Villainess Wants Happy Life

Villainess Wants Happy Life
BAB 76. Pembalasan


__ADS_3

Larietta yang pergi ke Penjara tempat Melisha dan Duke Boulois berada langsung mendapatkan penghormatan dari Kesatria yang berjaga.


Larietta yang tau jika Kesatria itu tidak hormat padanya karena statusnya yang saat ini adalah rakyat biasa tapi pada Theodore yang datang bersamanya memilih mengabaikan fakta tersebut.


“Theo, bisakah kau tinggalkan aku disini? Aku ingin mengakhiri semuanya!” ucap Larietta yang tak berbalik sama sekali dan menatap lurus ke depan.


Theodore yang melihat Larietta yang telah menguatkan keinginan memilih mengalah dengan tarik nafas yang berat.


“Hah! Lakukan apapun yang kau inginkan. Jangan lupa bahwa ada aku disini yang akan selalu mendukungmu!” ucap Theodore dengan percaya diri.


“Terima kasih!” jawab Larietta singkat.


Larietta yang berjalan lurus menuju tempat Melisha dan Duke Boulois ditahan merasa berjalan di atas tumpukan tanaman sulur berduri.


Larietta yang tak mendengarkan apapun selain kesunyian dan suara tikus yang berdecit merasakan ketakutan muncul dan menghentikan langkahnya.


Larietta yang merasakan banyaknya mata yang menatap tajam ke arahnya dan suara-suara dari orang-orang yang terus mengatakan kata-kata kasar membuat Larietta pusing.


Larietta yang ketakutan dan tidak nyaman pun menutup telinganya dan matanya seolah tak ingin melihat ataupun mendengarkan orang-orang yang terus mengkritiknya.


Di saat Larietta hampir masuk ke dalam trauma yang dimiliki pemilik tubuh akan masa depan yang akan dialaminya tiba-tiba terdengar sebuah suara air terjatuh.


Larietta yang mengangkat kepalanya perlahan membuka matanya dan tak meliha mata menyeramkan yang tertuju padanya lalu perlahan menyingkirkan tangan di telinganya.


Larietta yang masih ketakutan dan khawatir hanya bisa terdiam di tempatnya saat enam buah cahaya terang seperti bintang berada di sekitarnya.


Larietta yang berpikir dirinya sendirian di dunia yang asing dan selalu menghakiminya untuk sesuatu yang tak pernah dilakukannya akhirnya merasa tak sendiri lagi saat keenam cahaya itu berubah wujud.


Larietta yang melihat keenam cahaya yang merupakan Spirit Elemen yang membuat kontraknya berada di saat dirinya sendirian merasa lebih baik.


“Perasaan manusia tidak bisa ditebak karena dapat berubah kapanpun tapi kalian berbeda dengan hubungan antar manusia. Apakah itu yang ingin kalian katakan padaku?” tanya Larietta yang terlah berdiri dengan tegap.


Larietta yang akhirnya menyadari bahwa dirinya tak sendirian berhasil keluar dari ketakutannya berjalan lurus ke depan.


Larietta yang akhirnya sampai di depan ruang tahanan Duke Boulois hanya menatap dingin tanpa ada perasaan simpati ataupun kasihan.


“Tidak disangka ternyata Tuan Duke yang sangat berkuasa akan berada di posisi seperti ini setelah mengusir Putri Sahnya demi Putri Seorang P*lac*r!” sindir Larietta dengan senyum licik.


Duke Boulois yang hanya diam bagaikan patung tanpa ada kemauan hidup akhirnya mengalihkan pandangannya pada Larietta.

__ADS_1


“Kau... Kenapa kau ada disini? Jika kau disini untuk membuat keributan maka pergilah karena aku ....” ucap Duke Boulois dengan nada cuek lalu terhenti.


Larietta yang tak senang dengan sikap Duke Boulois yang sangat cuek pada Larietta asli karena masih memiliki wanita lain dan putri h*ramnya di dalam hatinya mengeluarkan sebuah kotak dari tempat penyimpanannya.


Duke Boulois yang menyadari kotak yang ada di tangan Larietta tak bisa melanjutkan perkataannya dan hanya bisa menatap dengan mata terbuka lebar.


Larietta yang sangat mengetahui isi yang ada di dalam kotak tersebut sengaja menggunakannya untuk membuat Duke Boulois semakin hancur.


“Aku paling membenci pria yang suka berselingkuh dan wanita murahan yang rela naik keranjang pria yang telah beristri demi kekuatan!” ucap Larietta dengan ekspresi datar.


“Aku bersyukur karena kau mengeluarkanku dari Duchy Boulois jadi aku tak perlu mengambil bagian dari karma burukmu itu!” sindir Larietta dengan senyum licik.


“Seorang Ayah yang tak berkedip saat mengusir Putrinya ke tempat asing tanpa bantuan sangat pantas menerima hukuman!” ucap Larietta dengan sorot mata tajam.


Larietta yang memanggil Elemen Spirit Api dalam pikirannya pun membakar surat, benda dan kotak itu sendiri bahkan tak menyisahkan abunya.


Duke Boulois yang sangat terkejut dan terguncang karena satu-satunya benda terakhir yang diberikan oleh wanita yang dicintainya lenyap begitu saja.


Duke Boulois yang sangat marah dengan perbuatan Larietta pun berteriak dengan sangat keras hingga terdengar ke telinga Theodore.


