Villainess Wants Happy Life

Villainess Wants Happy Life
BAB 67. Kencan Pertama


__ADS_3

Larietta yang akhirnya menerima Theodore sebagai pria yang menggantikan Joseph tersenyum malu saat menerima surat darinya.


Anna yang berada di samping Larietta setelah mengantarkan surat menjadi sangat penasaran saat melihat Larietta tersipu malu dengan wajah merona.


"Nona, apakah Tuan Muda Theodore mengajak anda berkencan? Jika benar seperti itu maka serahkan semuanya padaku. Aku akan membuat anda menjadi wanita yang sangat cantik dan mempesona!" tegas Anna sambil memegang beberapa kuas make up.


Larietta yang merasa terbebani dengan sikap Anna yang seolah sedang berada di medan perang terpaksa menerima semuanya karena tak ingin mengecewakan Anna.


"Hmmm, baiklah tapi jangan terlalu berlebihan." jawab Larietta dengan senyum kaku.


Di sisi lain, Theodore yang sangat senang karena akhirnya hubungannya dengan Larietta telah menjadi sepasang kekasih tiba-tiba merasakan perang batin


Theodore yang memiliki dua sisi berbeda yaitu sebagai Tuan Muda dari Kediaman Duke Chartreux yang bergerak dipermukaan dan Master Z yang merupakan Pemimpin dari Asosiasi Eagle Eyes yang bergerak di kegelapan.


Theodore yang tau bahwa Larietta adalah wanita yang cerdas dan cepat berpikir menjadi semakin takut jika rahasianya terbongkar.


"Olivier, apakah rahasiaku ini akan bertahan selamanya?" tanya Theodore dengan wajah cemas.


"Tak ada rahasia yang bertahan, Tuan. Sepandai-pandai tupai melompat pasti akan jatuh juga!" jawab Olivier datar.


"Hah! Lalu apa yang harus aku lakukan? Aku tidak bermaksud untuk menyembunyikan identitasku yang lain." tanya Theodore frustasi.


"Tak ada jawaban lain selain berkata jujur!" tegas Olivier dengan sorot mata mengarah lurus ke mata Theodore.


Theodore yang tak bisa menerima kenyataan bahwa Larietta akan membencinya jika ketahuan berbohong memutuskan untuk menuruti saran Olivier.


Theodore yang memiliki banyak persiapan untuk Kencan Pertamanya setelah resmi menjadi sepasang kekasih langsung berdiri dan berjalan keluar membawa jasnya.


Theodore yang tak ingin membuat Larietta menunggu terlalu lama memutuskan datang lebih awal dan menjemput Larietta.


Larietta yang mengikuti perkataan Anna merasa sangat puas sambil tersenyum lebar saat melihat pantulan wajahnya dari depan cermin.


Larietta yang memakai Gaun biru muda dengan kombinasi putih di bawah lutut terlihat sangat elegan dan cantik saat dipadukan dengan sepatu bertali panjang melingkar di kaki jenjangnya.


Larietta yang menggerai rambutnya yang panjang dengan sapuan make-up tipis serta satu set perhiasan berwarna perak membuatnya tampak semakin bersinar.


Theodore yang tidak menyangka jika beberapa Gaun yang dipesan olehnya akan tampak sangat cocok dengan Larietta sampai tak bisa melepaskan pandangannya.

__ADS_1


"Bagaimana penampilanku? Apakah aku terlihat sangat aneh hingga kau menatapku dengan mata yang begitu besar?" tanya Larietta dengan wajah memerah.


"Ti-tidak! Kau terlihat sangat cantik hingga membuatku tak bisa melepaskan mata darimu!" jawan Theodore secara tak sadar.


"Aduh! Bagaimana ini? Kau terlihat sangat cantik hingga membuatku tak ingin pria lain melihat kecantikanmu!" gumam Theodore yang berdecak kesal.


Larietta yang tidak menyangka jika Theodore akan memujinya begitu jujur pun terkejut lalu tertawa kecil karena merasa itu sangat kekanak-kanakan.


Theodore yang mengulurkan tangannya pun menggandeng Larietta menuju kereta kuda menuju ke tempat opera yang menjadi tujuan pertama kencan mereka.


"Apakah kau suka menonton Opera? Aku telah memesan tiket menonton Opera yang sedang ramai diminati saat ini!" ucap Theodore dengan wajah cemas.


Larietta yang tidak pernah berpikir dapat menonton opera menjadi sangat bersemangat terutama saat dirinya sangat merindukan berjalan-jalan sambil nonton bioskop dengan teman-temannya di Kehidupan yang lalu.


Larietta yang sangat terpesona dengan gedung opera yang sangat besar dan luas semakin kagum saat melihat tempat duduknya yang secara khusus telah dipesan oleh Theodore.


"Kau bisa menonton Opera lebih baik dan mendengarkan percakapan dengan jelas dari sini!" ucap Theodore sambil menyerahkan sebuah teropong berwarna emas kepada Larietta.


Larietta yang melihat wajah pemain Opera memiliki wajah yang rupawan dan tubuh yang indah jadi teringat dengan idol kesukaannya.


