Villainess Wants Happy Life

Villainess Wants Happy Life
BAB 75. Marquess Danzhweltz sadar


__ADS_3

Theodore yang berhasil menyelinap masuk ke dalam kamar Marquess Danzhweltz menjadi sangat terkejut dengan kondisi Marquess yang sangat memprihatinkan.


“Tubuh yang kurus dan kulit yang pucat. Kuku jari yang berubah warna menjadi kuning dan pipi yang kempes terlihat sangat kurang nutrisi!” gumam Theodore yang mengomentari kondisi Marquess Danzhweltz yang terbaring di depannya.


Theodore yang menyadari bahwa semua ciri-ciri yang dilihatnya sangat mirip dengan keracunan pun mengedarkan pandangannya ke seluruh tempat.


Theodore yang melihat minuman dan makanan yang tersisa pun berjalan mendekat lalu meletakkan sendok perak.


“Hmmm, tak terlihat tanda racun pada makanan dan minuman. Itu berarti ada hal lain yang menyebabkan ini!” ucap Theodore dengan tatapan mata yang menyipit.


Theodore yang berjalan ke seluruh tempat tiba-tiba terhenti pada sebuah lukisan lalu tersenyum licik dan kembali ke tempat Marquess berada.


“Aku akan menyelamatkan nyawamu dan kau berhutang satu hal padaku sebagai balasannya!” ucap Theodore di balik telinga Marquess Danzhweltz.


Theodore yang mengambil sebuah botol dari dalam kantongnya pun memasukkan cairan yang ada di dalamnya ke dalam mulut Marquess Danzhweltz.


Marquess Danzhweltz yang terlihat seperti mayat hidup perlahan mengalami perubahan pada warna kulitnya dan mata yang terutup perlahan membuka matanya.


Marquess Danzhweltz yang merasakan sakit pada seluruh tubuhnya hanya bisa menggerakkan matanya untuk melihat.


“Akhirnya kau sadar juga Marquess. Tak disangka seorang Pahlawan besar akan jatuh terbaring sangat lemah seperti ini!” sindir Theodore dengan tatapan mata yang tajam.


Theodore yang mengambil sebotol lagi obat di dalam kantongnya pun memasukkannya ke mulut Marquess lalu membisikkan sesuatu dengan sorot mata tajam.


“Aku akan membantumu kali ini dan kau berhutang satu permintaan padaku! Jadi selesaikan yang telah terjadi dengan baik atau aku yang akan menghancurkanmu dengan menyebarkan perbuatan burukmu!” ancam Theodore sambil berbisik di telinga Marquess.

__ADS_1


Marquess yang menyadari bahwa kebaikan yang diterimanya harus dibayar di masa depan tidak punya pilihan lain selain menerima hutang budi tersebut.


‘Ini lebih baik daripada harus mati membusuk di tempat ini!’ ucap Marquess Danzhweltz dalam hati meyakinkan pilihannya.


Marquess yang akhirnya perlahan bisa menggerakkan tubuhnya pun berhasil duduk lalu sebuah pintu terbuka yang ternyata Iriana sedang berlari ke arah Marquess yang telah sadarkan diri.


“Ayah!” panggil Iriana dengan suara yang keras dengan senyum lebar dan wajah yang sangat bahagia.


Theodore yang melihat Larietta juga ada disana langsung berjalan ke arah Larietta dan membuat Formasi Sihiri Teleportasi.


‘Aku akan memberikan sebuah pertunjuk padamu untuk memeriksa Putramu dan juga lukisan di dalam kamar ini!’ ucap Theodore dengan senyum licik lalu menghilang.


Marquess yang terdiam sesaat saat mendapatkan telepati dari Theodore langsung tersadar saat Iriana memanggilnya cemas.


Larietta yang sangat lelah diantar kembali oleh Theodore ke tempat tinggalnya sementara lalu terbaring di tempat tidurnya.


Keesokan harinya, Larietta yang terbangun sedikit lebih lama dikejutkan dengan berita yang sangat menggemparkan.


“Nona! Kabar baik! Lihatlah ini!” teriak Anna berlari mendekati Larietta sambil memegang sebuah surat kabar di tangannya.


“Ada apa Anna? Kenapa kau sudah berisik pagi-pagi sekali?” tanya Larietta yang merasa terganggu dengan mata yang masih terpejam.


“Nona, anda harus segera bangun. Ada kabar gembira. Lihatlah ini!” ucap Anna dengan penuh semangat lalu memberikan surat kabar yang ada di tangannya kepada Larietta .


Larietta yang merasa sangat mengantuk karena tak bisa tidu hingga berjalan di Taman sendirian hingga larut malam pun memaksakan dirinya.

__ADS_1


Larietta yang duduk bersandar di atas tidurnya perlahan membuka matanya dan membaca isi dari surat kabar yang diberikan Anna.


Larietta yang awalnya biasa saja mengubah sikapnya dengan drastis. Larietta yang perlahan mengembangkan senyumnya menatap Anna dengan wajah penasaran.


“Itu semua benar, Nona. Saya sudah menggali informasinya!” ucap Anna dengan percaya diri sambil memukul pelan dadanya merasa sedikit bangga.


Larietta yang mengetahui bahwa Marquess Danzhweltz dapat bergerak sangat cepat dalam waktu semalam menjadi sangat bahagia.


‘Tidak disangka. Sungguh hal yang sangat diharapkan dari Seorang Jenderal Kerajaan Chillia!” ucap Larietta dengan suara redah.


“Joseph yang telah diusir dari Kediaman Marquess Danzhweltz sudah dapat dipastikan kehilangan keberuntungannya menjadi Pemimpin Kediaman Marquess Danzhweltz.


Larietta yang berdiri lalu berjalan menuju jendela lalu membuka jendela tersebut hingga menyebabkan angin pagi berhembus sangat menyejukkan.


“Melisha! Sekarang satu-satunya harapanmu untuk dapat menyelamatkanmu telah hancur. Apa lagi yang ingin kau lakukan?” sindir Larietta dengan senyum kecil.


Larietta yang tak ingin diam saja saat banyak hal terjadi dalam waktu dekat memutuskan pergi menemui Melisha.


“Anna, bersiaplah! Aku ingin melihat wanita j*lang di dalam Penjara! Aku harus menyampaikan berita yang sangat baik ini kepadanya secara langsung.


Anna yangg memahami maksud ucapan Larietta langsung menganggukkan kepalanya lalu membawakan mantel bulu dan topi besar yang menutupi setengah wajahnya.


“Kerja bagus, Anna!” puji Larietta yang sedang berdiri di cermin melihat dirinya yang sedang berdandan.


Larietta yang telah selesai menatap wajahnya terlihat sangat cantik dman menawan menjadi sangat puas lalu berjalan keluar meninggalkan Kediaman Sementaranya.

__ADS_1


#Bersambung#


Apa yang ingin dilakukan oleh Larietta? Apakah Melisha bisa melepaskan diri? Tebak jawabannya di kolol kompter.


__ADS_2