
Larietta yang kembali ke Butik tepat waktu langsung melakukan pengukuran dan memilih Gaun yang ingin dipakainya setelah menerima saran dari Nyonya Betty.
Larietta yang memiliki uang pun mengajak Anna untuk ke Toko Kue yang tak jauh dari Butik dan meninggalkan Kesatria Leon di depan.
“Hmmm, kue stroberi ini sangat lezat!” gumam Anna dengan wajah gembira.
“Kalau sangat menyukainya maka habiskanlah! Aku janji akan membelikanmu kue lagi nanti di masa depan!” ucap Larietta serius.
“Sungguh Nona? Terima kasih banyak Nona. Nonaku adalah yang terbaik!” puji Anna dengan mulut yang penuh dengan krim stroberi.
Larietta yang duduk hanya memesan kopi di Toko Kue itu langsung memuntahkan kopinya lagi tepat setelah kopi menyentuh lidahnya.
“Apa-apaan kopi ini? Kenapa rasanya tidak enak sekali?” komentar Larietta.
“Nona tidak seharusnya memesan kopi karena di Kerajaan ini Kopi rasanya sangat pahit!” ucap Anna.
Larietta yang berasal dari dunia modern yang awalnya sangat senang melihat kopi dijual di dalam Novel langsung memesannya dengan harapan dapat merasakan nikmatnya kopi.
Namun harapan Larietta hancur berkeping-keping karena dirinya tak akan pernah bisa merasakan kopi khususnya cappucino yang sangat dicintainya.
Larietta yang kecewa memutuskan segera kembali ke Kediaman Duke setelah memesan beberapa potong kue.
Larietta yang kelelahan memutuskan untuk segera naik ke tempat tidur dan mengistirahatkan tubuhnya tapi tiba-tiba Melisha muncul dan mengatakan kalimat yang membuat Larietta bingung.
“Nona Larietta! Aku senang melihatmu telah kembali!”
“Kenapa kau pergi saja dan menolak tawaran Nyonya Duchess dan membuatnya sedih dan kecewa?”
“Jika kau tidak senang aku datang. Katakan saja. Aku tidak ingin datang dan memberikan kalian ruang!”
Larietta yang melihat semua Pelayan telah berkumpul dan melihat dirinya dan Melisha bicara sambil berkomentar dengan kalimat provokatif yang diucapkan Melisha membuat Larietta kesal.
‘Kenapa Nona Larietta berpikiran sangat sempit seperti itu?’
‘Nona Melisha adalah wanita yang baik hati dan penyayang. Bagaimana bisa Nona Larietta membuatnya merasa bersalah?’
“Hah! Orang-orang idiot ini sangat mudah terpengaruh! Membuat kepalaku sakit saja!” ucap Larietta dengan suara rendah.
Anna yang tidak sabar mendengar kata-kata baik dengan maksud menyalahkan dan menyudutkan Larietta menjadi kesal dan berniat melawan Melisha.
__ADS_1
“Dasar wanita tidak tau malu! Beraninya dia merendahkan Nona dengan wajah polos seperti itu!” gumam Anna dengan suara yang hanya dapat didengar Larietta.
Larietta yang tidak ingin Anna masuk ke dalam jebakan Melisha dan dalam masalah karena menolongnya pun menghentikan Anna.
“Tenanglah, Anna. Kau tidak perlu menguras tenagamu untuk bicara dengannya!” saran Larietta.
“Kenyataan tentang statusnya yang rendah tidak akan bisa tertutupi hanya dengan wajah polos dan pakaian serta perhiasan mewah yang dipakainya!” sindir Larietta.
Melisha yang mendengar perkataan Larietta menjadi sangat marah dan kesal tapi tidak bisa menunjukkanya di hadapan semua orang sehingga membuatnya terpaksa mengepal tangannya sangat erat untuk menahan emosinya.
Larietta yang melihat Melisha menahan emosi dan tak berani membalas pun tersenyum puas lalu melangkah maju hingga berdiri tepat di depan Melisha.
“Kalimat yang keluar dari mulutmu dan sikap yang kau tunjukkan di hadapan semua orang, sungguh membuatku ingin muntah!”
