
Joseph yang datang menemui Duke Boulois secara langsung tanpa pikir panjang menyatakan niatnya yang sesungguhnya.
"Tuan Duke, maafkan ketidaksopananku tapi aku datang kemari karena ingin membatalkan pertunanganku dengan Larietta!"
"Lalu mengajukan lamaran untuk Melisha. Aku ingin menjadikannya satu-satunya wanita di dalam hidupku!"
"Aku tau juka Tuan Duke belum menyatakan kepada semuanya bahwa telah menjadikan Melisha sebagai Putrimu tapi saya sadar ini hanyalah masalah waktu!"
"Oleh karena itu, tolong berikan restumu untukku dan Melisha bersama!"
Duke Bouloisyang sudah mengetahui bahwa Joseph memiliki perasaan untuk Melisha tidak menyangka akan mengatakan semuanya padanya secara langsung.
Duke Boulois yang sebenarnya telah mengkonfirmasi hal ini dengan Melisha tak memiliki alasan lain untuk membuat Putri yang sangat disayanginya bahagia.
"Baiklah! Aku mengerti tapi apakah kau akan memberikan mahar kepada Melisha sama dengan yang diberikan Keluarga Marquess kepada Larietta?" sindir Duke Boulois.
"Jangan khawatir Tuan Duke, aku sudah mempersiapkan sesuatu yang akan menjadikan mahar untuk Melisha!" jawab Joseph percaya diri.
Joseph yang tak akan mundur dengan semua yang telah disiapkannya secara hati-hati setelah Marquess Danzhweltz jatuh sakit.
Joseph yang mengeluarkan sebuah kertas yang tergulung rapi pun menyerahkannya kepada Duke Boulois dengan percay diri.
"Ini adalah surat tentang kepemilikan mineral di dekat Gunung Timur dan aku akan menjadikannya mahar utama untuk Melisha!"
"Aku pun menyerahkan beberapa peti koin emas dan hadiah lainnya sebagai mahar!"
"Aku tidak menginginkan pengembalian mahar karena tak jadi menikahi Larietta jadi Tuan Duke bisa menyimpannya atau memberikannya kepada Larietta sebagai Penghiburan!"
Duke Boulois yang tidak menyangkan akan mendapatkan jumlah uang yang sangat banyak karena Pernikahan kedua Putrinya pun tersenyum puas hingga keduanya sampai pada kesepakatan bersama.
Setelah menyelesaikan urusannya dengan Duke, Joseph keluar menemui Melisha yang sedang duduk menatap langit yang cerah terpesona dengan kecantikan Melisha.
"Apakah langitnya begitu indah sehingga membuatmu tak mendengar aku datang?" sindir Joseph dengan wajah jahil.
"Agh, langitnya indah dan juga sangat damai disini. Aku harap selamanya akan seperti ini!" jawab Melisha tersenyum.
"Jangan khawatir. Kebahagiaan ini akan selalu bersamamu. Aku berjanji. Aku akan selalu membahagiakanmu!" tutur Joseph.
"Aku sudah meminta izin Tuan Duke dan dia setuju untuk memberikan pengumuman tentang Pertunangan kita!" ucap Joseph lagi.
Melisha yang sangat senang karena semuanya telah sesuai dengan keinginannya selama ini pun berlari memeluk Joseph yang ada di depannya.
Keduanya yang berpelukan lama hingga akhirnya saling menatap cukup lama dan membuat Joseph menc*um bibir merah muda Melisha.
Beberapa hari berlalu, Larietta yang telah sampai di Ibukota memutuskan untuk tinggal di Kediaman Duke Chartreux demi efisiensi.
__ADS_1
"Selamat datang di Kediaman Duke Chartreux, Nona!" ucap Olivier dengan sopan.
"Terima kasih, Butler. Mohon kerjasamanya untuk beberapa hari ke depan!" jawab Larietta lembut.
"Tentu saja, Nona!" ucap Olivier yang diikuti semua Pelayan yang tertunduk patuh.
Theodore yang berdiri di belakang Larietta pun membiarkan Pelayan wanita yang telah dipilih oleh Theodore untuk melayani Larietta selama di Kediaman Duke Chartreux.
"Salam, Nona. Nama saya Cecil dan saya adalah Pelayan yang akan melayani anda selama ada disini!" ucap Seorang Pelayan Muda dengan sopan diikuti Pelayan Senior di belakangnya.
"Terima kasih. Mohon bantuannya!" jawab Larietta lembut.
Theodore yang tidak menginginkan masalah yang tidak perlu muncul karena ketidakkompenannya mengatasi Pelayan yang tidak patuh bergegas memberikan peringatan.
"Semua Pelayan harus melayani Larietta dengan baik! Tidak ada yang boleh bersikap tidak sopan terhadapnya!"
"Jaga mulut dan tutup mata kalian! Jangan mengatakan apapun tentang identitas Larietta atau kalian akan mendapatkan hukuman yang sangat berat!"
Theodore yang tak bisa menjaga semua Pelayan untuk tetap patuh karena dirinya masih memiliki pekerjaan yang harus diurus pun memberikan peringatan terakhir kepada Asistennya.