“Larietta!” teriak Duke Boulois dengan suara lantang dengan mata terbuka lebar menunjukkan kemarahan yang besar.


“Aku telah berjanji untuk tidak ikut campur untuk apapun yang terjadi jadi aku harus menepati janji tersebut. Aku harus percaya padanya!” ucap Theodore dengan sorot mata khawatir dan cemas.


Larietta yang tak diam saja memanggil Sylphide dan menipiskan udara yang ada di sekitar Duke Boulois hingga membuat Duke Boulois kesulitan bernafas.


“Jangan menaikkan nada suara di depanku dan jangan panggil namaku dengan mulut kotormu itu!” ucap Larietta dengan sorot mata yang tajam dan dingin.


Duke Boulois yang kesulitan bernafas pun berlutut di depan Larietta sambil memegang lehernya dengan raut wajah yang mulai pucat.


“Kau sangat peduli dengan reputasi dan Kediaman Duke Boulois, bukan? Jangan khawatir karena Putrimu ini akan menghancurkan semuanya!” ucap Larietta yang membungkukkan tubuhnya menatap lurus ke mata Duke Boulois.


Larietta yang merasa bosan bicara dengan Duke Boulois pun meminta Sylphide melepaskan Duke Boulois dan kembali ke Alam Spirit.


Larietta yang melihat Duke Boulois berada dalam situasi yang sangat menyedihkan menjadi sangat senang dan menjadi semakin tidak sabar untuk bicara dengan Melisha.


Larietta yang berjalan kembali ke tempat Melisha ditahan melihat Pelayan dan Kesatria dari Kediaman Duke yang ditahan dan terus-menerus memanggil namanya meminta pertolongan.


Larietta yang telah kehilangan harapan dengan Kediaman Duke Boulois saat semua orang membalikkan pundaknya padanya memilih mengabaikan panggilan orang-orang.

__ADS_1


Larietta yang akhirnya sampai di tempat Melisha menjadi sangat puas dengan kondisinya yang sangat menyedihkan.


‘Aku berhasil! Aku berhasil mengubah takdir hidupku! Orang yang terbaring di lantai Penjara ini bukanlah aku tapi MC dari cerita Novel ini yang ternyata adalah wanita berwajah seribu!’ pikir Larietta sambil menatap Melisha dengan tatapan merendahkan.


Melisha yang menyadari kehadiran seseorang berpikir bahwa Joseph datang membawakan kabar baik untuknya pun langsung mengangkat kepalanya dan memasang wajah bahagia.


“Joseph!” panggil Melisha dengan ekspresi ceria.


Melisha yang melihat Larietta berdiri di depannya dengan pakaian mewah, aksesoris yang mahal dan kondisi yang baik-baik saja menjadi sangat kesal dan marah.


“Apa yang kau lakukan disini? Pergi! Pergi dari sini!” teriak Melisha yang mendekat ke arah Larietta sambil memegang dinding jeruji besi yang membatasi dirinya dengan dunia luar.


Larietta yang melihat Melisha menjadi gila hanya karena melihatnya pun tersenyum licik di balik kipas tangannya


‘Kau bersikap seperti ini saat melihat kedatanganku lalu bagaimana jika kau tau tentang keadaan satu-satunya orang yang menjadi tumpuan harapanmu?’ pikir Larietta dengan sorot mata yang tajam.


Larietta yang tak bisa menunda kesenangan yang akan dirasakannya pun menutup kipasnya lalu berjalan satu langkah ke depan lalu membungkukkan tubuhnya sedikit hingga sejajar dengan Melisha.


“Apa yang aku lakukan disini? Tentu saja ingin menyampaikan kabar baik untukmu, Saudara Tiriku Sayang?” sindir Larietta yang kemudian berdiri tegap kembali.


“Harapanmu untuk keluar dari sini dan menjadi Nyonya Marchioness telah hilang karena Joseph tersayangmu itu telah dikeluarkan dari Kediaman Marquess Danzhweltz!” tegas Larietta dengan ekspresi serius.


Melisha yang sangat terkejut dengan informasi yang diucapkan Larietta pun terdiam di tempatnya yang membuat Larietta menjadi sangat bersemangat menghancurkan Melisha.


“Hmmm, tidak disangka kalian berdua sangat serasi. Sungguh pasangan yang tercipta dari Surga, bukankah begitu Larietta sama seperti yang dikatakan oleh Pelayan-Pelayanmu itu!” sindir Larietta dengan ekspresi dingin.


“Setelah Persidangan digelar dan hasil investigasi diumumkan maka kalian berdua akan sungguh bisa membangun keluarga bahagia sebagai Rakyat Biasa!” ucap Larietta lagi yang membuat Melisha menatap kosong.


Melisha yang sangat terkejut dengan kenyataan yang diucapkan Larietta kehilangan kekuatan tubuhnya hingga terjatuh ke lantai yang kotor.


Larietta yang sangat puas dengan yang terjadi pada Duke Boulois dan Melisha memilih mengakhiri semuanya dan kembali kepada Theodore.


Namun beberapa langkah dari Penjara tempat Melisha ditahan, Larietta mendengar seseorang yang sangat familiar memanggil namanya membuat Larietta membeku di tempatnya.


“La-Larietta...!”


#Bersambung#


Siapa yang memanggil nama Larietta? Bagaimana sikap Larietta pada orang tersebut? Tebak jawabannya di kolom komentar ya...

__ADS_1


__ADS_2