TYWI ( TYO WIENDA)

TYWI ( TYO WIENDA)
Tak ada ide


__ADS_3

Sakti keluar dari kamar mandi menggunakan handuk saja yang menampilkan dada bidang perut kotak-kotak. Sesha menelan saliva melihat sempurnanya suaminya. Sesha mendekati Sakti.


"Sha koper aku dimana" tanya Sakti


"Mau ngapain" tanya balik Sesha


"Nyari baju, masa aku gini terus" jawab Sakti


"Gak papa gini aja aku suka, ****" kata Sesha


"Eh, apa yang kamu lakukan"


"Gak ada cuma mau liat tu yang berdiri dibawah, sesak tu seperti hihi" Sesha cekikikan melihat Sakti mukanya memerah


"Kamu mau menggodaku ya"


"Kamu tergoda ya" Sesha menjilat bibirnya sendiri


"Sesha"


"Apa" Sesha menarik handuk Sakti


"Au Sesha"


"Ambil kalo bisa hahaha" Sesha berlari menaiki ranjang

__ADS_1


"Awas tu mas goyang-goyang yang bawah"


"Sesha awas kamu ya" geram Sakti


"Hahahaha"


Sakti segera menubruk Sesha dan mengapitnya diketiak, tapi itu justru keuntungan buatnya. Sesha sengaja menyentuh sosis beruratnya. Seketika Sakti terlonjak kaget matanya melotot dan replek melepaskan Sesha. Sesha yang sudah bebas justru mengambil kesempatan dalam kesempitan. Sesha memeluk erat tubuh Sakti, tangannya menelusuri punggung lebar Sakti.


Sakti yang laki-laki normal langsung bertindak sesuai dengan instingnya. Sesha menang banyak karena Sakti berhasil tergoda. Terjadilah pergulatan dua insan yang sebenarnya sama-sama mau tapi Sakti gengsinya kegedean.


Pagi menjelang semua anggota keluarga telah berkumpul diloby untuk melakukan check out. Tapi tidak dengan pengantin baru. Sosoknya belum ada tanda-tanda mau keluar kamar. Mereka yang menunggu paham dan memilih tuk meninggalkan pengantin yang masih bergelung berdua dalam selimut. Pasalnya pergulatan mereka terjadi hingga subuh menjelang.


"Ma aku sama Wienda langsung pulang ke rumah ya, gak mampir ketempat Mama" pamit Tyo


"Ya hati-hati, ajak mertuamu nginep beberapa hari" kata Mama


Mereka semua meninggalkan hotel menuju tujuan masing-masing.


"Kamu gak kekantor mas"tanya Wienda dimobil


"Kekantor, Sakti cuti seminggu jadi aku akan sedikit sibuk nantinya" jelas Tyo


"Nanti siang aku kekantor bawain makan siang"


"Gak usah siang ini mas ada meeting diluar jadi kamu gak usah bawain mas makan siang"

__ADS_1


"Tapi jangan lupa makan"


"Siap Nyonya"


"Mas langsung berangkat ya sayang"


"Ya hati-hati mas" pesen Wienda


"Bunda Ayah Tyo kerja dulu ya" pamit Tyo pada mertuanya


"Ya hati-hati nak" pesen Bunda


"Suamimu sibuk ya nduk" kata Bunda


"Banget Bun, aku kadang sampai marah-marah buat cari perhatian dia Bun, kalo udah kerja dah gak inget ma aku"


"Sabar nduk, dia nglakuinnya karena tanggung jawab"


"Iya Bun, Wienda coba belajar jadi istri yang baik, tanggung jawabnya memang besar dikantornya karyawannya ribuan dirumah sakit juga gitu, jadi aku coba tuk ngerti Bun"


"Bagus, selama dia tidak nyakitin kamu nduk kamu harus sabar-sabar mempunyai suami seperti nak Tyo. Beruntung kamu nduk setidaknya hidupmu terjamin, apalagi mertuamu juga sayang banget sama kamu"


"Kalo Mama jangan diragukan Bun, kadang malah aku sendiri yang ngrasa gak nyaman sama perhatian Mama, apalagi sejak tau Wienda hamil, semuanya pada overprotektif sama Wienda, termasuk bik Ulfa Wienda mau nglakuin apa-apa gak dibolehin"


"Itu karena mereka semua sayang sama kamu, kamu harus paham karena nak Tyo anak tunggal jadi dia memperlakukan kamu juga seperti itu. Apalagi disini ada generasi penerusnya" kata Bunda yang mengusap perut Wienda

__ADS_1


"Sehat-sehat ya didalam cucu nenek, tiba saatnya nanti kita akan bertemu" kata Bunda


"Iya nenek doain aku sama Mama sehat selalu ya nek" jawab Wienda yang menyerupai suara anak kecil


__ADS_2