
Joseph yang akhirnya sampai di Kediaman Marquess Danzhweltz dengan suasana hati yang tidak baik menjadi lebih buruk saat melihat Irina berjalan mengendap-endap.
'Apa yang dilakukan anak h*ram itu disana?' pikir Joseph.
Irina yang mengetahui Joseph tidak ada di Kediaman dan akan kembali terlambat karena menghadiri Acara Kedewasaan Tunangannya memutuskan untuk keluar dari kamarnya secara diam-diam.
'Aku harus hati-hati agar tak ada seorangpun Pelayan melihatku jika tidak aku pasti akan dikurung kembali!"
Irina yang mengabaikan perintah dari Joseph karena ingin sekali bertemu dengan Marquess Danzhweltz tidak menyadari jika Joseph mengetahui tindakannya.
'Itu adalah jalan menuju kamar Tuan Marquess. Apakah dia berniat menyelinap masuk kesana?'
'Br*ngsek! Dasar sialan! Orang-orang yang terlahir dari darah rendahan akan selalu membuat masalah!'
'Aku tidak bisa membiarkannya menghancurkan rencanaku. Sepertinya aku harus melakukan sesuatu padanya!'
Joseph yang semakin membenci anak yang terlahir dari Selir karena kebohongan besar yang dilakukan oleh Melisha pun menumpahkan kemarahannya pada Irina.
"Bawa Irina kemari! Aku akan memberinya hukuman yang akan membuatnya sadar akan statusnya selamanya!"
Irina yang tidak menyadari ada orang lain di belakangnya tiba-tiba tidak bisa bergerak dan saat dirinya melihat ternyata ada dua orang Kesatria yang menangkap lengannya.
"Nona mau kemana? Anda harus mengikuti kami sekarang!"
Irina yang tak ingin dikurung kembali dan kehilangan kesempatan untuk bisa bertemu dengan Marquess Danzhweltz pun memberontak.
"Tidak! Aku tidak mau kembali ke kamar! Aku ingin menemui Ayahku! Kumohon lepaskan aku!"
Irina yang menyadari perbedaan kekuatan antara dirinya dan kedua kesatria terpaksa harus mengalah pasrah dibawa.
Irina yang dibawa dengan kasar dan dilempar ke lantai ke hadapan seseorang tiba-tiba merasakan dingin di seluruh tubuhnya hingga membuat tubuhnya bergetar ketakutan.
'Si-Siapa itu?'
'A-Apakah itu Kak Joseph?'
'Apakah dia kembali dengan cepat?'
Irina yang tak berani mengangkat kepalanya untuk melihat wajah orang yang sedang berdiri di hadapannya hanya bisa menunduk patuh.
'Ba-bagaimana ini? Apa yang harus aku lakukan? A-Aku sangat takut hanya untuk melihat wajah orang yang ada di depanku!'
Irina yang tidak menyangka jika perkiraannya tepat sekali setelah mendengar suara pria yang sangat dikenalnya menjadi semakin takut .
"Apa yang kau lakukan disana Irina? Bukankah saat ini kau sedang dilarang meninggalka kamarmu?" tanya Joseph dingin.
__ADS_1
"Te-tenggorokanku sangat kering da-dan aku ingin minum. O-oleh karena itu aku memutuskan untuk keluar mengambil air sendiri!" jawab Irina terbata-bata.
Joseph yang melihat Irina ketakutan tapi masih bisa berbohong padanya sama seperti Melisha yang terus berbohong hingga akhir dengan air mata palsu menjadi semakin emosi.
Joseph yang tidak bisa mengendalikan kemarahannya pun mengangkat dagu Irina ke atas hingga membuat Irina tak punya pilihan lain selain menatap matanya.
"Apakah semua anak tidak sah itu sama? Kalian dengan mudahnya berbohong tanpa berkedip mata!" sindir Joseph.
"Kalian tak akan pernah berhenti untuk mengatakan kepalsuan jika tidak mengetahui konsekuesinya ataupun mendapatkan pelajaran atas tindakan kalian!" ucap Joseph dingin.
Joseph yang melepaskan tangannya dari dagu Irina pun berdiri tegap dan mengambil sapu tangan yang diberikan Butler padanya.
Joseph yang tak ingin melihat Irina muncul di hadapannya lagi meski hanya sebentar langsung memberikan perintah kepada kedua Kesatria yang ada di samping Irina.
"Bawa dia kembali ke kamarnya dan jangan biarkan dia keluar dari kamarnya dengan alasan apapun!"
"Kalian berdua akan berjaga di depan pintu kamarnya secara bergantian!"
Irina yang tak ingin dikurung kembali di dalam kamarnya sebelum dapat menemui Marquess Danzhweltz melakukan pemberontakan.
"Tunggu! Aku tak ingin kembali sekarang! Kumohon Kak izinkan aku bertemu dengan Ayah sebentar saja!"
"Aku berjanji aku akan kembali ke kamarku dan tak akan melakukan kehebohan lagi jika kau mengabulkan permintaanku!"
Joseph yang tak pernah memiliki simpati ataupu perasaan baik tentang Irina terutama saat wajah Irina akan selalu mengingatkannya pada penderitaan Ibunya.