"Aku percayakan semuanya padamu. Lakukan dengan sangat baik!"
Di sisi lain, Larietta yang diantar ke kamarnya bersama Anna langsung mendapatkan Pelayanan yang terbaik karena tak ada seorangpun Pelayan yang mau diusir dari Kediaman Duke Chartreux.
Theodore yang memperlakukan bawahannya dengan sangat baik dan memberikan gaji serta bonus yang besar membuat semua Pelayan ingin terus melayaninya.
Anna yang tau jika Larietta membutuhkan Gaun dan lainnya untuk tampil mempesona demi memukau semua tamu yang datang ke Acara Kedewasaan Melisha bergegas pergi secara diam-diam.
"Aku tak perlu khawatir dengan Anna karena dia pasti akan melakukannya dengan sangat baik!"
"Sekarang aku harus menemui Theo dan meminta sedikit bantuannya!"
Larietta yang membunyikan bel yang ada di dekatnya membuat Cecil yang selalu siaga bergegas datang menemui panggilan Larietta.
"Apakah Nona memanggil saya?" tanya Cecil dengan kepala tertunduk.
"Benar! Aku ingin menemui Theo. Apakah kau bisa mengantarku menemuinya?" tanya Larietta sopan.
"Tentu saja, Nona. Silahkan ikuti saya!" jawab Pelayan.
Larietta yang diantar menuju ke ruang kerja Theodore sambil melewati lorong yang dipenuhi dengan dekorasi yang indah membuat Larietta terpesona.
"Disini sangat indah. Sepertinya Theo sangat menyukai keindahan!" gumam Larietta.
Cecil yang mendengar ucapan Larietta memilih tetap diam dengan kepala sedikit tertunduk dan terus berjalan menuju tujuannya.
__ADS_1
'Hmmm, Tuan Muda adalah orang yang kaku lalu berubah dalam hitungan hari karena itu lah Kediaman ini berubah sangat drastis!'
'Semua perubahan ini untuk satu orang api sebaiknya aku menutup mulutku karena aku tidak akan tau apa yang akan terjadi padaku jika kebenaran ini tersebar!'
Cecil yang telah sampai di depan pintu dimana Theodore sedang bicara dengan Olivier langsung mengetuk pintu dan menyatakan tujuan kedatangannya.
"Tuan Muda, Nona Larietta meminta izin untuk bertemu!" ucap Cecil sopan.
"Masuklah!" jawab Theodore buru-buru.
Cecil yang telah mendapatkan izin langsung membuka pintunya perlahan dan mempersilahkan Larietta masuk lalu menutupnya kembali.
Larietta yang melihat Theodore melepaskan kacamatanya lalu berjalan menghampirinya sambil memberikan kode kepada Olivier yang juga ada di ruangan itu untuk keluar.
"Duduklah Larietta." ucap Theodore sopan.
"Terima kasih!" balas Larietta.
"Ada apa? Apakah ada sesuatu yang membuatmu tidak nyaman? Atau ada Pelayan yang bersikap tidak sopan padamu?" tanya Theodore dengan sorot mata tajam.
"Tidak! Tidak! Tidak! Aku sangat senang dan semuanya sangat ramah padaku!" ucap Larietta buru-buru.
"Aku datang karena aku punya sebuah permintaan padamu!" ucap Larietta malu.
Theodore yang selalu berharap bahwa Larietta akan bergantung padanya meski hanya sebentar saja menjadi sangat senang.
"Katakan saja. Aku akan melakukan yang terbaik untuk membantumu!" ucap Theodore percaya diri.
Larietta yang sebenarnya tidak nyaman meminta bantuan lain kepada Theodore terpaksa harus menurunkan sedikit harga dirinya.
"Ini adalah bukti bahwa Melisha adalah anak tidak sah Ayahku!""
"Aku ingin semua orang tau bahwa Melisha bukanlah Putri Kandung Baron Valcov dan Baroness menikah dengan Baron Valcov untuk menyembunyikan kehamilannya!"
"Aku ingin semua orang mengetahui wajah asli Melisha yang sebenarnya dan aku pun ingin membuat semua orang tau perbuatan buruk Ayahku!"
"Jadi bisakah kau menggandakan bukti ini dan menyebarkannya ke semua orang pada saatnya di Pesta Kedewasaan Melisha?"
Theodore yang tau jika Larietta adalah wanita tangguh yang kuat dan tak akan pernah diam saja saat diperlakukan tidak adil semakin kagum.
"Aku telah berjanji akan membantu jadi jangan khawatir. Aku akan melakukan yang terbaik!" ucap Theodore percaya diri.
"Terima kasih!" jawab Larietta ceria.
"Maafkan aku sudah mengganggumu. Aku akan kembali ke kamarku!" ucap Larietta dengan sopan lalu berjalan keluar dari ruangan Theodore.
__ADS_1
#Bersambung#
Apa yang akan terjadi di Acara Kedewasaan Melisha? Rencana siapa yang akan berhasil pada akhirnya? Tebak jawabannya di kolom komentar ya...