
Larietta yang telah memiliki rancangan bisnis yang akan dibuatnya bersama Tuan Z menemukan ide untuk membuat rencana bisnis berjalan sangat lancar.
‘Hmmm, aku tidak akan menolak bantuan dari orang yang telah menawarkan diri untuk membantuku!’
‘Aku pasti akan memanfaatkannya dengan sangat baik!’
Larietta yang ingin membuat Lorca berada di pihaknya pun mencoba mendekatinya dengan beberapa trik.
“Tuan Lorca tidak perlu berekspresi seperti itu. Aku tidak memiliki niat buruk padamu!” ucap Larietta pura-pura polos.
“Ti-tidak! A-aku tidak pernah berpikir buruk tentang Nona!” jawab Lorca dengan cepat sambil menggelengkan kepalanya beberapa kali.
“Benarkah? Kalau begitu aku merasa sangat lega!” jawab Larietta dengan senyum lembut.
“Hmmm, aku masih punya urusan lain sekarang. Aku akan segera menghubungimu saat membutuhkan bantuanmu!” ucap Larietta lagi malu.
Lorca yang awalnya takut kepada Larietta yang didengarnya memiliki sifat yang sulit sekarang berubah menjadi penggemar Larietta.
Lorca yang telah dibantu oleh Larietta satu kali mengubah pandangannya tentang Larietta secara keseluruhan.
Lorca yang sangat senang dengan perkataan Larietta dengan cepat menganggukkan kepalanya sebagai tanda persetujuan lalu melihat Larietta yang terus berjalan menjauh dengan anggun.
“Sa-Saya akan menunggu kabar dari Nona!”
Larietta yang sangat lelah karena memanggil Undine untuk menyelamatkan Lorca memutuskan menyerah pada tujuannya.
Larietta yang menunda rencana ke Markas Asosiasi Eagle Eyes memutuskan untuk kembali ke Asrama Pribadinya.
“Hah! Tidak disangka memanggil Undine dan meminjam kekuatannya untuk menghukum orang jahat sangat melelahkan!” gumam Larietta.
“Hmmm, aku ingin berendam di air hangat dan merenggangkan tubuhku di tempat tidur!” ucap Larietta dengan suara kecil.
Sementara itu, Melisha yang datang terlambat untuk Acara Makan Malam menyambut Pendeta Tinggi Tabas dan Pendeta Tinggi Bastian langsung meminta maaf.
“Ma-Maafkan keterlambatan saya. Saya harap kedua Pendeta Tinggi tidak tersinggung!” ucap Melisha menyesal.
Duchess Boulois yang memiliki keraguan pada identitas Melisha menjadi tidak senang dengan apapun yang dilakukan Melisha sehingga saat Melisha melakukan kesalahan membuatnya ingin sekali memarahi Melisha.
__ADS_1
Namun sebelum Duchess Boulois membuat pergerakan, Pendeta Tinggis Tabas yang telah terjatuh di bawah ranjang Melisha dengan cepat melindungi Melisha.
“Nona Valcov tidak perlu meminta maaf. Acaranya belum dimulai jadi anda masih belum terlambat!” ucap Pendeta Tinggi Tabas tersenyum.
“Saya sangat lega mendengarnya. Terima kasih untuk pengertiannya, Pendeta Tinggi!” jawab Melisha sopan.
Acara Makan Malam yang bertujuan menyambut dua tamu penting pun berjalan dengan lancar bahkan tidak ada yang mencurigai hubungan Melisha dan Pendeta Tinggi Tabas.
Melisha yang kembali ke kamarnya setelah Acara berakhir berniat berendam ke dalam air hangat tapi tiba-tiba suara ketukan pintu terdengar.
‘Hmmm, siapa yang datang di pukul seperti ini? Menyebalkan sekali!’
Melisha yang membuka pintu menjadi sangat terkejut saat melihat Pendeta Tinggi Tabas datang ke kamarnya.
“Pe-Pendeta Tinggi?”
Melisha yang tidak bisa membiarkan orang lain melihat yang dilakukannya dan Pendeta Tinggi Tabas meskipun itu adalah kesalahanpahaman pun membawa masuk Pendeta Tinggi Tabas.
