TYWI ( TYO WIENDA)

TYWI ( TYO WIENDA)
Obrolan


__ADS_3

Hari ini Tyo membawa istrinya kerumah sakit. Dia harus memastikan kehamilan Wienda. Tyo segera membuat janji dengan dokter kandungan. Sebelum kerumah sakit, Tyo mampir ketempat Mama. Mama Dewi sangat antusias mendengarkan cerita Tyo.


"Bentar lagi jadi oma dah gak sabar" Mama bahagia mendengarnya


"Tyo juga. seneng banget ma, akhirnya Tyo akan dipanggil Papa. Gak sabar" Tyo terharu


"Pa" Wienda menyapa Papa mertuanya yang baru gabung


"Kalian dah lama datang" sapa Papa


"Barusan pa" jawab Tyo


"Mas sebentar lagi kita bakal punya cucu" semangat Mama


"Ha, cucu" kata Papa


"Iya Wienda sekarang hamil jadi kita akan punya cucu, udah tua aja kita ya mas tau-tau dah mau punya cucu" Dewi excited menyambut anggota baru


"Yo jaga Wienda baik-baik kurangi main ranjangnya kehamilan Wienda diusia sekarang masih rentan jadi jaga baik-baik cucu Mama" wejangan Mama pada Tyo


"Siap ma Tyo bakal jadi suami siaga" kata Tyo tegas

__ADS_1


"Dulu aja pas diajakin nikah mukanya ditekuk berlipat-lipat sekarang dah ada hasilnya gini seneng gak" goda Mama Dewi


"Ha kok Mama tau" tanya Wienda


"Ya taulah kalian baru kenal kan waktu itu" kata Mama


"Trus kenapa Mama setuju aja kalo tau kita baru kenal, biasa cewek yang aku kenalin ke Mama selalu Mama tolak dengan berbagai macam alasan" tanya Tyo


"Mama gak tau juga pertama liat langsung jatuh cinta. Cinta pandangan pertama" kata Mama


Hahahaha....... semua tertawa.


"Hari itu merupakan hari tersialku sekaligus hari terbaikku" kata Wienda


"Iya karena dihari itu juga aku harus mengambil keputusan terbesar dalam hidupku yaitu menikah kepikiran aja enggak apalagi kebayang tapi....." Wienda menjeda omongannya


"Tapi apa " Tyo dak gak sabar nunggu kelanjutannya


"Tapi menjadi hari terindah karena bisa ketemu sama dokter nyebelin yang ternyata sangat mesum" jelasnya


"Hahahaha" Mama sama Papa tertawa terbahak bahak. Tyo tersenyum kecut.

__ADS_1


"Kalo gak mesum gak akan ada kehidupan disini" Tyo mengusap lembut perut Wienda yang masih rata


"E ngomong-ngomong dari tadi Sesha gak muncul-muncul kemana dia ma , gak mungkin kan jam segini dah berangkat ke kampus" tanya Wienda


"Anak itu makin liar aja sekarang dari kemarin gak pulang seperti biasa nginep ditempat Cikha, Oh ya Wien kamu kan temannya tolong Papa bujukin supaya gak kelayapan terus dia sudah harus memikirkan masa depannya" kata papa panjang lebar


"Iya pa nanti Wienda coba" jawab Wienda


"Papa gak tau aja kalo anak gadisnya tiap malam nginep ditempat Sakti" batin Tyo


"Pa kalo seandainya Sesha nikah ma Sakti papa setuju gak" tanya Tyo hati-hati


"Setuju aja. selama ini pacar-pacar sesha itu gak ada yang bener. Kalo emang Sesha afa hubungan dengan asistenmu itu lebih bagus" kata Papa


Mendengar ucapan papanya Tyo memiliki seribu rencana licik tuk menjebak Sesha sama Sakti. Tik sekarang memang mereka tidak melakukan hal yang salah, tapi kalo terus terusan siapa yang jamin. Setan itu mudah cari celah.


"Ya udah ma Tyo pamit dulu, mau kerumah sakit" pamit Tyo


"Ya hati-hati jaga cucu mama baik-baik"pesen Mama


"Beres ma" jawab Tyo

__ADS_1


Tyo dan Wienda berpamitan dengan Mama dan papanya. Tyo segera meluncur kerumah sakit.


__ADS_2