Villainess Wants Happy Life

Villainess Wants Happy Life
BAB 16. Pendamping Joseph


__ADS_3

Larietta yang sangat senang saat melihat Nyonya Berty dan Anna sangat mengkhawatirkan dirinya pun mencoba menenangkan keduanya.


“Siapa yang bilang bahwa aku akan datang sendirian? Jangan khawatir. Aku sudah memilih pendamping!” tegas Larietta dengan senyum lebar.


Larietta yang kembali ke Kediaman Duke Baoulois bersama Anna menjadi sangat terkejut saat melihat beberapa Pelayan yang sedang sibuk.


“Ada apa ini? Kenapa berisik sekali?” tanya Larietta dengan suara rendah.


Larietta yang sudah sangat lelah dan membutuhkan istirahat memilih untuk kembali ke kamarnya dan menyerahkan jawabannya kepada Anna.


“Anna, siapkan air hangat! Aku ingin mandi dan cari tau yang terjadi!” perintah Larietta.


“Baik, Nona!” tegas Anna.


Larietta yang sangat lelah sangat ingin berendam air hangat dan langsung istirahat tapi masalah yang ada di depan matanya mengharuskan Larietta menguatkan dirinya.


“Aku tidak bisa istirahat sekarang! Aku harus mengirimkan surat kepada Tuan Theodore!” ucap Larietta dengan tekad yang kuat.


Sementara itu, kamar Melisha yang kosong tiba-tiba dipenuhi dengan berbagai macam barang mewah sehingga membuat Pelayan menjadi sangat sibuk.


Melisha yang pergi menemui Theodore pagi ini tepat setelah dirinya mengetahui tujuan kepergian Larietta memulai rencana balas dendamnya.


“Siapkan kereta kudaku! Aku akan menemui Joseph sekarang!” tegas Melisha.


Melisha yang telah membuat janji dengan Theodore dengan surat berjanji akan bertemu di salah satu Restoran.


Melisha yang datang dengan memakai gaun sederhana dengan riasan dan perhiasan yang minim sengaja ingin memancing amarah Theodore.


“Ada apa Melisha? Kenapa kau berpakaian seperti ini? Kenapa kau tidak memakai perhiasan yang aku berikan padamu?” tanya Theodore bingung.


“Tidak ada apa-apa. Aku baik-baik saja!” ucap Melisha pura-pura.


“Jangan berbohong Melisha. Kau tidak pandai berbohong. Katakan padaku yang terjadi. Apakah Larietta lagi-lagi mengganggumu?” tanya Theodore yang mulai terpancing.


Melisha yang menyadari bahwa Theodore telah masuk ke dalam perangkapnya pun mulai memainkan perannya dengan sangat baik.

__ADS_1


“Ti-tidak! Nona Larietta tidak pernah melakukan apapun! Nona Larietta hanya mengatakan kebenarannya!” ucap Melisha dengan kepala tertunduk.


“Kebenaran? Kebenaran apa maksudmu?” tanya Theodore yang mengkerutkan alisnya.


“Kebenaran bahwa aku bukan siapa-siapa di Kediaman Duke dan aku tidak pantas memakai pakaian mewah yang kau dan Nyonya Duchess berikan!” jawab Melisha dengan wajah sedih.


Theodore yang sangat marah mendengar ucapan Melisha pun mengepalkan tangannya dengan sangat erat dan mulai menenangkan Melisha yang menurutnya sedang sedih.


“Apa yang kau pikirkan? Jangan dengarkan Larietta!”


“Duchess Boulois memberikan itu pasti karena menurutnya bahwa kau sangat pantas memakainya begitu juga denganku!”


“Jadi jangan merendahkan dirimu karena ucapan Larietta yang tidak penting, Melish!”


Theodore yang tidak senang dengan sikap Larietta yang sangat sombong dan berbeda sekali dengan Melisha yang menurutnya sangat baik pun mengubah pemikirannya.


“Aku telah membuat keputusan bahwa aku akan menjadi Pendampingmu dalam Acara Ulang Tahun Putra Mahkota!”