“Teruslah bersikap manis di hadapan semua orang agar kau dicintai dan diperlakukan dengan baik, Melisha!”
“Aku tidak perlu bersikap sepertimu karena semuanya adalah milikku sejak awal, Melisha!”
Larietta yang melihat Melisha menahan diri sambil menundakkan kepala pun menjadi puas lalu mengedarkan pandangannya ke semua Pelayan yang mengintip dan memanggil Rieta.
“Rieta!” panggil Larietta dingin.
“Pecat semua Pelayan yang menguping di ruangan ini! Jangan berikan surat rekomendasi apapun pada mereka!” tegas Rieta.
“Baik, Nona!” jawab Rieta sopan.
“Aku ingin menjadikan ini sebagai pelajaran kepada semua orang untuk menyadari posisinya sebenarnya!” ucap Larietta dengan lantang yang secara tak langsung memberikan peringatan kepada Melisha yang berdiri di sampingnya.
“Saya akan laksanakan perintah anda!” jawab Rieta lagi.
Lerietta yang sangat lelah dan tak punya energi lagi untuk beragumen pun menaiki tangga dan kembali ke kamarnya.
Melisha yang sangat kesal dan marah karena kesombangan dan keangkuhan yang ditunjukkan Larietta padanya serta peringatan terbuka untuknya pun menghancurkan beberapa barang yang ada di kamarnya.
“Br*ngsek! Beraninya dia menghinaku!”
“Hanya karena dia terlahir dari Keluarga Bangsawan Elit dan memiliki segalanya. Apakah pantas baginya untuk menghinaku seperti itu?”
“Larietta! Aku tidak akan pernah melupakan penghinaan ini!”
__ADS_1
“Aku pasti akan membalasmu!”
Mary yang ketakutan dengan amarah Melisha yang tidak terkendali mencoba menenangkan Melisha.
“No-Nona tenanglah!”
“Nona tidak boleh seperti ini! Bagaimana jika Nyonya Duchess dan Tuan Duke melihat ini?”
“Nona harus menahan emosi anda. Jangan sampai hal ini menghancurkan reputasi dan citra yang telah anda bangun dengan susah payah!”
Melisha yang mendengar ucapan Mary pun menghentikan tindakannya dan terjatuh ke lantai dan menangis.
“Aku tidak akan pernah diam saja melihatmu bahagia di atas penderitaanku Larietta!”
“Aku akan mengambil semuanya dan menjadikannya milikku!”
Melisha yang menyadari bahwa Larietta sangat mencintai Joseph dan akan menjadi gila jika tidak bisa bersama Joseph pun memutuskan untuk menjadikan Joseph target utamanya.
“Aku akan membuat Pertunanganmu dan Joseph dibatalkan! Aku akan melihatmu menangis darah dan berlutut mengemis cinta!”
Beberapa hari berlalu, Larietta yang merasa jika Kediaman Keluarga Duke Boulois sangat tenang menjadi curiga.
“Hmmm, kenapa Ayah dan Ibu yang pilih kasih itu tidak datang menegur atau memarahiku karena memarahi Putri Kandung Mereka yang tertukar?” sindir Larietta.
“Ketenangan ini membuatku sedikit khawatir seperti sebuah masalah besar akan segera muncul!” gumam Larietta.
Sementara itu, Theodore yang hampir saja menyelesaikan alat sihir yang diminta oleh Larietta mendapatkan informasi dari Olivier.
“Apakah kau sudah mendapatkan informasinya?” tanya Theodore penasaran.
“Semua informasi yang dicari ada disin tapi ada sebuah kenyataan tersembunyi yang sangat mengejutkan yang ditemukan, Tuan Muda!” ungkap Olivier.
“Kenyataan tersembunyi? Yang mengejutkan?” ulang Theodore.
Theodore yang penasaran dengan maksud ucapan Sekretarisnya itu pun tertawa dengan sangat keras setelah menyadari maksudnya.
“Sepertinya akan segera terjadi hal yang menarik dalam waktu dekat di Kediaman Duke Boulois!” gumam Theodore.
#Bersambung#
__ADS_1
Kenyataan tersembunyi apa yang dimaksud Theodore dan Olivier? Tebak jawabannya di kolom komentar ya...