
Melisha yang telah bersiap sejak pagi pun akhirnya keluar menemui Joseph yang sedang menunggunya.
“Maafkan aku telah membuatmu menunggu lama!” ucap Melisha dengan wajah memerah.
“Tidak ada yang terlalu lama untukmu, Melisha!” tegas Joseph.
“Kau terlihat sangat cantik dengan gaun biru putih itu, Melisha!” puji Joseph.
“Terima kasih. Joseph juga sangat tampan!” balas Melisha yang dengan cepat membuat telinga Joseph memerah karena malu.
Joseph yang tidak ingin ketahuan Melisha jika dirinya malu pun menawarkan diri untuk segera pergi.
“Kita tidak boleh datang terlambat! Ayo, aku akan mendampingimu di Acara tersebut!” ucap Joseph dengan sopan.
Melisha yang menerima uluran tangan Joseph pun menaiki kereta kuda dan pergi menuju Pesta bersama.
Di saat bersamaan, Theodore yang menerima surat dari Larietta seminggu yang lalu telah melakukan usaha terbaiknya untuk mencapai standar Larietta.
“Aku telah mendapatkan kesempatan yang aku inginkan dan aku tidak akan membuat Nona Larietta kecewa!”
Theodore yang diminta untuk datang ke Acara Ulang Tahun Putra Mahkota menjadi Pedamping dengan setelan berwarna merah muda untuk menyamai Gaun yang akan dipakai Larietta.
“Olivier! Ganti jas dan pakaian yang akan aku pakai di Acara Ulang Tahun Putra Mahkota dengan warna merah muda!”
“Aku ingin kau menjadikan warna merah muda menjadi pusat perhatian dalam Acara tersebut!”
Olivier yang terpaksa harus mengganti setelan yang telah dipesan sebelumnya untuk memenuhi permintaan Theodore sanggup membuatnya bergadang selama beberapa hari.
“Ada apa denganmu, Olivier?” tanya Theodore dengan wajah penasaran.
__ADS_1
“Tuan Muda, apakah anda serius menanyakan hal ini padaku setelah anda sesuka hati memberikan perintah yang hampir mustahil?” sindir Olivier.
Theodore yang dapat melihat Olivier sangat lelah karena permintaannya pun menjadi tidak nyaman sehingga memutuskan untuk memberikan Olivier hadiah.
“Ehem! Aku bukanlah Bos yang tidak bisa melihat situasi, olivier!”
“Kau sungguh telah melakukan tugasmu dengan sangat baik. Aku sangat menyukai hasil pekerjaanmu!”
“Oleh karena itu aku memutuskan untuk memberimu cuti liburan selama tiga hari dan aku akan menanggung semua akomodasimu!”
“Kau tidak perlu memikirkan pekerjaan karena aku berjanji bahwa aku akan menyelesaikan semuanya!”
Olivier yang terlihat tidak bernyawa tiba-tiba segar kembali setelah mendapatkan cuti yang sangat dibutuhkan sehingga tepat setelah Theodore menaiki kerete kuda meninggalkan Kediaman Olivier telah siap dengan kopernya.
“Selamat datang hari libur!” ucap Olivier yang menari bahagia.
Theodore yang merasa aneh memilih mengabaikannya dan memfokuskan dirinya untuk segera sampai di Istana Kerajaan.
Theodore yang sedang bersantai sambil memegang segelas wine di tangannya pun melihat kereta kuda berwarna putih emas dengan Lambang Keluarga Marquess Danzhweltz.
Theodore yang memfokuskan pandangannya pada Joseph yang keluar lebih dulu dan mengulurkan tangannya membantu seorang wanita turun pun tersenyum sinis.
“Hmmm, sepertinya Acara ini akan sangat menarik nantinya! Aku tidak sabar kegilaan apa yang akan dilakukan Putri Larietta!”
Sementara itu, Larietta yang baru saja selesai mempersiapkan dirinya pun berdiri di depan cermin dengan wajah puas.
“Bagaimana penampilanku Anna?” tanya Larietta.
“Nona terlihat sangat luar biasa. Tidak akan ada seorangpun yang akan melepaskan pandangannya pada Nona!” ucap Anna.
__ADS_1
“Benarkah? Kalau begitu sudah waktunya untuk berpesta!” ucap Larietta dengan wajah bahagia.
Larietta yang mendapatkan informasi bahwa Joseph sungguh menjemput Melisha dan mendampinginya dalam Acara Ulang Tahun Putra Mahkota pun tersenyum licik.
“Sepertinya kau sungguh telah membulatkan pikiran untuk membuatku menjadi bahan pembicaraan Joseph!” gumam Larietta.
“Jika itu tujuanmu maka aku pun tidak perlu sungkan lagi!”
Larietta yang telah berdiri di depan kereta kuda dengan Anna di belakangnya tiba-tiba berhenti bergerak dan melirik ke arah Anna sebentar.
“Anna, apakah Duke dan Duchess sungguh tidak berkomentar apapun mengenai sikap tidak sopan yang dilakukan Joseph padaku?” tanya Larietta dingin.
“Hmmm, saya sangat ingin mengatakan Tuan Duke dan Nyonya Duchess menentang dan marah besar Nona tapi kenyataannya Tuan Duke dan Nyonya Duchess membiarkan semuanya!” jawab Anna sambil menggigit bibir bawahnya.
“Jangan bersedih! Aku tidak apa-apa! Beristirahatlah! Aku akan segera kembali!” ucap Larietta dengan punggung tegap menatap lurus ke depan.
“Baik Nona. Hati-hati di jalan!” jawab Anna sedih.
Larietta yang sudah menduga bahwa Duke dan Duchess tidak akan peduli dengan apapun yang terjadi pada Larietta tidak menyangka hingga seperti ini.
“Hah! Aku sungguh tidak seharusnya mengharapkan apapun setelah mengetahui kenyataan itu!” gumam Larietta.
Larietta yang tidak percaya dengan informasi bahwa Duke Boulois tidak mengetahui bahwa Melisha adalah Putri Kandungnya bersama Selingkuhannya setelah melihat sendiri perlakuan tidak ada antara dirinya dan Melisha menjadi sangat marah.
“Jika reputasiku akan hancur ke tanah malam ini maka aku tidak akan hancur sendirian!”
“Aku akan pastikan untuk menyeret semuanya jatuh bersamaku!”
#Bersambung#
__ADS_1
Apa yang direncanakan Larietta? Akankah semua orang akan ikut terjatuh bersama Larietta? Tebak jawabannya di kolom komentar.