“Aku juga akan mengirimkan Gaun, Perhiasan, Sepatu dan yang lainnya ke Kediaman Duke Boulois sebagai hadiah khusus untukmu!”


Melisha yang dalam hatinya sangat senang dan bahagia mendengar kata-kata yang sangat diinginkannya akhirnya diucapkan Joseph mencoba menyembunyikan rasa bahagianya dengan melakukan tarik ulur sedikit.


“Kau tidak perlu memikirkan orang lain. Kau harus memikirkan dirimu sendiri terlebih dahulu Melish!” ucap Joseph.


“Ta-tapi Joseph...!” balas Larietta.


“Tidak ada kata tapi, Melisha. Aku mohon kali ini saja percayalah padaku!” ucap Theodore dengan wajah memelas.


“Baiklah! Aku percaya padamu!” ucap Melisha dengan senyum lebar.


Seperti sebuah janji yang menjadi kenyataan, Melisha yang kembali ke Kediaman Duke Boulois setelah pertemuannya dengan Joseph menjadi sangat terkejut saat Mary datang menghampirinya.


Mary yang datang memberitau bahwa Joseph mengirim seseorang untuk mengantarkan hadiah yang sangat mahal untuknya menjadi sangat senang.


‘Aku pasti akan membalasmu kali ini, Larietta!’

__ADS_1


‘Aku akan membuatmu menangis dan berlutut di hadapanku untuk mengembalikan Joseph padamu!”


‘Lalu saat itu tiba, aku akan menjadi pemenangnya!’


Sementara itu, Anna yang telah mendapatkan yang diinginkan Larietta buru-buru menemui Larietta dan melaporkan semuanya.


“No-Nona! I-Ini sungguh tidak boleh terjadi!” ucap Anna dengan terburu-buru.


“Tarik nafasmu perlahan terlebih dahulu Anna lalu katakan semuanya padaku!” ucap Larietta yang mengkerutkan alisnya.


Anna yang ternyata tetap tidak bisa tenang setelah menuruti saran dari Larietta pun mengatakan semua yang ada di dalam pikirannya secara jelas yang dapat dilihat pada raut wajahnya yang kesal dan tidak senang.


“Tu-Tuan Muda Joseph sungguh melakukan yang dikatakannya di Butik!”


“Dia sungguh mengirimkan Gaun, Perhiasan dan barang mewah lainnya kepada Nona Melisha dan serius untuk menjadikan Nona Melisha sebagai pendampingnya!”


“Nona, anda harus melakukan sesuatu untuk mengubah pemikiran Tuan Muda Joseph!”


“Nona tidak bisa membiarkan Tuan Muda Joseph pergi bersama Nona Melisha! Tuan Muda Joseph adalah Tunangan anda!”


Larietta yang belum mengatakan apapun tentang rencananya kepada Anna menjadi tersentuh dengan Anna yang sangat khawatir dan cemas kepadanya.


“Anna! Aku tidak akan melakukan apapun!”


“Aku tidak akan menurunkan harga diriku untuk Joseph apalagi harus mengemis padanya!”


“Biarkan saja dia bersama Melisha!”


“Bukankah Pria Peselingkuh sangat cocok dengan Wanita murahan dan tidak tau diri seperti Melisha?”


Larietta yang tidak ingin terlibat dengan percintaan Melisha dan Joseph sejak awal dan bahkan telah merencanakan kepergiannya pun memberikan Anna beberapa perintah.


“Seperti yang aku katakan sebelumnya bahwa kau tidak perlu khawatir, Anna! Aku telah memiliki solusi untuk masalah ini!” ujar Larietta datar.


“Tapi untuk melaksanakannya kau harus melakukan sesuatu secara diam-diam!” ucap Larietta dengan senyum licik.

__ADS_1


#Bersambung#


Apa yang sedang direncanakan Larietta? Apakah keinginan Melisha akan terwujud pada akhirnya? Tebak jawabannya di kolom komentar.


__ADS_2