Villainess Wants Happy Life

Villainess Wants Happy Life
BAB 45. Konfrontasi


__ADS_3

Larietta yang berhasil memasuki Ruang Dansa sebagai Pasangan Theodore nyatanya menarik perhatian semua orang untuk mencari tau identitasnya.


'Siapa Nona muda yang datang bersama Tuan Muda Chartreux?'


'Aku tidak tau tapi yang pasti dia pasti bukan berasal dari Keluarga Bangsawan Atas!'


'Aku juga berpikir begitu, bagaimana bisa dia menggunakan topi yang menutupi setengah wajahnya dalam Acara ini!'


'Sungguh tidak sopan! Nona Muda yang tidak tau etika!'


Larietta yang tak perduli suara-suara sumbang yang membicarakannya di belakang hanya fokus pada Duke dan Duchess Boulois yang sedang tersenyum bahagia menyambut tamu undangan.


'Aku tak memiliki hubungan dengan kedua orang itu tapi rasanya sakit sekali melihat keduanya tampak bahagia!'


'Larietta asli, apakah ini perasaanmu yang sesungguhnya?'


Larietya yang telah bertekad untuk membalas dendam dan membuat semua orang yang membuat Larietta asli menderita menerima karmanya pun menatap tajam ke arah depan.


Theodore yang terus berada di samping Larietta dapat mengetahui dengan pasti rasa sakit hati yang dirasakan Larietta saat ini.


'Jangan khawatir. Aku bersumpah bahwa orang-orang jahat itu akan menerima hukumannya!'


Di saat bersamaan, lampu yang ada di Acara Pesta tiba-tiba meredup dan menyorot pada pintu masuk dan mengumumkan kedatangan bintang utama dalam Acara tersebut.


"Nona Melisha Valcov dan Tuan Muda Joseph Paul Danzhweltz memasuki ruangan!"


Semua tamu yang memfokuskan pandangannya pada pintu gerbang besar yang terbuka lebar melihat Melisha dan Joseph muncul bersamaan.


Larietta yang membenci senyum bahagia di wajah Melisha hanya bisa menggenggam tangannya sangat erat untuk menahan diri.


Lalu saat Melisha dan Joseph berdiri berdampingan dengan Duke dan Duchess Boulois, lampu yang meredup kembali terang.


Duke Boulois yang sengaja batuk sangat keras membuat sebuah pengumuman mengejutkan di hadapan semua orang.


"Aku akan memberikan Pengumuman penting kepada semua tamu undangan yang hadir hari ini!"


"Acara ini bertujuan untuk merayakan hari kedewasaan Melisha dan menandakan debutnya di Kalangan Bangsawan!"


"Tak hanya itu, Acara ini juga menjadikan momentum bagi Kediaman Duke Boulois untuk mengumumkan bahwa kami akan mengadopsi Melisha menjadi bagian dari Kediaman ini!"


"Melisha tidak akan lagi bernama Melisha Valcov tapi Melisha Boulois!"


Larietta yang terus menahan nafas sejak Duke Boulois memulai pidatonya di hadapan semua orang akhirnya benar-benar hancur.

__ADS_1


'Kalian berdua sungguh orangtua yang sangat buruk! Kalian sungguh telah menghancurkan sedikit harapan yang dimiliki Putri Kandung kalian!'


'Bukan aku yang meminta kehancuran ini tapi kalian yang memintanya jadi mari kita hancurkan saja semuanya!'


Theodore yang melihat Larietta sesaat kehilangan postur tubuhnya yang elegan ingin membantu tapi dengan cepat ditolak.


"Lar....!" gumam Theodore cemas.


"Aku baik-baik saja!" tegas Larietta.


Larietta yang tidak bisa diam lagi melihat drama yang sangat menjijikkan di depan matanya pun tertawa dengan sangat keras hingga membuat pandangan semua orang tertuju padanya.


Duke Boulois yang tidak senang ada orang yang tidak dikenal mengacaukan Acaranya pun menjadi sangat marah.


"Apa yang kau tertawakan, Nona? Ini bukanlah sebuah lelucon!" tegas Duke Boulois.


"Benarkah Tuan Duke? Tapi bagiku ini sungguh lelucon yang sangat lucu, benar-benar lucu, hingga membuatku tak bisa menahan tawa!" jawab Larietta dingin.


Melisha yang tidak senang karena ada orang yang berani mengacaukan hari bahagianya pun angkat bicara dan mencoba mengendalikan situasinya.


"Siapa kau sebenarnya? Kenapa kau memakai topi yang sangat besar tersebut dan mengacaukan Pesta orang lain?" tanya Melisha dengan nada tinggi.


"Kesatria! Apa yang kalian lakukan? Segera usir pengacau ini!" ucap Melisha memberi perintah.


Theodore yang tak bisa diam saja melihat Larietta diusir sebelum menyelesaikan misinya untuk menghancurkan orang munafik pun berdiri di hadapan Larietta melindungi


Duke Boulois yang tidak bisa menjadi musuh dari Kediaman Duke Boulois dalam situasinya yang sulit saat ini mencoba mendamaikan situasi.


"Tunggu! Semua Kesatria mundur!" perintah Duke Boulois.


