Villainess Wants Happy Life

Villainess Wants Happy Life
BAB 26. Kecurigaan Duchess


__ADS_3

Larietta yang diantar sampai ke Kota langsung meminta turun dan berniat melanjutkan perjalanannya sendiri.


“Terima kasih untuk bantuanmu, Theo. Aku akan melanjutkannya sendiri mulai dari sini!” ucap Larietta.


Theodore yang telah membuat Larietta secara tidak langsung sebagai prioritas utamanya tidak bisa melihat Larietta menderita hingga berniat melakukan apapun untuk menolongya.


“Ta-tapi... Aku bisa mengantarmu sampai ke tempat tujuanmu dan...!”


“Dan maafkan perkataanku jika aku melukai harga dirimu tapi aku...!”


“Aku bersedia memberikan tempat untukmu tinggal sementara waktu hingga kau menemukan tujuanmu dan aku mohon terimalah kebaikanku!”


Larietta yang tak ingin membebani orang lain dengan cepat menolak bantuan dari Theodore bahkan Anna yang mencoba membujuknya dengan cepat mendapatkan ultimatum tajam.


“Maafkan aku tapi aku harus menolaknya dengan tegas Theo dan Anna, aku harap kau tidak mengatakan apapun lagi jika kau masih ingin mengikutiku!” ucap Larietta dingin.


“Maafkan saya, Nona!” ucap Anna bersalah.


Theodore yang melihat Larietta yang telah membuat keputusan pun menyerah dengan harapan Larietta akan memberitaunya tujuannya.


“Aku tidak mengatakan apapun lagi tapi aku harap kau akan memberitau temanmu ini kemana kau akan pergi!” ucap Theodore dengan mata berbinar.


Larietta yang melihat Theodore sebagai salah satu orang yang tulus padanya pun tersenyum lalu menganggukkan kepalanya.


“Aku akan pergi ke Akademi Rinette dan aku telah memutuskan untuk masuk ke Akademi Rinette!” tegas Larietta.


Theodore yang mendengar Akademi Rinette yang menjadi tujuan menjadi lega dan melepas kepergian Larietta.


“Jika kau sungguh telah membuat keputusan maka aku tak akan bisa mengubahnya lagi dan aku harap kau akan sampai dengan selamat disana!” ungkap Theodore.


“Terima kasih, Theo. Kau sungguh teman yang baik!” ucap Larietta tersenyum bahagia.


Theodore yang telah menyadari ketertarikannya pada Larietta pun tersenyum kecut saat mendengar hubungan keduanya hanya sebatas teman.


“Aku bisa menerima hubungan pertemanan ini sekarang tapi tidak untuk waktu yang lama karena apapun yang terjadi aku akan menjadikanmu wanitaku, Larietta!”


Theodore yang mengantar Larietta menaiki kerete kuda yang telah disewa pun bergegas kembali ke Kediamannya.


Theodore yang tak ingin keduluan Larietta langsung memberikan perintah kepada Olivier untuk mempersiapkan semuanya.


“Olivier! Segera persiapkan keperluanku untuk kembali ke Akademi karena aku telah memutuskan untuk melanjutkan pendidikanku!” tegas Theodore.

__ADS_1


Olivier yang awalnya terkejut tetap berhasil mengendalikan dirinya dan melakukan perintah yang diberikan.


“Saya akan segera mempersiapkannya, Tuan!”


Sementara itu, Melisha yang masih terkejut dengan kenyataan Larietta yang telah mengetahui rahasianya menjadi semakin khawatir saat Mary datang menemuinya.


“Nona! Gawat!” teriak Mary.


“Ada apa Mary? Kenapa kau berteriak sangat keras?” tanya Melisha kesal.


“Nona, saat ini Ibukota sedang diramaikan dengan berita tentang gosip anda yang ternyata Putri Tidak Sah Tuan Duke!” ucap Mary.


“Apa? Bagaimana bisa itu terjadi?” teriak Melisha yang langsung berdiri dari tempat duduknya.


Namun sebelum Mary menjawab pertanyaan Melisha tiba-tiba Rieta datang menemui Melisha dan menyampaikan pesan dari Duchess Boulois.


“Nona Melisha, anda dipanggil Nyonya Duchess di ruangannya sekarang!” ucap Rieta dingin.


Melisha yang sudah bisa menebak inti pembicaraannya dengan Duchess Boulois menggigit bibir bawahnya cemas.


Melisha yang tidak bisa diam saja saat situasi baik tidak berpihak padanya langsung memberikan kode kepada Mary untuk menghubungi Duke Boulois.


