
Pendeta Tinggi Bastian yang menahan malu dan menghilangkan harga dirinya pun menarik paksa Pendeta Tinggi Tabas berdiri di hadapan Larietta.
"Nona Larietta, sebagai Pendeta Tinggi, kami meminta maaf dan berjanji akan memberikan kompensasi untuk kerugian yang Nona alami!" ucap Pendeta Tinggi Bastian.
Larietta yang melihat Pendeta Tinggi Tabas yang tidak tulus meminta maaf menatap tajam dan mengeluarkan kata yang tajam.
"Permintaam maaf dari Pendeta Tinggi Bastian tentu saja dapat aku terima dengan mudah tapi....!"
"Tapi Pendeta Tinggi Tabas yang telah bersekongkol dengan Melisha dan berniat menghancurkan hidupku sebagai Putri Sah, permintaan maafnya tidak bisa diterima begitu saja!"
"Bagaimanapun juga perjanjian yang telah kita buat di awal harus tetap berjalan, bukan? Pendeta Tinggi tidak akan melakukan kesalahan untuk kedua kalinya, bukan?"
Pendeta Tinggi Bastian yang tau jika posisi mereka sedang dalam situasi yang tidak menguntungkan saat ini hanya bisa mengalah dan menerima yang diinginkan Larietta.
"Tentu saja. Nona tidak perlu khawatir, saya akan pastikan Pendeta Tinggi yang terlibat akan mendapatkan hukumannya!"
Larietta yang tak berniat melanjutkan pembicaraan karena semua kesenangan telah berakhir pun memutuskan untuk kembali bersama Theodore.
"Kita kembali, Nona?" tanya Theodore mengulurkan tangan.
"Tentu saja!" jawab Larietta anggun.
Namun sebelum Larietta melangkahkan kakinya meninggalkan Kediaman Duke Boulois tiba-tiba Duchess Boulois memanggilnya.
"Larietta... Putriku!" panggil Duchess Boulois dengan mata berkaca-kaca.
"Agh, Duchess! Maafkan ketidaksopananku! Semoga kejayaan Kediaman Duke Boulois akan selalu menerangi anda!" jawab Larietta membungkukkan tubuhnya.
Duchess Boulois yang melihat Larietta bersikap sangat sopan di hadapannya menggigit bibir bawahnya dan menatap sedih.
"La-Larietta... Apa yang kau lakukan? Kenapa kau bersikap sangat padaku? Aku adalah Ibumu." ungkap Duchess Boulois dengan suara bergetar.
Larietta yang mendengar kalimat yang sangat ingin didengar oleh Larietta asli sebelum jiwanya memasuki tubuh Larietta asli pun tersenyum sinis.
"Maafkan ketidaksopanan saya, Nyonya. Saya bukanlah bagian dari Kediaman Duke. Saya telah diusir dan nama saya pun telah dicoret dari silsilah Keluarga Duke Boulois jadi bagaimana bisa saya yang seorang rakyat biasa bersikap tidak sopan kepada Seorang Duchess?" sindir Larietta.
"Saat ini, Putri Nyonya adalah Melisha dan saya hanyalah orang asing yang telah disingkirkan karena menjadi duri dalam hubungan keharmonisan Kediaman Duke!" ucap Larietta.
"Saya tidak punya urusan lagi disini jadi saya permisi terlebih dulu, Nyonya. Semoga hari anda menyenangkan!" ucap Larietta tersenyum lembut.
__ADS_1
Larietta yang langsung berbalik arah menggandeng lengan Theodore berjalan meninggalkan ruangan pesta dan kembali ke Kediaman Duke Chartreux.
Namun sebelum Larietta memasuki kereta kuda bersama Theodore tiba-tiba dirinya dihentikan oleh seorang wanita.
"Nona, apakah anda tidak bersikap berlebihan tadi?" sindir Countess Themrine.
Larietta yang menghentikan langkahnya pun berbalik arah menatap orang yang bicara padanya dengan dengan ekspresi wajah dingin.
Larietta yang melihat wajah orang yang bicara padanya pun menyadari bahwa dirinya merasa mengenal wajah orang tersebut.
“Maaf tapi siapa anda? Bisakah anda memperkenalkan diri anda terlebih dahulu?” tanya Larietta dengan alis terangkat.
“Hmmm, kau mungkin pernah melihatku di Akademi Rinette tapi kita memang belum salinng memperkenalkan diri secara langsung. Ini salahku!” ucap Countess Themrine menyesal sesaat.
“Namaku Yusria Pearl Themrine, Kepala Keluarga Themrine!” jawab Countess Themrine dingin.
Larietta yang mengingat nama tersebut sebagai salah satu Guru yang akan mengajarinya di Akademi Rinette dari Profesor Zachary.
‘Agh, aku ingat! Dia adalah salah satu Profesor yang memiliki pemikiran buruk tentang Larietta asli!’
‘Aku sebenarnya tak ingin memiliki masalah dengan Profesor yang akan mengajariku di Akademi tapi jika Countess Themrine mencari masalah maka tidak ada pilihan untuk mundur!’