"Kau akan segera menikah dalam waktu dekat jadi kau dapat belajar bagaimana bersikap sebagai Nona Bangsawan yang sesungguhnya meskipun darah rendahan bercampur di dalam tubuhmu!"
Irina yang mengalami keterkejutan atas informasi yang baru saja didengarnya tak bisa bereaksi dengan benar hingga tak menyadari bahwa dirinya telah dibawa oleh Kesatria kembali ke kamarnya.
Sementara itu, Duchess Boulois yang sangat marah karena Suami yang sangat dipercaya dan dicintainya ternyata berselingkuh bahkan membawa anak dari selingkuhannya ke rumahnya lalu membuat Putri Kandungnya seperti orang asing memutuskan untuk berpisah.
"Aku tidak mau lagi menjadi Istrimu! Aku akan meminta cerai dan meminta kembali mahar yang aku bawa!"
Duchess Boulois yang juga tidak akan pernah melupakan penipuan besar yang dilakukan oleh Melisha padanya selama ini mengepalkan tangannya dengan sangat erat.
"Tapi sebelum itu aku harus memberikan anak h*ram itu pelajaran karena memiliki niat jahat mengambil milik Putriku!"
Duchess Boulois yang pergi ke kamar Melisha langsung memberikan perintah kepada Pelayan untuk mengambil semua gaun mewah, perhiasan, dan barang-barang mewah dari dalam kamar Melisha.
"Lakukan dengan cepat dan rapi! Jangan tinggalkan satu barangpun kecuali barang yang dibawa oleh anak tidak sah itu kemari sejak awal!" perintah Duchess Boulois dingin.
Pelayan yang telah berdiri di belakang Duchess Boulois satu per satu memasuki kamar Melisha dan melakukan tugas yang diberikan kepada mereka.
Melisha yang sedang istirahat untuk menjernihkan pikirannya dan menemukan solusi untuk masalahnya langsung berdiri mempertahankan barang miliknya.
__ADS_1
"Apa yang kalian lakukan disini? Keluar dari kamarku!"
"Lepaskan! Lepaskan Gaun itu! Itu semua pemberian Ayah untukku!"
"Tidak! Perhiasanku! Jangan ambil barang milikku!"
Melisha yang tidak bisa melakukan apapun untuk menyelamatkan barang miliknya karena semua Pelayan mengabaikannya bahkan tak segan bersikap kasar karena menurut mereka Melisha hanyalah pengganggu.
"Minggirlah! Jangan menghalangi pekerjaanku!"
Melisha yang menyadari bahwa semuanya sia-sia karena Pelayan tersebut hanya melakukan perintah yang diberikan pun mengalihkan pandangannya pada Duchess Boulois.
Melisha yang mengeluarkan jurus andalannya pun berlutut di hadapan Duchess Boulois dan menangis memoho ampunan.
"Duchess, kumohon jangan lakukan ini! Aku sungguh tidak melakukan apapun, aku difitnah!"
Duchess Boulois yang biasanya merasa kasihan pada Melisha yang menurutnya gadis lugu, baik hati dengan nasib yang buruk berubah jijik.
'Menjijikkan! Apakah dia pikir aku adalah orang yang sangat mudah dikendalikan?'
'Aku tidak akan pernah bisa tertipu lagi dengan air mata buaya yang kau keluarkan, Melisha!'
Duchess Boulois yang berjalan mendekati Melisha pun mengangkat tangannya dan menampar pipi kanan Melisha dengan sangat keras.
"Kau hanyalah anak tidak sah yang tiba-tiba dibawa pulang oleh suamiku dengan alasan bersalah!"
"Kau menipuku dan berpura-pura polos lalu merebut semua milik Putriku!"
"Jangan kau pikir aku akan melepaskanmu dan membiarkanmu hidup mewah di Kediaman ini setelah mengetahui semuanya!"
"Aku akan membuat hidupmu menderita bagaikan di Neraka, Melisha!"
Di saat Duchess Boulois meluapkan amarahnya tiba-tiba seorang Pelayan berdiri di sampingnya dan mengatakan sesuatu.
'Nyonya, semuanya telah selesai yang tersisanya hanyalah pakaian dan juga barang-barang lama yang dibawa oleh Nona Melisha!" ucap Pelayan sopan.
Namun sebelum Duchess Boulois membalas perkataan pelayan tersebut, Melisha yang terduduk di lantai dengan kepala tertunduk dan tangan terkepal erat tiba-tiba keluar dari kamarnya.
"Aarrgghhh!"
Duchess Boulois yang terkejut dan tak ingin Melisha pergi meninggalkan Kediaman Duke begitu saja setelah menghancurkan kehidupan Putrinya menjadi semakin marah.
"Kejar anak tidak sah itu! Tangkap dia dan bawa ke hadapanku sekarang!" perintah Duchess Boulois dengan suara lantang.
#Bersambung#
__ADS_1
Apa yang direncanakan oleh Melisha? Akankah Duchess Boulois berhasil menangkapnya? Tebak jawabannya di kolom komentar ya..