Villainess Wants Happy Life

Villainess Wants Happy Life
BAB 64. Kesepakatan


__ADS_3

Larietta yang tidak jadi pergi menemui Theodore karena sangat lelah memutuskan untuk menemuinya keesokan harinya setelah menemui Master Z bersama Lorca.


“No-Nona... Apakah ini akan sungguh berhasil?” tanya Lorca dengan wajah yang tegang.


“Aku punya perasaan bagus dan intuisi yang tajam. Alat sihir yang telah kau ciptakan pasti akan menarik banyak orang. Jangan khawatir!” ucap Larietta menenangkan.


Larietta yang akhirnya sampai di Asosiasi Eagle Eyes pun masuk bersama dengan Lorca yang membuat Theodore yang sedang menjadi Master Z merasa tidak senang.


“Master, aku harap kau mau memaafkanku yang selau datang tanpa membuat janji terlebih dahulu!” jawab Larietta sedikit malu.


“Ini bukan masalah. Jika Nona yang melakukannya justru aku menjadi sangat bahagia!” jawab Master dengan senyum canggung karena menyadari maksud dari perkataannya.


Larietta yang tak ingin urusan pribadi dicampuadukkan ke dalam urusan bisnis dengan cepat mengubah topik pembicaraan yang tanpa disadari membuat Lorca yang ada disana menatap tajam.


“Tuan Lorca bisakah kau tunjukkan kulkas pada Master dan memberitaunya penggunaan kulkas?” pinta Larietta yang membuat Lorca menarik nafas panjang dan mengesampingkan egonya.


Lorca yang langsung berdiri menunjukkan alat sihir yang telah dibuatnya dan menjelaskan semuanya secara detail.


Master Z yang sangat tertarik dengan alat sihir yang bisa membuat makanan dan minuman menjadi dingin dan membuatnya bertahan lebih lama.


Master Z yang menjadikan Lorca sebagai saingan cintanya dalam mendapatkan Larietta sama seperti Joseph akhirnya mengakui bahwa Lorca adalah orang yang sangat bertalenta dalam pembuatan alat sihir.


“Hmmm, sejujurnya alat sihir ini sangat bagus karena kita bisa menyimpan makanan dan miumn yang cepat basi!” ungkap Master Z yang ada di dalam pikirannya.


Lorca yang sangat senang karena dipuji pun menundukkan kepalanya dan hanya diam di posisinya sehingga membuat Master Z tersenyum licik.


Larietta yang menyandang sebagai Bos dan menjadikan Lorca sebagai pekerja membuat alat sihir yang didapatkan jatuh ke tangannya.


Larietta yang telah membuat surat perjanjian bersama Lorca bergegas mendaftarkan alat sihir yang ditemukan menjadi atas namanya dan membagi persenan itu kepada Lorca.

__ADS_1


“Master, bisakah kau membuat Kulkas untuk segera dipatenkan? Aku juga ingin membuat orang-orang yang berniat memiliki Kulkas harus membayar patennya!” ucap Larietta dengan sikap seorang pebisnis handal.


Lorca yang tidak mempermasalahkan itu karena merasa sangat berhutang budi menerima semua keputusan Larietta dengan lapang dada dan senyum ceria.


Master Z yang memahami keinginan Larietta dan menyadari keuntungan yang akan didapatkan dari Alat Sihir yang dibuat oleh Lorca mengangguk setuju dengan permintaan Larietta.


Larietta yang telah menyelesaikan urusannya memutuskan untuk bergegas menemui Theodore untuk meminta bantuannya tapi di dalam perjalanan dirinya bertemu dengan Profesor Zachary.


Profesor Zachary yang telah mencari keberadaan Larietta hingga ke Asrama menjadi sangat senang dan cemas di saat bersamaan saat melihat Larietta ada di depannya.


“Larietta! Akhirnya aku menemukanmu! Ikut denganku sekarang juga!” ucap Profesor Zachary dengan wajah yang panik.


Larietta yang sangat penasaran mengikuti Profesor Zachary dan menghentikan Lorca yang ingin mengikutinya.


Larietta yang tak tau apapun yang terjadi pergi ke Akademi Rinette dan pergi menuju ke ruangan Kepala lalu menemui Profesor Pavel.


Larietta yang awalnya bingung dengan cara dirinya meminta bantuan Theodore untuk bisa bertemu dengan Kaisar langsung menyipitkan matanya saat Profesor Pavel datang meminta bantuannya.