Larietta yang melihat sikap dan cara Countess Themrine mendekatinya dengan sikap dingin membuat Larietta menentukan sikap.
“Tapi tidak ada yang berlebihan dalam sikapku itu. Aku hanya melakukan yang seharusnya aku lakukan!” ucap Larietta.
Countess Themrine yang datang terakhir dan hanya menyaksikan saat Melisha diperlakukan sangat buruk oleh Larietta membuat keputusan sendiri.
“Benarkah? Apakah membuat Nona Muda jatuh ke lantai dengan kekuatanmu hingga ditertawakan oleh Bangsawan lain itu tidak keterlaluan?”
“Lalu bagaimana dengan sikap anda yang dengan sengaja menyirami wine merah ke atas kepala Nona Muda itu dan mempermalukannya?”
Larietta yang melihat Countess Themrine dengan percaya diri membela Melisha menyadari bahwa perasaan tidak suka Countess Themrine padanya sangat besar hingga melupakan kenyataan yang ada.
‘Hah! Orang-orang yang dibutakan oleh kebencian akan selalu melihat orang yang dibenci dengan pemikiran buruk meskipun orang tersebut melakukan kebaikan!’
Larietta yang memiliki kontrak dengan enam Spirit Elemen tiba-tiba mendengar sebuah di dalam kepalanya.
‘Apakah Master ingin aku membuatnya jatuh sekarang?’ tanya Elemen Kegelapan.
__ADS_1
‘Apakah itu kau Black? Bagaimana kau melakukannya? Countess Themrine juga Seorang Elementalis!’ ucap Larietta.
‘Itu sangat mudah Master. Wanita itu telah menderita karena racun jadi aku hanya perlu memberikannya sedikit Energi Kegelapan maka dia pasti akan terjatuh ke alam bawah sadarnya!’ jawab Elemen Kegelapan.
Larietta yang mengetahui kebenaran dari Elemen Kegelapan pun tersenyum licik dan mengguakannya untuk keuntungannya.
“Agh, aku tak perlu menjelaskan apapun kepada orang yang telah menganggapku buruk karena penjelasan apapun yang aku berikan pasti akan dianggap sebagai pembelaan!” tegas Larietta.
“Aku adalah Putri Sah Duke Boulois yang diusir dari Kediamannya oleh Ayahnya karena Sang Ayah menginginkan Putri H*ramnya menguasai Kediaman Duke Boulois!” ungkap Larietta.
“Aku hanya memberitau kebenaran kepada semua orang dan memberi pelajaran kepada orang yang tidak mengetahui tempatnya sebenarnya!” ucap Larietta membela diri.
“Tapi jika hal itu tidak terlihat berlebihan di mata Countess, aku tidak peduli dengan pendapat Countess!” tegas Larietta.
“Daripada Countess memiliki waktu luang untuk mengomentariku, kenapa Countess tidak menggunakan waktu tersebut untuk menemukan tikus di sekitar anda?” sindir Larietta.
Larietta yang tak ingin bicara dengan Countess Themrine lagi pun berbalik arah dan berjalan ke arah Theodore lalu sungguh-sungguh pergi meninggalkan Kediaman Duke Boulois.
Sementara itu, Duchess Boulois yang sangat marah dan kecewa mengangkat kepalanya ke atas dan memanggil Rieta ke kamarnya.
Duchess Boulois yang tidak bisa menahan amarahnya pun menampar wajah Rieta dengan sangat keras.
“Kurang ajar! Beraninya kau mengkhianat Mastermu!” teriak Duchess Boulois.
Rieta yang merasa bersalah karena memilih menuruti perkataan Duke Boulois dan Melisha langsung berlutut di lantai lalu menangis memohon ampun.
“Ampuni saya, Nyonya. Saya terpaksa melakukan itu. Tuan Duke menggunakan Adikku sebagai tawanan!” ucap Rieta memberi alasan.
Duchess Boulois yang tidak senang meskipun telah mendengar perkataan Rieta menendang Rieta ke belakang.
“Aku tidak akan pernah menerima pengkhianatan dalam alasan apapun!” ucap Duchess Boulois dengan ekspresi dingin.
“Kesatria! Tarik Pelayan ini dan masukkan dia ke dalam Ruang Bawah Tanah! Berikan dia pukulan dua puluh kali!” tegas Duchess Boulois.
Duchess Boulois yang telah merasa telah kehilangan semuanya semenjak rahasia besar antara Duke Boulois dan Melisha terbongkar memutuskan untuk mengambil semua yang menjadi miliknya dan Larietta.
‘Maafkan Ibu, Anakku!’
‘Kau pasti kecewa karena Ibu lebih memilih orang lain dan Ibu bisa memaklumi itu tapi jangan khawatir, Ibumu ini tidak akan diam saja setelah dikhianati!’
__ADS_1
#Bersambung#
Apa yang akan dilakukan Duchess Boulois untuk membalas pengkhianatan Duke Boulois dan kebohongan Larietta? Apakah Larietta akan membuka hatinya untuk memaafkan Duchess Boulois pada akhirnya? Tebak jawabannya di kolom komentar ya...