
Pendeta Tinggi Tabas yang merasa sangat puas dengan yang dilakukan Melisha yang sesuai dengan ekspektasi dan keinginan pun tersenyum licik.
"Tak akan ada seorangpun yang akan menolak permintaan wanita cantik dan seksi sepertimu Nona Valcov atau Nona Boulois."
"Aku berjanji akan membantu dalam tes besok! Tunggulah kabar dariku dan lakukan seperti yang aku katakan!"
"Ingatlah untuk menjadikan ini sebagai rahasia kecil kita!"
Melisha yang sangat senang saat Pendeta Tinggi Tabas telah berada dalam kendalinya pun tersenyum licik dan mulai memikirkan rencananya selanjutnya.
Sementara itu, Larietta yang dalam perjalanan menuju Markas Asosiasi Eagle Eyes tiba-tiba melihat tiga orang yang sedang membuli orang lain di hadapannya.
Larietta yang tidak ingin memperdulikan masalah orang lain dan berniat melanjutkan rencananya tiba-tiba berhenti saat mendengar nama yang familiar.
‘Lorca? Apakah itu LorcaVanachel? Putra tidak sah dari Count Vanachel?’ tanya Larietta dalam hati.
Larietta yang memastikan pendengarannya dengan penglihatannya menjadi sangat terkejut saat melihat Lorca Vanachel dibuli di Akademi.
“Lorca Vanachel adalah Master Sihir yang ahli dalam membuat Alat Sihir! Di dalam cerita, Lorca adalah salah satu Pemeran Pembantu yang mengagumi Melisha!”
“Aku tidak menyangka jika saat di Akademi ternyata Tuan Lorca sering dibuli oleh temannya padahal kenyataannya dia adalah orang yang sangat hebat di masa depan!”
Larietta yang tidak ingin membuang kesempatan emas memiliki orang yang sangat berguna untuk bisnisnya pun memutuskan untuk membantu.
“Aku akan membuatmu berada di pihakku dan berhutang padaku Tuan Lorca!” ucap Larietta dengan senyum licik.
Larietta yang berdiri di hadapan ketiga pria yang sedang memukul Tuan Lorca tanpa henti padahal ketiganya memiliki tubuh yang lebih besar menjadi kesal.
“Hah! Apakah tempat ini bukan termasuk halaman Akademi Rinette?”
“Kenapa Akademi Rinette menerima pengecut yang hanya bisa membuli orang lain dengan perbandingan tiga lawan satu?”
__ADS_1
“Hmmm, sungguh tidak adil!”
Ketiga orang yang menyadari bahwa ketiganya sedang disebut langsung mengalihkan pandangannya kepada Larietta sambil menahan kemarahannya.
“Siapa kau? Jangan ikut campur urusan orang lain. Urusi saja urusanmu sendiri, Nona!”
Larietta yang tidak takut sama sekali pada ketiganya pun tersenyum licik lalu menyilangkan tangannya.
“Urusanku adalah memberikan pelajaran kepada kalian bertiga!”
Ketiganya yang tidak senang diremehkan oleh Perempuan pun menyerang Larietta dengan pedang yang ada di tangannya.
“Sialan! Beraninya kau meremehkanku!”
“Jika aku tidak memberimu pelajaran maka aku tidak akan bisa tenang!”
“Ayo, kita serang dia dan berikan wanita sombong ini rasakan akibatnya!”
Larietta yang terpaksa menunjukkan kemampuannya untuk memberikan pelajaran kepada ketiganya pun memanggil Undine.
“Tentu saja, Master!” jawab Undine.
“Kalau begitu buat ketiganya kesulitan bernafas tapi jangan membunuh ketiganya karena aku masih belum selesai memberikan mereka pelajaran!” gumam Larietta.
“Baiklah, Master!” jawab Undine datar.
Undine yang membuat tiga bola air yang sangat besar di kepala ketiga pembuli dengan cepat membuat ketiganya melepaskan pedang yang ada di tangannya.
Ketiganya yang merasa seperti tenggelam ke dalam danau yang dalam pun merasakan sesak pada dadanya yang membuat Larietta bahagia.
“Aaarrgghh! To-Tolong! Tolong!”
__ADS_1
Larietta yang melihat ketiganya berlutut di hadapannya memohon ampun pun memberikan kode kepada Undine melepaskan ketiganya.
Larietta yang berjalan maju dan hanya berjarak beberapa langkah dari ketiganya pun membuka topi yang dipakainya.
“Ingatlah wajah dan namaku!”
“Jangan biarkan aku melihat wajah kalian bertiga!”
“Atau aku akan membiarkan Undineku tersayang membuat kalian bertiga tidak bisa melihat matahari terbit lagi keesokan harinya!”
Ketiganya yang mengenali wajah Larietta sebagai Putri Tunggal Duke Boulois dan memahami bahwa Larietta adalah Master Elemen yang baru muncul setelah puluhan tahun menghilang dengan cepat menganggukkan kepalanya.
Ketiganya yang tidak ingin mencari masalah dengan Larietta segera kabur dan berlari meninggalkan Akademi Rinette.
Larietta yang melihat ketiganya pergi ketakutan pun menatap tajam lalu mengalihkan pandangannya ke arah Lorca.
Larietta yang ingin Lorca berada di pihaknya dan bekerja untuknya dengan cepat mengubah ekspresi wajahnya sepert di kehidupan sebelumnya sebagai Sales yang akan sangat ramah pada Pelanggannya.
“Apakah kau baik-baik saja?” tanya Larietta ramah.
“Sa-saya ba-baik-baik saja. Te-terima kasih No-Nona Boulois!” ucap Lorca gugup.
“Na-Nama saya Lorca. Sa-saya berjanji akan membalas semua kebaikan Nona hari ini!” ucap Lorca percaya diri.
Larietta yang mendengar kalimat yang telah ditunggunya keluar dari mulut Lorca pun tersenyum licik.
“Hmmm, sebenarnya jika Tuan Lorca sungguh membalas budi, anda bisa membalasku sekarang!”
“Sebenarnya aku punya sesuatu hal yang membutuhkan bantuan Tuan lorca!”
Lorca yang terkejut dengan perkataan Larietta pun menatap bingung dengan ekspresi wajah tak percaya.
__ADS_1
#Bersambung#
Bantuan apa yang akan diminta Larietta kepada Lorca? Tebak jawabannya di kolom komentar ya...