Villainess Wants Happy Life

Villainess Wants Happy Life
BAB 37. Berita Tersebar


__ADS_3

Melisha yang mendapatkan informasi dari Mary bahwa Larietta masuk ke Akademi Rinette langsung menjadi kesal.


“Apa kau bilang? Akademi Rinette?” tanya Melisha dengan mata melotot.


"Apakah kau tidak salah mendengar kabar ini?" tanya Melisha lagi tidak percaya.


“Saya tidak mungkin salah. Saya tidak akan berani berbohong kepada anda, Nona." ucap Mary sambil berlutut.


"Saya mendengarnya saat Nyonya bicara dengan Madam Rieta setelah dirinya pulang dari Pesta Minum Teh!” jawab Mary buru-buru.


“Pesta Minum Teh?” tanya Melisha yang bingung.


“Benar. Nyonya pergi ke Pesta Minum Teh siang ini!” balas Mary patuh.


Melisha yang sebenarnya kecewa karena Duchess Boulois tidak mengajaknya saat menghadiri Pesta Minum Teh memilih diam untuk hal lain yang lebih penting.


‘Hah! Ternyata Tes itu masih belum berpengaruh besar. Nyonya Duchess masih belum terbuka sepenuhnya denganku!’


‘Hmmm, sudahlah. Aku tidak perlu terburu-buru! Sekarang yang terpenting adalah menyelesaikan masalah Larietta.’


Melisha yang sangat tidak senang dengan berita bahwa Larietta hidup dengan bahagia dan bebas sementara dirinya masih hidup dalam ketakutan menjadi kesal lalu mengusir Mary keluar.

__ADS_1


‘Sial! Kenapa semuanya selalu berakhir seperti ini? Bagaimana Larietta bisa masuk ke Akademi Rinette yang terkenal selektif saat Penerimaan?’


‘Tidak! Aku tidak bisa diam saja. Aku harus melakukan sesuatu! Aku harus menemui Ayah dan meminta bantuan!’


Melisha yang ingin bertemu dengan Duke Boulois pun pergi ke Ruang Kerjanya tapi sebelum dirinya bisa mengetuk pintu meminta izin dirinya mendengar Duke Boulois sedang berbicara.


“Suamiku, apakah kau tidak bisa mengubah keputusanmu lagi? Aku sangat khawatir dengan Putri kita, Larietta?”


“Aku tau jika Larietta sudah sangat keterlaluan tapi bagaimanapun dirinya satu-satunya Putri kita dan dia adalah Keturunan Langsung Keluarga Duke Boulois!”


“Aku mendengar kabar bahwa Larietta masuk ke Akademi Rinette. Meskipun aku tidak tau jurusan apa yang diambilnya tapi aku yakin jika Larietta sudah sangat berubah!”


Melisha yang mendengar Duchess Boulois mencoba untuk membujuk Duke Boulois menjadi sangat kesal lalu memutuskan berbalik arah kembali ke kamarnya.


Melisha yang sangat marah dengan semua yang didengarnya pun membanting semua barang yang ada di dalam kamarnya.


“Aaarrgghhh! Larietta! Dasar si*lan!”


“Kau sudah tidak ada di hadapanku tapi kau masih saja mengganggu hidupku!”


“Jika aku tidak menyingkirkanmu maka hidupku tidak akan pernah tenang!”

__ADS_1


Mary yang melihat Melisha meluapkan amarahnya memilih diam karena tak ingin menjadi sasaran kemarahan.


Sementara itu, Joseph yang ingin menjadikan Melisha sebagai wanitanya memutuskan untuk menyingkirkan Marquess Danzhweltz.


“Butler, apakah kau berada di pihakku atau Ayahku?” tanya Joseph serius.


“Anda adalah Keturunan Utama Marquess Danzhweltz dan anda adalah masa depan Kediaman ini jadi tentu saja saya akan berada di pihak anda!” jawab Butler percaya diri.


“Bagus sekali! Kalau begitu tunjukkan kesetiaanmu padaku!” tegas Joseph.


“Silahkan berikan perintahmu, Tuanku!” ucap Butler patuh.


Joseph yang sangat senang bahwa Butler Kediaman Marquess Danzhweltz ada di pihaknya pun tersenyum puas.


‘Bagus sekali! Aku tidak perlu menyingkirkan Pelayan yang berguna karena Ayah bodoh itu!”


Joseph yang sangat membenci Marquess Danzhwelltz karena telah mengkhianati Ibunya dan membuat Ibunya sengsara memutuskan untuk menghancurkan hubungan kepura-puraan itu.


#Bersambung#


Apakah Melisha akan kembali berhasil masuk ke Akademi Rinette dengan bantuan Duke Boulois? Apa yang akan direncanakan Joseph selanjutnya? Tebak jawabannya di kolom komentar ya...

__ADS_1


__ADS_2