Villainess Wants Happy Life

Villainess Wants Happy Life
BAB 70. Meninggalkan Jejak


__ADS_3

Dua bulan berlalu, Larietta yang mengambil tugas menemukan sumber air untuk warga yang kekeringan di beberapa tempat di Kerajaan Chillia mengubah pendapat orang-orang tentang Larietta.


Larietta yang terkenal memiliki kepribadian yang buruk dan tempramental berubah menjadi malaikat penolong yang berhati baik.


Masyarakat yang tertolong dengan air yang ditemukan oleh Larietta tanpa henti menyebutkan kebaikan yang dilakukan Larietta.


Anna yang selalu berada di samping Larietta tersenyum bahagia saat mendengar orang-orang membicarakan kebaikan Larietta.


“Nona, apakah anda dengar? Nona sudah sangat terkenal sekarang.” Jawab Anna dengan penuh antusias.


Larietta yang tidak terlalu peduli dengan pendapat orang-orang tentangnya karena itu tak lebih dari pujian kosong.


‘Manusia sungguh aneh. Baik di kehidupan ini ataupu kehidupan yang lalu!’ gumam Larietta dengan ekpsresi wajah dingin.


‘Saat mendapatkan yang diinginkan mereka akan dengan senang hati menyanjungmu tapi saat kau melakukan sedikit kesalahan maka mereka akan dengan begitumudahnya melupakan semua kebaikan yang kau lakukan!’ pikir Larietta cuek.


Namun Larietta yang tak ingin membuat Anna kecewa tentang pemikirannya hanya bisa tersenyum lembut menyenangkan Anna.


Anna yang fokus pada rencananya memutuskan untuk bertemu dengan Master Z sebelum dirinya kembali ke Ibukota menemui Kaisar.


Master Z yang telah menunggu Larietta datang sengaja menyiapkan jamuan yang lezat dan ruangan yang nyaman.


“Saya harap perjalanan Nona kemari tidak mendapatkan masalah apapun?” tanya Master Z dengan senyum lembut.


“Tentu saja tida. Terima kasih untuk perhatiannya.


Master Z yang telah memberikan beberapa petunjuk tentang identitas aslinya akhirnya menyerah karena Larietta sama sekali tidak peka.


Master Z yang hanya berharap jika Larietta tidak akan membencinya dan menjauhinya saat identitasnya ketahuan melakukan yang terbaik untuk membuat Larietta bahagia.


“Nona, ini adalah laporan untuk permintaan anda terakhir kali. Kami telah menemukan beberapa petunjuk tentang Marquess Danzhweltz!” ucap Master Z dengan percaya diri.


Larietta yang sangat penasaran karena mengingat alur yang menyatakan bahwa Joseph secara tiba-tiba diangkat menjadi Marquess setelah kematian Marquess Danzhweltz terdahulu.


Larietta yang membaca laporan tersebut langsung mengkerutkan alisnya saat menyadari ada sesuatu hal aneh yang terjadi.


“Apakah ini sungguh petunjuk yang kau dapatkan?” tanya Larietta tak percaya.

__ADS_1


“Benar! Kami menemukan bahwa Tuan Marquess tiba-tiba jatuh sakit. Orang-orang bilang bahwa dirinya terlalu memaksakan diri tapi setelah ditelusuri sepertinya Tuan Marquess telah diberikan racun yang menyebabkan dirinya kehilangan kesadarannya!” tegas Master Z.


“Lalu apakah Marquess Danzhweltz masih hidup sekarang? Bagaimana dengan Irina?” tanya Larietta dengan ekspresi terkejut.


“Tuan Marquess masih hidup tapi dia terkunci di dalam kamarnya dan tak ada seorangpun bisa masuk ke dalam lalu mengenai Nona Irina sepertinya saat ini dirinya sedang dikurung dan bersiap untuk menikah!” ucap Master dengan wajah sedih.


Larietta yang mengetahui bahwa Joseph sangat membenci Irina karena Irina terlahir dari Selir yang telah merebut Ayahnya dari ibunya menyadari bahwa Joseph pasti melakukan itu saat Marquess tidak sadarkan diri.


‘Hah! Kau sunguh bodoh Larietta asli. Kau memiliki mata yang buruk dalam menilai seorang pria!’ ucap Larietta dalam hati sambil menarik nafas panjang.


Larietta yang tidak bisa membiarkan Joseph mengambil Title sebagai Marquess meminta bantuan Master Z untuk melakukan sesuatu.


“Bisakah kau membuat perbuatan Joseph diketahui publik? Lalu bisakah kau membantuku membatalkan pernikahan Irina?” tanya Larietta dengan wajah serius.


Master Z yang memiliki identitas lain sebagai Theodore menjadi sangat cemburu saat Larietta masih memikirkan mantan tunangannya.


Master Z yang berniat menolak permintaan Larietta tiba-tiba terhenti saat Larietta mengatakan alasannya.


“Aku melakukan ini untuk membuat Pengkhianat itu merasakan karma atas perbuatannya. Aku tak ingin hanya Ayah b*ngsat dan Melisha si p*lac*r itu yang menderita. Aku ingin mereka semua merasakan penderitaan yang sama!”ucap Larietta dengan tangan terkepal erat.


