Villainess Wants Happy Life

Villainess Wants Happy Life
BAB 72. Umpan Tersebar


__ADS_3

Keesokan paginya, Larietta yang turun dari kereta kuda dengan bantuan Pengawal disambut oleh seorang pelayan.


“Saya Louise Blair. Pelayan Pribadi Yang Mulia Permaisuri. Nona Larietta, anda sudah ditunggu oleh Permaisuri. Silahkan ikuti saya!” ucap Countess Blair dengan sopan.


Larietta yang berjalan mengikuti Countess Blair tak ingin melakukan kesalahan sekecil apapun yang akan membuat keuntungan yang ada di tangannya berbalik menjadi bumerang.


Larietta yang diam-diam memangggil Spirit Elemen Angin memberikannya sebuah tugas penting sambil terus berjalan mengikuti Countess Blair di belakangnya.


‘Perkuat pendengaranku. Aku ingin mengetahui apa yang direncanakan Permaisuri Lyra Owen Chillia!’ ucap Larietta dalam pikirannya sambil terus memasang senyum lembut.


Larietta yang dibawa berjalan ke sebuah Taman Bunga yang sangat indah dan menawan akhirnya sampai di Taman Bunga lain yang sepenuhnya tertutup kaca.


“Silahkan masuk! Yang Mulia telah menunggu Nona di dalam Taman Bunga Kaca!” ucap Countess Blair sambil menundukkan kepala dengan wajah datar.


Larietta yang tak takut akan apapun melihat Permaisuri Lyra yang sedang duduk dengan anggun meminum tehnya terlihat seperti mahakarya yang sangat indah.


Larietta yang hampir ketahuan kehilangan fokusnya langsung memberi salam kepada Permaisuri dengan kepala tertunduk.


“Angkatlah kepalamu, Nona Larietta. Tak perlu bersikap terlalu formal di depanku!” ucap Permaisuri dengan senyum yang lembut.


“Maafkan saya, Yang Mulia. Saya hanyalah rakyat biasa yang tak akan berani bersikap begitu kurang ajar pada Yang Mulia!” ucap Larietta yang dengan tegas menunjukkan sikapnya.


Larietta yang membaca informasi yang diberikan oleh Theodore kepadanya tepat sebelum kepergiannya ke Istana Permaisuri menyadari bahwa Permaisuri adalah ular berbisa.


“Agh, apakah itu sangat penting? Kau adalah Master Elemen. Meskipun kau bukan bagian dari Duchy Boulois tapi darah Bangsawan Sah mengalir pada darahmu!” ucap Permaisuri dengan sorot mata tajam.


“Namamu bahkan terus disebut sebagai Dewi Penolong oleh semua orang bahkan Yang Mulia Putra Mahkota ikut membicarakan namamu!” ungkap Permaisuri lagi sambil tersenyum ramah.

__ADS_1


Permaisuri yang naik ke posisi tertinggi setelah menjadi Bunga di Pergaulan Kelas Atas memiliki kemampuan bicara yang sangat hebat dan dapat menjadikan musuhnya hancur jika tak berhati-hati.


Larietta yang telah memberi perintah khusus kepada Sylphide akhirnya menyadari bahwa Permaisuri ingin menjadikannya berada di pihaknya untuk mendukung Putra Mahkota hingga menaiki Takhta.


‘Permaisuri, kau terlalu memandang rendah diriku! Kau ingin menjadikanku sebagai Pionmu dan membuangku saat tak berguna! Maaf saja, aku tak akan menerimanya begitu saja!’ pikir Larietta sambil tersenyum.


“Saya sangat tersanjung, Yang Mulia. Meskipun begitu, saya hanyalah rakyat biasa yang bukan siapa-siapa!” ucap Larietta yang balas tersenyum lembut.


Permaisuri yang akhirnya berhenti mempengaruhi Larietta mengalihkan pembicaraan lalu mengirim Larietta kembali.


