Villainess Wants Happy Life

Villainess Wants Happy Life
BAB 73. Pesta Pertunangan Gagal


__ADS_3

Duke Boulois yang sangat marah karena dirinya tak bisa membuat Larietta masuk kembali ke Duchy memilih menggunakan cara lain dan mengesampingkan masalah itu untuk sementara waktu.


“Hah! Ini tak akan berhasil! Aku harus bertemu dengan Marquess Rodenherg secara langsung dan memintanya membantuku!” gumam Duke Boulois dengan wajah serius.


Duke Boulois yang kepikiran dengan Senior dan Beberapa Bangsawan yang dipimpinnya yang tak bisa menerima Melisha menjadi Pewaris berhenti berpikir saat melihat Melisha datang menemuinya dengan wajah bahagia.


“Ayah! Bagaimana dengan penampilanku? Apakah aku sudah sama cantiknya dengan Ibu?” tanya Melisha dengan tawa ceria.


“Kau terlihat sangat cantik. Tentu saja.” jawab Duke Boulois spontan sambil tersenyum lembut.


“Apa yang kau lakukan disini? Kau harus segera kembali ke kamarmu dan menunggu Joseph menjemputmu menuju Aula Utama!” ucap Duke Boulois yang dengan cepat mengusir Melisha pergi.


Duke Boulois yang merasa lega telah mengusir Melisha tiba-tiba merasakan sakit pada kepalanya lalu memanggil Arman menemuinya.


“Kirimkan surat ini kepada Marquess Rodenherg segera! Aku harus segera menyelesaikan masalah ini secepatnya!” ucap Duke Boulois dengan ekspresi serius.


Waktu pun berlalu, Duke Boulois yang lagi-lagi membuat Pesta di Kediamannya melakukannya dengan sangat mewah.


“Yang Mulia Duke, Claus Lorca Boulois, memasuki ruangan!” teriak Kesatria yang menjaga pintu dengan suara yang lantang.


“Nona Melisha Boulois dan Tuan Muda Joseph Paul Danzhweltz memasuki ruangan!” teriak Kesatria dengan suara yang lantang.


Semua tamu undangan yang memiliki status lebih rendah dari Duke Boulois dengan cepat menundukkan kepalanya dan memberi hormat lalu melemparkan senyum yang sangat ramah.


Keramahan itu tetap berlangsung pada Joseph yang saat itu juga datang mendampingi Melisha di Acara Pertunangan mereka.


Namun sikap yang sangat berbeda terlihat jelas saat semuanya mengabaikan keberadaan Melisha dan hanya mengajak Joseph bicara.


“Tuan Muda Joseph, saya turut bersedih dengan berita yang beredar. Saya harap Tuan Marquess segera sadar dan sehat kembali!” ucap Viscount Benedict dengan senyum ramah.


“Terima kasih untuk ucapannya dan tentu saja saya berharap begitu!” jawab Joseph dengan ekspresi wajah yang sedih.


Melisa yang sangat kesal karena diabaikan oleha Bangsawan yang ada di sekitarnya tak bisa melakukan apapun dan hanya bisa berdiri di tempatnya dengan kepala tertunduk ke bawah.


Melisha yang tidak bisa menerima penghinaan yang diberikan kepadanya lebih lama lagi pun memegang ujung taksedo Joseph lalu memasang wajah memelas.


Joseph yang melihat Melisha bersedih menyadari bahwa sikap Bangsawan di sekitarnya sangat berbeda hingga membuat Joseph terpaksa menarik nafas yang panjang.

__ADS_1


“Agh, terima kasih untuk semuanya yang sudah datang. Ini adalah Nona Melisha Boulois. Dia adalah Kekasih saya dan Tunangan saya!” ucap Joseph yang dengan cepat merangkul Melisha sambil tersenyum lembut.


Melisha yang awalnya terkejut dengan cepat beradaptasi lalu tanpa pikir panjang memeluk erat Joseph.


Tamu undangan yang melihat sikap Joseph yang begitu perhatian kepada Melisha dengan cepat mengubah sikapnya menjadi ramah.


Namun hal itu tak berlangsung lama, Melisha yang pada akhirnya harus sendirian di Pesta harus menghadapi tatapan dingin dari semua orang dan tak jarang kata-kata sinis keluar dengan berbisik.


‘Sungguh tidak tau malu! Dia hanyalah anak h*ram tapi dengan bangga mengangkat kepalanya di hadapan Bangsawan yang memiliki darah murni!’


‘Hmm, menjijikkan sekali! Lihat wajahnya! Sungguh membuatku ingin sekali menyirami wine ini!’


Melisha yang hanya bisa menahan semuanya mencoba mengendalikan dirinya lalu berlari menuju ke arah Duke Boulois yang terlihat tidak terlalu sibuk.


“Ayah, kapan kau akan mengumumkan Pertunanganku dengan Joseph? A-Aku...” ucap Melisha yang dengan cepat mengubah ekspresinya menjadi malu.


Duke Boulois yang hanya berpikir jika Putrinya sangat tidak sabar untuk bisa bersama dengan Joseph dengan cepat menganggukkan kepalanya lalu mengambil gelas wine yang kosong lalu memukulnya pelan untuk menarik perhatian semua Tamu Undangan.