Master Z yang menyadari keinginan sebenarnya Larietta menarik nafas panjang lalu mengangguk pelan dan setuju yang membuat Larietta tersenyum bahagia.


Master Z yang memiliki hal lain yang harus dilaporkannya pun memberikan dokumen lain kepada Larietta yanng membuat Larietta sangat terkejut.


“Ini adalah laporan tentang penjualan di Cafe kita. Penjualannya sangat baik dengan keuntungan yang sangat signifikan!” ucap Master Z memberikan laporan kepada Larietta.


“Menu terbaru yang kita luncurkan berdasarkan musim dan situasi membuatnya menjadi terlihat berbeda hingga banyak Bangsawan yang menyukai makanan dan minuman yang ada di Cafe kita!” ungkap Master Z dengan senyum pebisnis.


Larietta yang tau jika idenya membuat Cafe berdasarkan pengetahuannya di kehidupannya yang lalu akan memberikannya keuntungan besar tidak menyangka jika dirinya akan sangat sukses.


Larietta yang melihat jumlah uang yang dikumpulkannya dalam waktu tiga bulan begitu besar menjadi sangat terkejut.


“A-Apakah ini jumlah uang yang aku hasilkan?” tanya Larietta dengan mata terbuka lebar dan wajah terkejut.


“Benar sekali, Nona. Itu adalah uang dari royalti Bangsawan yang membli barang yang dibuat oleh Tuan Lorca dan keuntungan dari penjualan di Kafe!” jawab Master Z percaya diri.


“Uang yang Nona miliki sepenuhnya milik anda karena Tuan Lorca telah mendapatkan bagiannya!” ucap Master Z dengan senyum lebar.

__ADS_1


Larietta yang lagi-lagi kagum dengan kecakapan Master Z menyadari bahwa pilihannya sangat tepat dengan menjadikan Master Z sebagai sekutu dan partner bisnisnya.


Larietta yang tersenyum bahagia mengingat jumlah uang yang dimilikinya merasakan jika kue es krim yang dimakannya terasa sangat manis dan menyegarkan.


“Nona, apakah anda menyukai makanan anda?” tanya Master Z dengan wajah cemas.


“A-Agh, maaf. Aku sedang tidak fokus!” jawab Larietta tersenyum kaku.


“Hmmm, makanan ini sangat manis dan enak. Sejujurnya ini adalah kue terenak yang pernah aku makan. Aku sangat menyukainya. Terima kasih!” ungkap Larietta malu.


Master Z yang ikut malu merasa jika suasana di dalam kantornya sangat canggung pun batuk keras untuk membuat suasana mencair kembali.


Larietta yang terkejut sedikit merasa lebih baik setelah mendengar batuk dari Master Z lalu tiba-tiba terdiam saat melihat tangan Master Z yang tak memakai sarung tangan seperti biasanya.


“Tangannya sangat besar, kuat dan putih. Hmmm, tapi kenapa aku merasa sangat familiar dengan tangan Master?” gumam Larietta dengan suara rendah.


Larietta yang akhirnya kepikiran tentang identitas Master Z setelah mengingat kembali alur cerita dari Novel yang dibacanya.


‘Hmm, di dalam Novel dijelaskan bahwa Master Z adalah Bangsawan dengan pangkat tinggi yang tak ingin siapapun mengetahui identitas aslinya. Melihat tangan itu membuatku yakin bahwa Master Z sungguh adalah Bangsawan Tinggi!”’ pikir Larietta yang meminum tehnya.


‘Tapi siapa Master Z sebenarnya? Kenapa aku merasa mengenal pemilik tangan itu?’ pikir Larietta dengan senyum lembut.


Larietta tau bahwa Master Z mengetahui rahasianya menjadi sangat hati-hati saat melakukan misi membuka identitas Master Z.


‘Undine, apakah kau bisa meninggalkan jejak air di tubuh Master Z sehingga aku bisa mengetahui identitas dari Master Z’ tanya Larietta dalam pikirannya.


‘Aku bisa melakukannya Tuan tapi air akan cepat mengering jadi saat airnya kering maka aku tak bisa melacaknya lagi!’ jawab Undine dengan wajah sedih.


Di saat Larietta bingung tiba-tiba sebuah bayangan muncul dan bicara padanya dan itu adalah Spirit Kegelapan.


‘Aku bisa melakukannya, Tuan. Aku akan bersembunyi pada bayangan orang ini dan mengikutinya kemanapun tanpa diketahui!’ ucap Black dengan percaya diri.


‘Apa kau sungguh yakin bisa melakukannya?’ tanya Larietta yang ingin meyakinkan dirinya sendiri.


‘Tentu saja, Tuan. Percayakan saja padaku!’ ucap Black yang menghilang dalam sekejap mata.


Larietta yang berpikir bahwa Spirit Kegelapan miliknya telah mengikuti Master Z mencoba mengintip reaksinya dan sunguh tak terjadi apapun sehingga membuat Larietta merasa lega.

__ADS_1


#Bersambung#


Akankah Larietta sungguh berhasil mengetahui identitas sesungguhnya dari Master Z? Bagaimana reaksi Larietta setelah mengetahui semuanya? Tebak jawabannya di kolom komentar.


__ADS_2