"Sejak beratus-ratus tahun lamanya, Ketiga Kediaman Duke tak pernah berselisih paham dan selalu menjaga keharmonisan sebagai Pendiri Kerajaan!" ucap Duke Boulois menenangkan.


"Jika Tuan Muda Chartreux tidak setuju jika Pasangan Dansanya diusir keluar secara paksa, bukankah sebaiknya Nona Muda menjelaskan maksud ucapan anda agar tak ada kesalahpahaman!" ucap Duke Boulois mengalah.


Melisha yang tidak senang karena Duke Boulois dengan mudahnya tunduk kepada orang lain padahal status mereka sama ingin sekali protes tapi dengan cepat dihentikan.


"A-Ayah...!" ucap Melisha dengan suara rendah.


"Tenanglah Melisha! Jaga harga dirimu sebagai Nona Bangsawan! Ingatlah bahwa kau bukan lagi Nona Bangsawan dari Kota Terpencil!" tegas Duke Boulois.


Melisha yang tak bisa berdebat ataupun membalas ucapan Duke Boulois karena itu akan menghancurkan reputasinya terpaksa harus menahan amarahnya.


Larietta yang senang melihat Melisha yang dapat mengubah ekspresi wajahnya berkali-kali dalam waktu lima menit pun tersenyum puas.

__ADS_1


"Bukankah ini sangat lucu saat Tuan Duke menyatakan ingin mengadopsi Nona Melisha Valcov sebagai Putri padahal Nona Melisha Valcov adalah Putri Kandung anda sendiri dengan Selingkuhan anda!" ucap Larietta datar.


Melisha yang terpancing emosi karena kenyataan yang tak boleh terbuka dan harus tertutup rapat pun memulai dramanya dengan menangis di dalam pelukan Joseph.


Larietta yang melihat wajah tertarik semua orang akan topik yang dikemukakannya dan wajah biru milik Duke Boulois membuat Larietta semakin berani.


Larietta yang tak akan menyia-nyiakan kesempatan yang ada di depannya begitu saja pun maju ke depan beberapa langkah lalu melirik Theodore dan menganggukkan kepalanya perlahan.


Theodore yang memahami sinyal yang diberikan Larietta menunjukkan Sihirnya dan menyebarkan lembaran-lembaran kertas ke seluruh ruangan Pesta.


Semua Bangsawan yang hadir yang penasaran dengan isi tulisan yang ada pada kertas itu pun mengambil kertas yang terjatuh ke lantai satu per satu dan membacanya.


'A-Apa ini? A-apakah ini semua benar?'


Semua Bangsawan yang terkejut, tak percaya dan penasaran akan kebenaran dari isi kertas yang ada di tangan mereka.


Semuanya yang tak bisa menyembunyikan rasa penasaran pun menatap ke arah Pasangan Duke dan Duchess Boulois serta Melisha yang telah melepaskan diri dari pelukan Joseph


Duchess Boulois dan Joseph yang tak tau apapun ikut penasaran dan mengambil kertas yang ada di bawah kaki mereka lalu membacanya.


Duchess Boulois yang sudah merasa curiga dan sulit mempercayai hasil yang diberikan oleh Pendeta Tinggi Tabas pun mulai mempertanyakan bukti lain yang ada di hadapannya.


"A-Apakah semua bukti ini benar? A-Apakah Melisha adalah Putri tidak sahmu dengan wanita lain?" tanya Duchess Boulois dengan tangan bergetar.


Melisha yang tak bisa membiarkan ada bibit keraguan di hati Duchess langsung maju ke depan menunjukkan ketidakbersalahannya.


"Itu semua palsu! Semua tulisan yang ada di kertas itu palsu!" teriak Melisha membantah.


"Semua ini adalah jebakan, Nyonya. Bukankah Pendeta Tinggi Tabas telah melakukan tes padaku dan memberikan pernyataannya?" tanya Melisha lagi yang membuat Duchess Boulois kebingungan.


Duke Boulois yang melihat Istrinya telah goyah dan dapat dipengaruhi dengan mudah dengan cepat menambahkan kalimat pada ucapan Melisha.


"Semua yang dikatakan oleh Melisha itu benar. Pendeta Tinggi sudah mengkonfirmasinya jadi bagaimana mungkin ada sebuah kesalahan!"


"Ini semua pasti karena perasaan iri dan dengki dari orang jahat yang ingin menghancurkan kedamaian Duke Boulois!" tegas Duke Boulois.


Larietta yang tak tahan mendengar omong kosong yang diucapkan oleh Melisha dan Duke Boulois satu per satu pun membuka topi yang terus menutup wajahnya.


Larietta yng menunjukkan identitas aslinya di hadapan semua orang pun mulai memainkan perannya dengan lebih leluasa.


"Iri? Dengki? Siapa yang iri dan dengki sebenarnya Ayah? Aku atau Melisha!" teriak Larietta.


"Penjahat? Siapa Penjahatnya? Siapa penjahat yang telah menghancurkan kedamaian Kediaman Duke Boulois? Aku, perselingkuhan Ayah atau kelicikan Melisha?" sindir Larietta.

__ADS_1


#Bersambung#


Bagaimana reaksi Duke Boulois dan Melisha saat mendengar ucapan Larietta? Akankah Melisha keluar dari masalah yang dibuat oleh Larietta? Tebak jawabannya di kolom komentar ya..


__ADS_2