Melisha yang mencium bau alkohol dari aroma tubuh Pendeta Tinggi Tabas pun memahami yang telah terjadi.
“Hah! Ini sangat merepotkan!”
Melisha yang memikirkan ulang semua yang dilakukannya sebelumnya dan tindakan Pendeta Tinggi yang baru saja dilakukannya menjadi bingung.
“Hah! Bukankah Pendeta apalagi Pendeta Tinggi dilarang melakukan hubungan s*x tapi Pendeta Tinggi Tabas melakukan itu denganku seperti Seorang Maste?”
“Hmmm, Pendeta Tinggi dilarang meminum alkohol tapi kenyataannya Pendeta Tinggi Tabas justru melakukannya dan tidak peduli dengan sekitarnya!”
Namun sebelum jawaban dari rasa penasarannya menghilang tiba-tiba Pendeta Tinggi Tabas menarik Melisha dan menciuminya kembali.
Melisha yang tidak pernah bertemu dengan Pria yang sangat mahir berciuman hingga membuatnya kesulitan bernafas merasa seluruh tubuhnya sangat panas.
“Hah! Hah! Hah!”
Pendeta Tinggi Tabas yang melakukan sesuatu pada Melisha pun membisikkannya ke telingan Melisha dan membuat Melisha semakin berg*irah.
“Apa kau menyukai ciumanku?”
__ADS_1
“Di dalam ciumanku ada Energi Suci yang aku transfer kepadamu tapi Energi ini membuatmu menjadi panas!”
“Jadi apakah kau ingin melanjutkannya atau berhenti sampai disini?”
Melisha yang tidak bisa menahan diri pun meminta Pendeta Tinggi Tabas untuk melanjutkannya dan akhirnya keduanya melakukan hubungan s*x lagi hingga berkali-kali.
Keesokan paginya, Melisha yang tiba-tiba terbangun langsung terduduk dan melihat ke sampingnya lalu tak menemukan apapun.
“Hah! Kemana Pendeta Tinggi Tabas? Apakah yang semalam itu mimpi? Tapi kenapa aku merasa itu sangat nyata?”
Melisha yang berpikir bahwa semua adalah mimpi berniat untuk bangun dari tempat tidurnya lalu tiba-tiba rasa sakit menjalar dari pinggang ke seluruh tubuhnya.
“Aaaarrgghhh!”
Melisha yang berteriak kesakitan membuat Mary yang telah berjaga berniat masuk tapi segera dihentikan oleh Melisha.
“No-Nona! Apakah anda baik-baik saja?” tanya Mary cemas.
“Aku baik-baik saja! Jangan masuk! Siapkan saja sarapan pagiku. Aku ingin makan di dalam kamar saja!” balas Melisha.
Melisha yang melihat dirinya yang tidak memakai apapun dan hanya tertutup selimut dengan berkas merah di seluruh bagian tubuhnya yang terlihat di cermin yang ada di depannya.
“Tu-tunggu! Berkas merah ini! Apakah aku sungguh melakukan itu lagi dengan Pendeta Tinggi Tabas semalaman?”
Melisha yang merasakan sakit di seluruh tubuhnya pun menyayangkan keputusannya yang menggoda Pendeta Tinggi Tabas.
“Sial! Sekarang aku bahkan tidak bisa bergerak, bagaimana aku bisa melanjutkan tes itu!” gumam Melisha.
Namun tiba-tiba Melisha melihat sebuah botol dan sebuah surat di samping meja tempat tidurnya.
Melisha yang mengetahui bahwa Pendeta Tinggi Tabas memberikannya Air Suci yang sangat berharga untuk menghilangkan rasa sakitnya dan hal yang harus dilakukan untuk menyembunyikan identitasnya dari surat yang ditinggalkan untuknya menjadi sangat senang.
“Hah! Ini adalah hasil yang sangat aku harapkan! Dengan begini maka semua rahasiaku akan aman!”
#Bersambung#
Apakah keinginan Melisha sungguh terjadi? Bisnis apa yang ingin dilakukan oleh Larietta? Tebak jawabannya di kolom komentar ya..
__ADS_1