
Keesokan harinya, Larietta yang telah membuat janji temu dengan Lorca pun bertemu di tempat penyamaran Markas Asosiasi Eagle Eyes.
“Tuan Lorca, senang melihatmu ada disini!” puji Larietta.
Lorca yang hanya bisa tersenyum kaku lalu merasakan takut karena tempat yang didatanginya dipenuhi dengan orang-orang mabuk yang kasar.
“No-Nona Larietta!”
“Ya? Ada apa?”
“Apakah kau yakin dengan ide datang kemari? Tempat ini sedikit....”
“Sedikit apa? Jangan khawatir. Ini semuanya hanyalah kamuflase!”
Lorca yang terkejut pun memasang wajah bodoh di hadapan Larietta lalu mengikuti kepergian Larietta.
Larietta yang dibawa ke lantai dua menemui Master Z langsung menghentikan langkahnya tepat di depan pintu.
“Lorca! Bisakah kau menunggu disini sebentar? Aku harus mengatakan sesuatu pada seseorang di dalam dan saat urusanku selesai, aku pasti akan memanggilmu ke dalam!” ucap Larietta sambil tersenyum lembut.
“Tentu saja! Jangan khawatirkan aku. Aku akan menunggu disini dengan sabar.” ucap Lorca tersenyum pahit.
“Hmmm, terima kasih untuk pengertianmu!” balas Larietta.
Larietta yang memasuki ruangan di balik pintu sendirian melihat Master Z yang sedang duduk sambil menuangkan teh hangat.
“Nona Larietta! Senang melihat anda lagi. Saya khawatir karena saya mendapatkan informasi yang sangat mengejutkan!”
“Jangan cemas. Semua yang terjadi adalah bagian dari rencanaku dan aku merasa sangat senang sekarang!”
Larietta yang telah menyinggung masalah bisnis dengan Master Z dipertemuannya sebelumnya tanpa basa-basi mengatakan tujuan kedatangannya.
“Aku telah memutuskan untuk membuat cafe seperti di Ibukota dengan konsep yang sedikit berbeda di Kota ini dan aku ingin bekerjasama dengan Master!” tegas Larietta.
__ADS_1
“Ini adalah rancangan desain kafe yang aku maksud!” ucap Larietta percaya diri.
Master Z yang melihat goresan coretan desain dari Larietta membuka matanya sangat lebar dengan ekspresi kekaguman.
“Apakah Nona sendiri yang membuat ini? Konsep ini baru tapi patut dicoba!” ucap Master Z dengan wajah ceria.
Larietta yang melihat harapan pada masa depannya dan bisnis barunya pun tersenyum bahagia.
Larietta yang ingin menarik Master Z sebagai rekan bisnisnya karena mengetahui bahwa Master Z adalah pebisnis yang hebat menyerahkan beberapa lembar lagi kertas rencananya.
“Master, aku ingin ini menjadi logo dari cafe kita! Aku ingin semua orang dapat mengetahui cafe kita hanya dengan melihat logo ini dari jauh!”
“Dan ini adalah menu yang akan kita jual sesuai musim selama satu tahun ini!”
Master Z yang tertarik dengan rencana bisnis yang dibuat oleh Larietta pun mengangguk setuju yang membuat Larietta sangat senang.
“Ini sungguh rencana bisnis yang sangat bagus. Aku sangat menyukainya!”
“Aku akan menemukan tempat yang bagus di dekat Akademi Rinette dan aku akan mencari seseorang untuk membangun kafe tersebut sesuai konsep ini!”
Master Z yang sedikit bingung dengan menu yang akan dibuat pun menanyakannya kepada Larietta.
“Konsep ini bagus dan jika ini berhasil maka akan menghasilkan keuntungan yang besar tapi kopi? Apa Nona yakin ingin menjadikan kopi penjualan pertama?” tanya Master Z bingung.
“Tentu saja dan aku telah membuat desain untuk menghasilkan kopi yang enak dan wangi!” ucap Larietta percaya diri.
Master Z yang semakin tidak mengerti dengan tujuan pembicaraannya dengan Larietta pun mengkerutkan alisnya sehingga membuat Larietta memperkenalkan Lorca.
“Apa maksud ucapanmu, Nona?” tanya Master Z.
“Aku telah menemukan orang yang dapat membuat alat untuk membuat kopi dan orang itu ada di balik pintu ini!” ucap Larietta serius.
“Aku telah membuatnya setuju untuk bekerja untukku dan aku ingin meminta bantuan Master untuk mematenkan alat yang aku ciptakan ini atas namaku!” tegas Larietta.
__ADS_1
Master Z yang mendengar ucapan Larietta pun tersenyum licik lalu mengajukan persenan keuntungan yang akan didapatkan olehnya.
“Baiklah. Aku akan membantu Nona tapi aku ingin tiga puluh persen dari pembayaran paten yang anda dapatkan, bagaimana?” tanya Master Z.
Larietta yang melihat Master Z membuat penawaran dengannya pun menyadari alasan Master Z disebut sebagai Pebisnis handal.
“Tiga puluh persen terlalu besar, Master! Aku tidak bisa memberikan itu!” ucap Larietta menggelengkan kepalanya.
“Aku hanya bisa memberikan sepuluh persen hasil pembayaran paten dengan enam puluh persen saham dari cafe yang kita buat bersama!” tegas Larietta.
Mster Z yang sebenarnya masih bisa mendapatkan lebih dari itu jika dirinya lebih berusaha memilih menyerah dan menyetujui permintaan Larietta.
“Aku setuju. Aku akan melakukan semuanya!”
Larietta yang melihat Master Z yang ingin bertemu dengan Lorca pun memberikan isyarat kepada Olivier untuk membiarkan Lorca masuk.
“Masuklah!” ucap Olivier dingin.
Master Z yang mengalihkan pandangannya pada Pria yang baru saja memasuki ruangnya pun memasang wajah dingin dan tatapan mata yang tajam.
‘Siapa orang ini? Apakah dia pria yang dikatakan oleh Larietta yang akan bekerja dengannya?’ pikir Master Z.
Larietta yang tidak peka ataupun menyadari sikap Master Z yang berubah setelah melihat Lorca dengan santai memperkenalkan Lorca kepada Master Z.
“Master, aku akan memperkenalkan pria yang aku maksud dalam pembicaraan kita sebelumnya dan dia adalah orangnya!”
“Dia adalah Tuan Lorca Vanachel dan dia adalah penyihir pribadiku dan orang yang aku membuat alat sihir seperti yang aku katakan!”
Master Z yang awalnya membuat ekspresi wajah permusuhan langsung mengubah sikapnya sebagai seorang pebisnis.
“Panggil saja aku Master Z! Senang bertemu dengan anda Tuan Vanachel!” uca Master Z ramah.
Lorca yang menerima uluran jabat tangan Master pun memasang wajah tidak nyaman karena tangannya digenggam dengan sangat keras.
__ADS_1
#Bersambung#
Apakah hubungan kerjasama antara Master Z alias Theodore dan Lorca akan baik-baik saja atau justru terjadi permusuhan yang tak terlihat? Tebak jawabannya di kolom komentar ya...