Melisha yang memasuki ruangan dan duduk di depan Duchess merasakan bahwa sikap Duchess padanya berubah sangat dingin.


Duchess yang tidak senang dengan kepergian Larietta dan berita tentang Duke Boulois yang memiliki anak lain dari wanita yang tak diketahuinya bahkan anak tidak sah itu tinggal di Kediamannya lalu bersiap menggantikan posisi Putrinya membuat Duchess menjadi tidak tenang.


“Nona Valcov! Aku harap kau berkata jujur padaku karena aku sangat tidak suka dengan orang yang berkata bohong!” tegas Duchess Boulois.


“Katakan padaku sebenarnya siapa Ayah kandungmu? Apakah kau sungguh Putri kandung Baron Valcov atau Putri tidak sah suamiku dengan wanita lain?” tanya Duchess dingin.


Melisha yang sudah bisa menebak pertanyaan yang akan ditanyakan tetap tidak bisa menyembunyikan kegugupannya.


Melisha yang tak ingin diusir dari Kediaman Duke Boulois saat semuanya hampir menjadi miliknya langsung turun dari tempat duduknya dan berlutut di hadapan Duchess Boulois.


Melisha yang sangat mengetahui karakter Duchess Boulois dengan cepat meneteskan air matanya dan membuat hidupnya terlihat sangat menyedihkan.


“Kumohon percayalah padaku, Nyonya!”


“Saya sungguh bukan Putri dari Tuan Duke, saya hanyalah Putri dari Seorang Baron tanpa harta ataupun kekuasaan!”


“Gosip itu hanyalah perbuatan orang-orang jahat yang tidak senang dengan diriku yang mendapatkan kebaikan dari Tuan Duke dan Nyonya Duchess!”

__ADS_1


“Saya bersedia melakukan apapun untuk meyakinkan Nyonya Duchess bahwa semua gosip itu adalah palsu!”


Duchess Boulois yang melihat banyak Pelayan yang menatapnya dan membicarakannya pun menarik nafas panjang lalu menyerah.


“Hah! Berdirilah Melisha! Aku tidak ingin orang lain juga bergosip tentang diriku yang memperlakukan Seorang Tamu dengan buruk!”


“Baiklah. Aku akan percaya padamu dan kau harus membuktikannya tentang kebenaran dari gosip itu padaku!”


Duchess Boulois yang telah membuat keputusan lain pun memanggil Rieta untuk mengambilkan pena dan kertas lalu menulis sebuah surat.


“Rieta! Sampaikan surat ini ke Gereja dan minta mereka mengirimkan salah satu orangnya untuk melakukan Tes Kelahiran!”


Melisha yang terkejut dengan perintah yang diberikan Duchess mencoba mengendalikan dirinya yang sangat cemas.


Duchess yang tidak ingin melihat wajah Melisha untuk sementara waktu pun mengusir Melisha pergi.


“Keluarlah! Kau boleh kembali ke kamarmu!”


Melisha yang khawatir identitasnya yang sebenarnya akan ketahuan pun menjadi sangat panik lalu tiba-tiba Duke Boulois muncul di hadapannya.


“Ikuti aku!” ucap Duke Boulois dingin.


“Baik, Tuan Duke!” jawan Melisha patuh.


Sementar itu, Larietta yang menikmati perjalanannya menuju Akademi Rientte bersama Anna merasa sangat senang.


“Anna! Jika aku tidak meninggalkan Kediaman Duke, aku tidak akan mungkin bisa menikmati pemandangan indah selama perjalanan kita!”


“Aku juga tidak akan bisa menikmati berbagai macam jenis makanan dan kue yang ada di beberapa tempat yang kita lewati!”


Anna yang ikut senang saat melihat Larietta dapat tersenyum lepas tetap tidak bisa menghilangkan kesedihan dan kekhawatirannya saat Larietta meninggalkan Kediaman Duke.


“Aku akan selalu senang jika Nona bahagia tapi apakah ini benar-benar tidak apa-apa meninggalkan Kediaman Duke?” tanya Anna.


“Jangan khawatir, Anna. Kita pasti akan hidup bahagia dan lebih baik nanti. Percayalah padaku!” ucap Larietta menenangkan.


Anna yang menyerah pada sifat Larietta yang keras kepala pun menganggukkan kepalanya lalu berjalan menyusuri tempat bersama dengan senyum bahagia.


#Bersambung#


Apa yang akan dilakukan Melisha untuk menyembunyikan kenyataan pada Duchess Boulois? Lalu apakah identitas Melisha akan ketahuan nantinya? Tebak jawabannya di kolom komentar ya...

__ADS_1


__ADS_2