
Larietta yang berniat menghancurkan Kediaman Duke Boulois tapi tetap membiarkan Duchess Boulois baik-baik saja demi Larietta Asli pergi menemui Theodore.
Namun dalam perjalanannya dirinya bertemu dengan Lorca yang secara khusus menunggunya dalam perjalanan kembali ke Akademi.
“No-Nona Larietta!” panggil Lorca dengan suara yang ceria dan senyum yang lebar.
Larietta yang tak bisa mengabaikan Lorca karena masih membutuhkan kemampuan Lorca dalam menciptakan alat-alat sihir yang hebat memutuskan untuk menunda rencananya.
“Tuan Lorca, apakah anda datang untuk menemuiku?” tanya Larietta dengan mata terbuka dan ekspresi wajah terbuka.
“Agh, i-itu se-sebenarnya ada sesuatu yang ingin aku tunjukkan. Maukah Nona pergi untuk melihatnya?” ucap Lorca dengan wajah yang malu.
“Tentu saja dengan senang hati!” jawab Larietta dengan ssenyum lembut.
Larietta yang pergi ke lab pribadi milik Lorca menjadi sangat terkejut dengan ruangan yang sangat berantakan.
Lorca yang menyadari kesalahannya menjadi malu dan buru-buru membereskan semua barang yang berserakan di berbagai tempat.
“Ma-maafkan saya, Nona! Maafkan ketidakpekaan saya. Sa-Saya sangat malu!” ucap Lorca dengan terbata-bata dan kepala tertunduk ke bawah.
Larietta yang tidak ingin membuat suasana menjadi semakin canggung memilih diam dan tersenyum lalu menunggu Lorca menunjukkan alat sihir yang telah dibuatnya.
Tak butuh lama, Lorca yang telah membersihkan semuanya membuat ruangan yang sangat berantakan kembali bersih kembali.
__ADS_1
Lorca yang merasa gagal karena membuat Larietta menunggu sangat lama karena ketidakkomepetennya dirinya bergegas menyuguhkan milkhake stroberi dan cemilan ringan.
“Terima kasih. Minuman ini sangat lezat, dingin dan juga manis. Aku sangat menyukainya!” jawab Larietta dengan senyum lebar dan wajah bahagia.
“Be-Benarkah? Sa-Saya sangat senang jika Nona menyukainya karena salah satu alat sihir yang telah saya berhasil buat adalah salah satu sketsa milik Nona!” ucap Lorca percaya diri.
“Hmmm, tidak disangka jika anda sangat hebat dan berbakat, Tuan Lorca. Sungguh keputusan benar untuk menjadikanmu sebagai Penyihir Pribadiku!” ungkap Larietta yang secara tak sadar membuat leher belakang dan telinganya memerah.
Lorca yang menunjukkan alat untuk membuat es tetap dingin meski cuaca panas membuat Larietta sangat bahagia.
“Ini bagus sekali! Tidak disangka Tuan bisa membuat kulkas! Alat sihir ini pasti akan sangat membantu usahaku saat musim panas tiba” gumam Larietta dengan wajah tak percaya.
Lorca yang sangat senang mendapatkan pujian dari Larietta menjadi malu terutama saat Larietta secara tak sengaja meraih tangannya.
“A-a-agh maaf! maafkan aku yang telah berbuat tidak sopan!” ucap Larietta yang sadar dengan tindakan yang telah dilakukannya.
“Ti-Tidak! A-Aku...!” ucap Lorca buru-buru dengan terbata-bata dengan wajah memerah tapi tak berhasil menyelesaikan kalimatnya.
“Aku sungguh meminta maaf. Aku berjanji hal ini tak akan pernah terulang lagi!” tegas Larietta yang membuat Lorca kecewa.
Larietta yang tak mengerti dengan reaksi Lorca menjadi bingung tapi memilih mengabaikan semuanya karena menyadari prioritas utamanya sekarang.
“Aku akan meminta bertemu dengan Master Z besok dan aku harap Tuan Lorca akan meluangkan waktunya sambil membawa kulkas!” ucap Larietta dengan senyum lebar.
__ADS_1
Sementara itu, Melisha yang telah berhasil mengambil hati Joseph kembali memutuskan untuk segera kembali ke Kediaman Duke.
“Hmmm, Joseph! Aku berniat untuk segera kembali ke Kediaman Duke dan menyampaikan berita baik ini tapi mengetahui bahwa kita akan berpisah untuk waktu yang lama membuatku sedih.” ucap Melisha dengan wajah sedih.
“Jangan cemas! Proses kembalinya aku ke Akademi masih belum diproses dan aku bisa menariknya! Aku akan segera menyusulmu setelah semuanya selesai disini!” ucap Joseph dengan percaya diri.
“Baiklah. Aku mengerti. Aku akan selalu percaya padamu!” ucap Melisha yang bergerak ke dalam pelukan Joseph.
Di sisi lain, Theodore yang bergegas kembali ke Kediamannya dan mengganti identitasnya tepat setelah Larietta kembali menjadi bingung karena tak bertemu dengan Larietta lagi.
“Hah! Aku sudah memberi kode kepada Larietta untuk menemuiku di Akademi dan meminta bantuanku tapi setelah beberapa jam berlalu Larietta tak kembali juga hingga membuatku memutuskan kembali ke Kediamanku sendiri!” ucap Theodore dengan wajah kesal.
“Hmmm, kemana Larietta sebenarnya? Kenapa dia tidak datang menemuiku?” tanya Theodore dengan wajah penasaran.
Theodore yang memutuskan untuk menyelidiki Kediaman Marquess Danzhweltz atas permintaan Larietta pun mengirim orang terpacanya.
“Olivier, kirim dua orang kita untuk menyamar menjadi Pelayan Kediaman Marquess Danzhweltz. Aku ingin keduanya segera menggali informasi yang ada dan melaporkannya!” tegas Theodore dengan mata tajam.
“Jangan khawatir, Bos! Aku akan menjalankan tugas yang diberikan sangat baik!” jawab Olivier tersenyum menenangkan.
#Bersambung#
Apa yang akan dilakukan Larietta dengan Alat Sihir yang dibuat oleh Lorca? Apakah Pelayan yang diperintahkan Theodore berhasil menjalankan tugasnya? Tebak jawabannya di kolom komentar ya...
__ADS_1