Villainess Wants Happy Life

Villainess Wants Happy Life
BAB 59. Jujur


__ADS_3

Larietta yang merupakan pecinta kopi merasa sangat tidak senang saat ekspektasinya harus hancur berkeping-keping.


"Master, apakah aku bisa melihat bagaimana barista... Agh, maksudku Pelayan yang membuat kopi menyeduhnya?" tanya Larietta dengan senyum dipaksakan.


Master Z yang ingin menghabiskan waktu lebih lama dengan Larietta akan melakukan apapun sehingga mengangguk cepat lalu menunjukkan semuanya.


"Dia adalah pelayan yang bertugas membuat kopi dan kau bisa melihatnya membuat kopi dari sini." ungkap Master Z dengan ekspresi serius.


Larietta yang memperhatikan semuanya dari awal menyadari hal yang aneh pada serbuk kopi yang akan diseduh.


"Tunggu! Apakah itu serbuk kopi? Bagaimana kau bisa mendapatkan serbuk kopi ini?" tanya Larietta dengan ekspresi wajah penasaran ke arah Master Z.


"Kita menggilingnya dari biji kopi yang telah dikirim dari Wilayah Timur selama dua minggu. Ada apa Nona?" tanya Master Z yang tak mengerti apapun.


Larietta yang memiliki pengetahuan tentang kopi di kehidupan sebelumnya sangat mengetahui bahwa yang membuat kopi yang diminumnya terasa sangat aneh memasang wajah serius.


Larietta yang ingin memperkenalkan kopi sebagai minuman yang enak dan dapat dinikmati selain teh memperkuat tekadnya.


'Master, bisakah kau membawaku ke tempat biji kopi yang belum digiling? Aku punya sesuatu yang ingin aku pastikan!" ungkap Larietta dengan tatapan mata yang tajam.


"Tentu saja. Ikutlah denganku!" ucap Master Z yang mengulurkan tangannya berniat memandu Larietta.


Larietta yang berpikir positif menerima dengan tangan terbuka ajakan dari Master yang kemudian membawanya ke sebuah gudang yang ada di belakang kafe.


Larietta yang memerintahkan Pelayan membuka satu karung berisi biji kopi akhirnya memerintahkan pelayan membuka semua karung yang berisi biji kopi.


"Buka semuanya! Aku ingin melihat isinya!" perintah Larietta tegas.


Master Z yang bingung dengan tindakan yang dilakukan Larietta pun mendekat dan ingin bertanya tapi tidak disangka Larietta mulai bicara lebih dulu.


"Masted, apakah harga membeli biji kopi yang telah kering dan biji kopi yang baru matang seperti ini berbeda?" tanya Larietta dengan mata berbinar.


"Hmmm, tentu saja harganya berbeda tapi pembelian biji kopi yang sudah dikeringkan biasanya lebih murah karena biasanya rakyat hanya mengambil biji kopi yang ada di pohon sementara biji kopi yang terjatuh dibiarkan saja hingga mengering sendiri." ucap Master Z menjelaskan.

__ADS_1


Larietta yang mendengar jawaban itu membuka matanya sangat lebar dan menyampaikan keputusannya dengan percaya diri.


"Kalau begitu mulai sekarang kita akan memesan biji kopi yang sudah kering dalam jumlah yang besar!" tegas Larietta.


"Biji kopi yang digiling menjadi serbuk kopi harus kering agar rasanya tidak aneh." ucap Larietta dengan ekspresi wajah serius.


Barista yang mengikuti Larietta ke gudang pun ikut penasaran dan memberikan pertanyaan untuk memuaskan rasa penasarannya.


"Jika seperti itu lalu apa yang harus kita lakukan pada biji kopi ini sekarang?" tanya Barista yang bingung.


"Kita harus menjemurnya di atas sinar matahari dan membuatnya kering agar jamurnya menghilang." jawab Larietta yang kemudian murung saat melihat cuaca yang mendung.


Larietta yang merasa jika dirinya tak akan bisa meminum kopi yang diinginkannya dalam waktu dekat tiba-tiba mendengar sebuah suara di dalam kepalanya.


Phoenix yang merupakan Spirit Elemen Api memberikan Larietta solusi untuk menyelesaikan masalahnya tapi disaat bersamaan dirinya bingung untuk menjelaskan tindakannya kepada Master Z.


"Master kenapa kau sedih? Aku bisa membuat semua biji kopi itu mengering dan menghilangkan semua jamurnya?" ucap Phoenix di dalam pikiran Larietta.