Theodore yang memilih Opera yang berjudul "The Mask Duke" untuk menunjukkan Larietta bahwa dirinya memiliki identitas lain sama seperti Duke yang ada di dalam cerita.


Theodore yang tidak bisa menikmati cerita dengan sangat baik karena perasaan cemas dan takutnya hanya bisa berharap Larietta dapat menerima dirinya.


'Kuharap kau bisa menerima pesan yang kusampaikan secara tersirat ini, Larietta!' pikir Theodore.


Beberapa jam berlalu, Larietta yang puas dengan cerita yang ditontonnya pun tersenyum lebar pada Theodore dan tak lupa menyatakan rasa bahagianya.


"Jika kau sangat menikmatinya maka aku tak bisa menunda untuk memberikan semua pemain tips yang besar!" ucap Theodore dengan senyum lembut.


Theodore yang sebenarnya sangat ingin menanyakan tentang alur cerita yang sangat mirip dengan situasinya terpaksa harus menahan diri saat perut Larietta tiba-tiba berbunyi.


"Agh, Ma-maaf..." ucap Larietta dengan wajah memerah dan malu sambil mengalihkan pandangannya ke arah lain.


"Tak perlu meminta maaf karena memang sudah saatnya kita makan. Aku pun juga merasa sangat lapar!" jawab Theodore yang ingin menghilangkan rasa malu pada Larietta.


"Aku telah memesan makanan di sebuah Restoran yang tak jauh dari sini. Olivier bilang bahwa Restoran ini memiliki menu yang sangat lezat. Haruskah kita pergi sekarang?" tawar Theodore mengulurkan tangannya.

__ADS_1


Larietta yang merasa lebih baik pun menerimanya dan keduanya berjalan keluar gedung menuju Restoran yang telah terpilih.


Larietta yang terkejut dengan tindakan Theodore yang menyewa satu Opera untuk berkencan dengannya dan juga menyewa satu Restoran untuk makan malam terpaksa harus menerima kenyataan.


'Ini tak ada bedanya dengan sultan di Kehidupanku yang lalu yang menyewa private jet untul berpergian karena orang yang memiliki kekuasan dan kekayaan bebas melakukan apapun dengan harta mereka!' ucap Larietta dala hati.


Meskipun merasa sedikit terbebani dan tidak terbiasa dengan kehidupan Bangsawan yang selalu dikelilingi dengan berbagai kemewahan dan barang kualitas terbaik, Larietta nyatanya berhasil beradaptasi dengan baik.


Theodore yang melihat Larietta menikmati makanan yang dipesan merasa sangat puas lalu setelah selesai makan seorang pianis memainkan alunan melodi dengan sangat indah.


Theodore yang ingin mendapatkan kesan terbaik di dalam pikiran Larietta pun berdiri dari kursinya membungkukkan tubuhnya menawarkan dansa ringan.


"Bolehkah saya berdansa dengan Nona?" tanya Theodore dengan senyum lembut dan wajah yang tampan.


Larietta yang tak menyangka jika Theodore adalah pria yang sangat romantis dan menjadikannya sebagai wanita yang sangat berharga tak bisa menyembunyikan rasa bahagianya.


Keduanya yang berdansa dengan sangat indah terlihat sangat serasi saat menari di bawah sinar rembulan yang terpantul dari kaca jendela yang sangat besar di sampingnya.


Theodore yang tak bisa menahan dirinya untuk bertanya pun mengemukakan pikiran terpendamnya tentang pendapat Larietta mengenai cerita Opera yang mereka lihat.


"Larietta, apakah kau menyukai pertunjukan Operanya? Bagaimana menurutmu dengan Duke yang memiliki identitas lain tapi menyembunyikannya dari kekasihnya?" tanya Theodore penasaran.


"Hmmm, pendapatku! Bagaimana ya? Jika aku menjadi kekasihnya, aku pasti akan sangat marah dan pergi menjauh dari Duke aliha-alih menerimanya karena seperti yang dilakukan Pemeran Utama!" tegas Larietta cuek.


"Bagaimana kau bisa menerima pria yang katanya mencintaimu tapi tak bisa berkata jujur padamu? Dimana letak cinta dan kepercayaannya itu?" sindir Larietta.


Theodore yang mendengar pernyataan Larietta langsung merasa tidak nyaman dan wajahnya seketika berubah menjadi pucat sehingga membuat Larietta cemas.


"Apa kau baik-baik saja, theo?" tanya Larietta dengan sorot mata khswatir.


"Aku baik-baik saja." jawab Theodore singkat lalu menghentikan dansa mereka.


Theodore yang merasakan tenggorokannya kering, tubuhnya lemas dan kepalanya yang kosong tanpa sadar menghabiskan secangkir wine dalam sekali teguk.


#Bersambung#


Apakah Theodore akan mengatakan kebenarannya dari Larietta atau menyimpan rahasia itu seumhmur hidup? Tebak jawabannya di kolom komentar ya..

__ADS_1


__ADS_2