Duke Boulois yang melihat Melisha yang telah berdiri di samping Joseph dengan wajah yang sangat bahagia menjadi ikut bahagia.


Semua Tamu undangan yang hadir dengan cepat bertepuk tangan dan memasang senyum palsu di wajahnya.


Joseph yang mendengar musik dibunyikan langsung membungkukkan tubuhya dengan senyum yang lembut di hadapan Melisha.


“Bolehkah saya menerima kehormatan memiliki dansa pertama anda, Nona?” tanya Joseph yang membuat Meliha malu dan bahagia di saat bersamaan.


Melisha yang menerima uluran tangan Joseph langsung berjalan menuju ke tengah ruangan Pesta dan keduanya berdansa bersama yang kemudian di lanjutkan Pasangan lainnya mengikuti.


Melisha kesal selama beberapa hari terakhir karena pemberitaan media dan perbincangan Pelayan yang tak berhenti menyebut nama Melisha menjadi sangat bahagia setelah Pengumuman Pertunangannya dengan Joseph.


Namun kebahagiaan itu tidak berlangsung lama, Melisha dan Joseph yang sedang berdansa terpaksa harus menghentikan dansanya karena beberapa kejadian yang tak terduga.


Kesatria yang berjaga di Kediaman Duke dengan cepat dipukul mundur dan ruangan Pesta yang dalam suasana bahagia berubah menjadi mencekam.


Kesatria Kekaisaran bersenjata dengan cepat mengepung Kediaman Duke dan membuat semua orang menjadi sangat terkejut.


Duke Boulois yang tidak tau yang sebenarnya terjadi menjadi sangat marah dan dengan percaya diri berdiri di hadapan semua orang.

__ADS_1


“Apa maksud semua ini, Komandan Kesatria Gordon?" tanya Duke Boulois dengan ekspresi tidak senang dan sorot mata yang membunuh.


1Namun sebelum Komandan Kesatria Gordon menjawab tiba-tiba Theodore yang juga ikut dalam pembasmian Keluarga Duke Boulois menampakkan dirinya.


Theodore yang datang dengan pakaian Kesatria Putih dengan tubuh yang tegap berjalan mendekat sambil membawa sebuah kertas gulungan dengan pita merah.


"Dekrit dari Yang Mulia Kaisar, Seluruh orang yang ada di Kediaman Duke Boulois akan ditahan di dalam Penjara Kerajaan atas tuduhan Penculikan, Perbudakan, Penggelapan Pajak dan Transaksi ilegal!" ucap Theodore dengan suara lantang.


Theodore yang bergerak dengan sangat cepat memberikan kode kepada semua Kesatria untuk membawa semuanya pergi.


"Jangan diam saja! Tangkap semuanya dan masukkan ke dalam Penjara Kekaisaran!" ucap Theodore yang memberikan perintah.


Kesatria yang tersadar dari lamunan bergerak menyusuri setiap sudut dan tempat di Kediaman Duke Boulois lalu menangkap semua Pelayan dan Kesatria dengan arahan Komandan Kesatria Gordon.


Duke Boulois yang melihat orang-orangnya ditangkap dan ditahan menjadi sangat marah dan kesal tapi tak bisa melakukan apapun karena dekrit yang diberikan.


"Sial! Aku tidak boleh tertangkap seperti ini. Aku harus pergi dari sini dan menyusun rencana!" ucap Duke Boulois dengan suara pelan.


Duke Boulois yang seorang Master Sihir tidak inginn menerima tuduhan buruk tentangnya begitu saja hingga berniat untuk melarikan diri.


Theodore yang melihat hal itu dengan cepat menghentikannya dan membuat Duke Boulois terjatuh ke lantai.


“Lepaskan aku! Apa yang kau lakukan? Apa kau tidak tau siapa aku?” teriak Duke Boulois yang memberontak tapi ditahan Theodore dengan sihirnya.


Joseph yang terkejut dengan perubahan yang terjadi begitu cepat menjadi semakin tak bisa bicara saat mengetahui bahwa Theodore tak hanya Master Pedang tapi juga Master Sihir.


“Br*ngsek! Apa yang sebenarnya terjadi?” gumam Joseph yang mengumpat kesal dengan tangan terkepal erat.


Melisha yang melihat Duke Boulois tertangkap menjadi sangat takut hingga wajahnya berubah menjadi pucat dengan tubuh bergetar.


Theodore yang mengalihkan pandangannya pada Melisha menjadi sangat marah dan kesal lalu memberikan kode kepada Komandan Kesatria Gordon untuk bergerak cepat.


“Tidak! Apa yang kalian lakukan? Jangan sentuh aku! Lepaskan! Aaarrgghhh!” teriak Melisha dengan suara yang sangat keras dengan air mata yang mengalir sangat banyak.


#Bersambung#


Apa yang sebenarnya terjadi pada Kediaman Duke Boulois? Bagaimana nasib orang-orang di Kediaman Duke Bolois selanjutnya? Tebak jawabannya di kolom komentar ya..

__ADS_1


__ADS_2