“Larietta, apakah kau telah mendengar kabar bahwa Professor Themrine telah tiada?” tanya Profesor Pavel dengan wajah sedih yang hanya dibalas dengan gelengan kepala singkat oleh Larietta.


“Profesor Themrine telah tiada di saat Kerajaan Chillia sedang menghadapi masalah kekeringan dan karena kau adalah Master Elemen Air selain dirinya, aku sebagai Ketua Akademi Rinette meminta bantuanmu.” Ucap Profesor Pavel dengan suara berat.


“Bisakah kau membantu menemukan sumber air lainnya di Kota Rinette karena saat ini Kota Rinette sedang dalam ancaman kekeringan yang parah?” tanya Profesor Pavel dengan wajah yang malu.


Larietta yang menyadari bahwa jika dirinya bersedia membantu maka namanya pasti akan dengan didengar oleh Kaisar karena tak hanya Kota Rinette yang menghadapi masalah kekeringan.


Namun Larietta yang tidak ingin menolong begitu saja tanpa imbalan karena dirinya telah merasa sangat lelah selalu dimanfaatkan oleh orang lain berpura-pura bersikap seolah kesulitan memutuskan.


‘Hmmm, aku tau ini akan terjadi karena semuanya telah tertulis di dalam Novel meskipun aku berniat untuk menolong tapi aku tak ingin melakukannya secara gratis. Tak ada yang gratis di dunia ini!’ ucap Larietta dalam hati dengan senyum kecil di sudut bibirnya.

__ADS_1


Profesor Zachary yang tau jika masalah ini hanya dapat diselesaikan oleh Larietta yang merupakan Master Elemen Air meskipun belum terlalu mahir memutuskan membuat negosiasi.


“Akademi tidak akan meminta melakukan ini secara percuma karena Kota Rinette akan memberikanmu kompensasi untuk yang telah kau lakukan!” ucap Profesor Zachary dengan ekspresi serius.


“Kalau begitu apakah Akademi Rinette bisa membuatku lulus lebih awal meskipun aku adalah Murid yang baru saja masuk jika aku berhasil menemukan sumber air?” tanya Larietta dengan wajah penasaran.


Profesor Zachary yang tidak bisa melakukan apapun akrena semua keputusan ada pada Kepala Akademi maka Profesor Zachary melemparkan pertanyaan itu dengan tatapan mata yang tertuju pada Profesor Pavel.


Profesor Pavel yang tak menyangka jika Larietta ingin dapat segera lulus pun menarik nafas panjang dan membuat keputusan meskipun itu sulit.


“Aku mengerti. Kau tidak bisa lulus hanya dengan menemukan sumber air untuk Kota Rinette tapi aku bisa mengurangi beberapa tahun waktu yang kau perlukan untuk lulus.” Ucap Profesor Pavel percaya diri.


Larietta yang sebenarnya tidak menginginkan tinggal di Akademi Rinette lebih lama karena dirinya hanya menginginkan perlindungan dan kehancuran Kediaman Duke Boulois


Larietta yang tak ingin kalah hanya dengan beberapa kalimat negosiasi mencoba membuat kesepakatan baru.


“Hmmm, bagaimana kalau aku katakan bahwa jika aku bisa menemukan sumber air di semua tempat yang mengalami masalah kekeringan di Kerajaan Chillian? Apakah aku masih tidak bisa lulus lebih awal?” tanya Larietta dengan wajah polos.


Profesor Pavel yang mendengar perkataan Larietta menyipitkan matanya dan menyadari bahwa Larietta memiliki tujuan lain.


“Katakan yang sebenarnya kau inginkan, Larietta! Kau tak perlu berbelit-belit!” ucap Profesor Pavel dengan wajah dingin.


Larietta yang melihat Profesor Pavel telah mengubah sikapnya di hadapannya pun menarik nafas panjang dan mengatakan keinginannya dengan percaya diri.


“Aku ingin lulus lebih awal dari Akademi Rinette dan aku pun ingin bertemu dengan Yang Mulia Kaisar karena ada sesuatu hal yang aku inginkan!” ucap Larietta dengan sorot mata tajam.


#Bersambung#


Apakah Profesor Pavel dan Profesor Zachary akan menerima permintaan Larietta? Tebak jawabannya di kolom komentar ya...

__ADS_1


__ADS_2