Villainess Wants Happy Life

Villainess Wants Happy Life
BAB 24. Meninggalkan Kediaman Duke


__ADS_3

Melisha yang khawatir Larietta tidak akan sesuai dengan rencana lagi karena Larietta bersikap sangat tenang beberapa minggu terakhir berubah lega.


'Tidak disangka ternyata Larietta masih sama seperti dulu! Sikap sombong dan rasa percaya dirinya yang tinggi membuatku sangat senang!’


Melisha yang bahagia karea Larietta menjadi orang yang sangat bodoh di matanya dapat tidur dengan nyenyak setelah sekian lama dirinya tinggal di Kediaman Duke Boulois.


Sementara itu, Larietta yang kembali ke kamarnya langsung disambut dengan air mata oleh Anna sehingga membuat Larietta menarik nafas panjang untuk menenangkan Anna yang sedih.


“Nona!”


“Ada apa Anna? Tenanglah! Hapus air matamu!”


“Ta-tapi...!”


“Jangan khawatir! semua akan baik-baik saja!”


Larietta yang tidak ingin memaksa Anna ikut dengannya tanpa kepastian meminta Anna untuk memikirkan kembali ke putusannya.


“Anna! Aku akan meninggalkan Kediaman ini besok tepat setelah matahari terbit dan jika kau ingin berubah pikiran. Aku tidak akan menghalangimu!”


Namun Anna yang telah membulatkan tekadnya tidak ingin bicara apapun justru dengan cepat membereskan barang milik Larietta.


“Apa yang Nona katakan? Tolong jangan buang saya, Nona!”


“Aku tidak membuangmu Anna. Aku hanya tak ingin menderita karena ikut denganku!”


“Tidak! saya tidak akan menderita. Saya akan selalu bahagia kemanapun Nona pergi. Oleh karena itu, tolong bawa saya Nona!”


“Aku mengerti. Aku akan menghargai keputusanmu!”


“Terima kasih Nona. Saya akan segera membereskan semua pakaian Nona!”


Larietta yang tidak punya waktu lagi dan tak memiliki tempat untuk pergi setelah meninggalkan Kediaman Duke Boulois diam-diam pergi ke Perpustakaan.


Larietta yang mendapatkan pesan dari Profesor Zachary sebelum pergi ke Pesta dapat dengan yakin memprovokasi Duke Boulois.


“Saya sudah menunggu kedatangan anda, Putri! Masuklah!” ucap Profesor Zachary dengan senyum ceria.

__ADS_1


“Maafkan saya yang datang selarut ini, Prof!” jawab Larietta malu.


“Tidak perlu minta maaf. Saya sudah menduga bahwa Putri akan datang karena saya sudah mendengar semua yang terjadi!” ucap Profesor Zachary sedih.


“Putri Larietta telah membuat keputusan yang tepat! Saya bersumpah bahwa saya akan melakukan yang terbaik untuk melindungi anda!” ucap Profesor Zachary lagi percaya diri.


“Terima kasih!” balas Larietta.


Profesor Zachary yang telah menyediakan semuanya untuk Larietta untuk bisa sampai dengan selamat dan nyaman ke Akademi Rinette pun menyerahkan sebuah kotak.


“Di dalam sana ada sejumlah uang dan beberapa alamat yang bisa Putri kunjungi untuk beristirahat selama perjalanan!”


“Saya pun telah mengajukan surat pengunduran diri saya hari ini jadi kita akan dapat bertemu lagi nanti di Akademi Rinette!”


“Saya akan menunggu kedatangan Putri disana dan menjadi bagian dari Akademi Rinette!”


Larietta yang merasa bersyukur bahwa dirinya memiliki kemampuan yang bisa diandalkan di saat sulit seperti ini memeluk kota yang diberikan dengan sangat erat.


Larietta yang tak ingin ketahuan orang lain pun kembali ke kamarnya dan mempersiapkan kepergiannya keesokan hari.