"Apakah kau sungguh bisa melakukannya?" tanya Larietta yang terlihat sedang menatap semua biji kopi.


Larietta yang tak pilihan lain selain menerima tawaran dari Spirit Elemen Api pun meminta Master Z untuk bicara empat mata di Kantornya.


Master Z yang setuju membawa Larietta ke ruang bawah tanah yang telah terpasang pola formasi teleportasi yang mengarah langsung ke ruang bawah tanah Markas Asosiasi Eagle Eyes.


Larietta yang semakin kagum dengan Master Z merasa sangat senang karena telah membuat keputusan bijak menjadikan Master Z sebagai sekutunya.


Larietta dan Master Z yang telah sampai di ruang bawah tanah Eagle Eyes dalam waktu satu menit bergegas menuju kantor Master Z.


Larietta yang tau jika Master Z adalah orang yang dapat dipercaya dan kompeten memutuskan untuk memberitau satu rahasianya.


"Master, apakah kau ingat dengan perjanjian pertama kita bahwa kau menginginkan informasi tentangku daripada bayaran uang untuk mendapatkan hubungan antara Melisha dan Duke Boulois?" tanya Larietta serius.


"Sekarang aku akan memberitaumu sebuah rahasia yang aku simpan!" ucap Larietta dengan tatapan tajam.

__ADS_1


Master Z yang menjadi tegang saat Larietta ingin memberitaukan rahasianya mulai berharap bahwa rahasia yang disimpan Larietta tak berhubungan dengan Joseph.


'Aku harap Larietta sungguh tidak memiliki perasaan lagi kepada Tuan Muda dari Kediaman Marquess Danzhweltz!' ucap Master Z dalam hati.


Berlawanan yang ada dipikiran Master Z, Larietta justru memberitaunya tentang kekuatannya yang sebenarnya yang selama ini disembunyikannya.


"Sebenarnya aku bukanlah Master Elemen Air. Aku adalah Master dari Enam Elemen! Aku telah membuat kontrak dengan semua Elemen!" ucap Larietta yang membuat Master Z sangat terkejut.


Larietta yang tak suka hanya berkata-kata pun memanggil ke Enam Spirit Elemen yang telah melakukan kontrak dengannya.


"Undine, Phoenix, Slyphid, Bumi, Light dan Black adalah keenam Spirit Elemen yang telah membuat kontrak denganku!" ungkap Larietta memperkenalkan semuanya.


Larietta yang tau jika dirinya tak bisa memanggil semuanya bersamaan dalam waktu yang lama langsung mengirim semuanya kembali setelah lima menit.


"Maafkan aku. Memanggil keenamnya secara bersamaan sangat menguras energiku jadi aku harus mengembalikan mereka secepatnya atau aku akan jatuh pingsan lagi!" ungkap Larietta.


Master Z yang terkejut dan khawatir di saat bersamaan langsung menanyakan kondisi Larietta yang kemudian bingung dengan alasan Larietta memberitaukannya Kartu AS miliknya.


"Apakah kau baik-baik saja, Nona Larietta? Apakah aku harus memanggil Dokter untuk memeriksa kondisimu?" tanya Master Z khawatir.


Larietta yang merasa geli melihat Master Z bersikap tidak seperti biasanya pun tertawa lalu menggoda Master Z.


"Hahaha... Aku baik-baik saja, Master. Jika aku hanya memanggil keenamnya lima menit, itu tidak akan mempengaruhi kesehatanku!" ucap Larietta.


"Tapi Master kenapa kau sangat panik? Apakah kau mulai menyukaiku hingga mendengar diriku akan jatuh sakit langsung membuatmu khawatir?" goda Larietta.


Master Z yang tak ingin menjawab pertanyaan Larietta yang diketahuinya hanya ingin menggodanya menunjukkann wajah yang memerah karena malu.


Larietta yang terkejut dengan reaksi yang ditunjukkan Master padanya membuka mata sangat lebar lalu batuk keras untuk mengalihkan percakapan yang membuat suasana menjadi canggung.


'Hah, kenapa Master menunjukkan reaksi seperti itu? Ini sungguh membebaniku. Bukankah Master hanya mencintai Melisha dengan seluruh jiwa dan raganya meskipun keduanya belum pernah bertemu secara langsung tapi aku yakin Master akan langsung jatuh cinta pada Melisha seperti di dalam Novel!' ungkap Larietta dengan sikap yang kaku.


#Bersambung#

__ADS_1


Hmmm, bagaimana kelanjutannya? Tebak jawabannya di kolom komentar ya...


__ADS_2