan lagi. Hal serupa juga dilakukan Tyo. Tyo juga tak kalah gesit dari Wienda. Mereka berdua emang partner dalam segala bidang.


Pengendara yang kebetulan melintas menyaksikan kejadian itu langsung menghubungi kepolisian setempat. 10 menit kemudian polisi datang dan menangkap 2 orang penjahat itu. Ternyata penjahat itu sudah menjadi target kepolisian.


"Terimakasih mas atas bantuannya menangkap penjahat ini" kata pak polisi


"Sama-sama pak, kami juga terimakasih bapak datang tepat waktu" kata Tyo


"Ini sudah jadi tugas kami mas" tambah polisi


"Kalo gitu kita bisa melanjutkan perjalanan"tanya Tyo


"Silahkan mas, sekali lagi terimakasih"pak polisi menyodorkan tangan untuk berjabat. tangan.


Tyo menyambut uluran tangan polisi "Sama-sama, kami permisi"


"Silahkan" kata polisi.


Tyo dan Wienda memasuki mobilnya dan segera melaju meninggalkan tempat itu.

__ADS_1


__ADS_2