Larietta yang tidak berharap banyak Duke ataupun Duchess akan melepas kepergiannya pun tertawa kecil untuk menghina kebodohannya.


‘Apa yang kau lakukan Larietta? Kenapa kau berhenti disini dan menatap ke belakang?’


Duke Boulois yang menatap dingin kepergian Larietta dari ruangan lain di lantai dua membuat Duchess Boulois yang ada di samping sedih dan kecewa.


Duchess yang tidak bisa melepas kepergian Larietta memilih bersembunyi dan menangis di hadapan Duke yang memeluknya dengan sangat erat.


“Huuhhh.... Huuuhhh... Huuuhhh..... Larietta!”


Larietta yang telah siap untuk pergi tiba-tiba mendengar suara langkah kaki dan teriakan yang memanggil namanya.


Larietta yang bingung dan penasaran pun berbalik arah dan melihat Melisha berlari ke arahnya dengan air mata yang mengalir sangat banyak di pipinya.


“Larietta! Tu-tunggu! Larietta....!”


Larietta yang melihat Melisha masih berpura-pura baik dan memasang topeng malaikat di depan semua orang pun tersenyum sinis.

__ADS_1


‘Aku sungguh ingin mengangkat kedua jempolku dengan setiap tindakan yang kau lakukan Melisha!’


Melisha yang akhirnya berdiri di hadapan Larietta pun membuat keributan tentang kepergian Larietta yang membuat Larietta menatap dingin.


“Tidak Larietta!”


“Jangan pergi Larietta!”


“Aku tau kau memiliki harga diri yang tinggi tapi apa kau sungguh akan melakukan ini?”


“Apakah kau sungguh akan meninggalkan Duke dan Duchess hanya karena tak ingin mengaku salah dan meminta maaf!”


Melisha yang senang dengan ekspresi dan sikap yang ditunjukkan Larietta pun memeluknya lalu menunjukkan wajahnya yang sebenarnya pada Larietta untuk membuat Larietta semakin kesal.


‘Aku senang akhirnya kau pergi juga Larietta dengan begini semuanya akan menjadi milikku!’ bisik Melisha.


Larietta yang tidak menyangka Melisha akan menunjukkan bulu rubahnya begitu cepat pun tersenyum mengejek tepat setelah Melisha melepaskan pelukannya dan Larietta yang tidak diam saja pun balik berbisik di telinga Melisha.


‘Aku sangat yakin jika kau pasti akan sangat senang dengan kepergianku karena statusmu yang abu-abu antara Putri Baron Valcov dan Putri Duke Boulois akan menjadi jelas!’ sindir Larietta.


Melisha yang sangat terkejut saat Larietta membisikkan kenyataan yang sengaja ditutupi olehnya langsung mendorong tubuh Larietta menjauh.


Larietta yang menikmati ekspresi terkejut dan takut di wajah Melisha pun maju selangkah lagi dan berbisik kembali ke telinga Melisha.


‘Jangan lupa Melisha bahwa mendapatkan lebih mudah daripada mempertahankan!’


‘Berbahagialah dan tersenyumlah selama kau tak melihatku Melisha!’


‘Tapi saat aku ada di hadapanmu maka akan aku pastikan akan menghancurkan semua kebahagiaan dan senyuman di wajahmu!’


Larietta yang sangat puas dengan Melisha yang menggigil ketakutan dengan wajah yang pucat pun berbalik arah lalu pergi meninggalkan Kediaman Duke Boulois dengan kepala terangkat ke atas dan tubuh yang tegap.


‘Mulai sekarang aku bebas! Aku akan hidup untuk kebahagiaanku!’


#Bersambung#


Akankah Larietta sungguh berhasil bebas dari Kediaman Duke Boulois? Apakah Melisha akan diam saja setelah mengetahui bahwa Larietta mengetahui rahasianya? Tebak jawabannya di kolom komentar..

__ADS_1


__ADS_2