“Agh, maafkan aku. Saya telah menghabiskan waktu Seorang Nona Muda yang sangat berharga. Kau boleh kembali sekarang!” ucap Permaisuri sambil tertawa kecil yang disembunyikan di balik kipasnya.


“Terima kasih, Yang Mulia!” jawab Larietta yang membungkuk lalu pergi meninggalkan Istana Permaisuri dengan bantuan Countess Blair.


Larietta yang akhirnya bisa sendirian merasa sangat lega dan lelah di saat bersamaan. Larietta yang memutuskan untuk beristirahat sebentar pun duduk di sebuah Taman.


Larietta yang kehabisan tenaga karena memanggil Sylphide dan terus waspada pada Permaisuri menjadi sangat lelah.


Larietta yang tidak menyadari orang yang datang dikejutkan dengan sebuah kotak hadiah yang tiba-tiba muncul di depannya.


Larietta yang menoleh ke belakang dan melihat Theodore yang sedang tersenyum lembut padanya.


“Theo! Kenapa kau bisa tau aku ada disini?” tanya Larietta dengan ekspresi bingung dan bahagia di saat bersamaan.


“Tak ada yang tidak aku ketahui. Apakah kau lelah? Bukalah kotak itu dan aku yakin kau pasti akan merasa lebih baik!” ucap Theodore sambil tersenyum ramah.


Larietta yang penasaran dengan hadiah yang diberikan padanya pun membuka kota yang ada di depannya.

__ADS_1


“Cokelat?” gumam Larietta yang mengkerutkan alisnya lalu menatap bingung ke arah Theodore.


“Aku dengar bahwa perasaan akan menjadi baik jika kita mengkonsumsi makanan manis. Oleh karena itu, aku sengaja mempersiapkan cokelat ini setelah mengetahui siapa yang akan kau temui hari ini!” ucap Theodore dengan wajah malu.


Larietta yang melihat pipi Theodore yang memerah dan tingkatnya yang aneh pun tersenyum kecil lalu mencium pipi Theodore yang wajahnya berada di sampingnya.


“Terima kasih!” jawab Larietta tersenyum lembut yang membuat wajah Theodore seketika menjadi sanga merah karena malu dan terkejut.


Larietta yang akhirnya pergi menemui Kaisar menyampaikan laporannya dengan percaya diri dan sorot mata lurus ke depan.


“Yang Mulia, saya telah menemukan sumber air baru pada Daerah yang mengalami Kekeringan yang sangat parah!” ucap Larietta.


“Bagus sekali! Kerja yang bagus!” puji Kaisar dengan wajah gembira.


Larietta yang tidak datang untuk menerima pujian saja dengan berani mengatakan tujuan kedatangannya yang sebenarnya.


“Yang Mulia, apakah anda ingat dengan perjanjian yang telah kita buat sebelumnya?” tanya Larietta dengan ekspresi serius.


“Agh, Perjanjian itu! Tentu saja,aku ingat! Apakah waktunya sudah tiba?” tanya Kaisar dengan senyum licik yang dibalas Larietta dengan anggukan kepala.


Larietta yang mengatakan keinginannya secara detail merasa sangat lelah setelah pertemuannya dengan dua orang tertinggi di Kerajaan Chillia.


“Hah! Tubuhku rasanya remuk redam, Anna!” ucap Larietta yang mengeluh dengan wajah memelas.


Anna yang merasa kasihan pun memijat Larietta yang membuat Larietta sangat rileks dan bahagia.


‘Umpan telah aku sebar. Saatnya mendapatkan hasilnya!’ ucap Larietta dalam hati yang tersenyum bahagia di depan Anna.

__ADS_1


#Bersambung#


Umpan Apa yang dimaksud Larietta? Apa yang dibicarakan Larietta dengan Kaisar? Tebak jawabannya di kolom komentar ya...


__ADS_2